Makna Bulan Dzulhijjah dan Momentum Kemajuan Umat

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Pada bulan Dzulhijjah 1440 Hijriyah ini kita menjalani hari-hari yang memiliki keutamaan seperti ibadah puasa tarwiyah, puasa arafah, hari raya Idul Adha/ qurban dan secara umum penyelenggaraan ibadah haji ke Baitullah yang diikuti oleh jutaan kaum muslimin dari seluruh dunia.

Ketua Umum DPP Hidayatullah KH DR Nashirul Haq, MA, mengajak segenap kaum muslimin untuk memaknai helatan tersebut bukan saja semata ritual tetapi bisa menarik hikmah yang mendalam dari khazanah Islamiyah tersebut.

Tentang momen haji, misalnya. Kata beliau, selain sebagai ibadah ritual (‘ubudiyah) haji juga mengandung dimensi sosial (ijtima’iyah)

“Rukun Islam yang merupakan ibadah tahunan ini sungguh menjadi momen yang sangat strategis dari aspek sosial, ekonomi dan politik,” katanya kepada media ini beberapa waktu lalu.

Menurutnya, berhimpunnya jutaan kaum musilimin di tanah suci seharusnya dimanfaatkan untuk konsolidasi dan koordinasi dalam menghadapi problematika keummatan secara global.

Rangkaian pelaksaan ibadah haji dan ritual Qurban sejatinya memuat pesan penting tentang spirit yang dibawa oleh Islam sebagai agama yang meninggikan martabat manusia serta membawa pesan-pesan kemanusiaan untuk memanusiakan manusia.

“Seandainya musim haji dijadikan momen untuk menggalang persatuan ummat, menyatukan visi dan membangun sinergi, maka ummat Islam akan memiliki kekuatan dalam mewujudkan peradaban Islam yang agung di seluruh dunia,” imbuhnya.

Beragam ritual Islam dengan segala keutamaannya di bulan Dzulhijjah ini di samping sebagai ajang mendulang pahala dan menghapus dosa setiap pribadi muslim, juga merupakan momentum kebangkitan umat untuk kebaikan semesta. (ybh/hio)

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.