Lindungi Generasi Muda Dengan Tiga Benteng

Sabriati Azis, Sumber Gambar: Hidayatullah.com

DEPOK (Hidayatullah.or.id) — Presidium Badan Musyawarah Organisasi Islam Wanita Indonesia (BMOIWI) Dr Sabriati Azis M.pd menyebutkan ada tiga hal yang menjadi benteng pertahanan utama untuk menjaga generasi sehingga pengokohan jati diri keluarga dapat tercapai. Hal tersebut disampaikan pada webinar pra musyawarah nasional (Munas) ke-V Hidayatullah (19/09/2020).

“Keluarga tentunya perlu dibentengi, sehingga genersi kita terlindu dari hal-hal yang merusak. Tiga penjaga benteng ini ialah negara, masyarakat, dan juga keluarga” jelasnya.

Sabriati mengutip sebuah hadis nabi Muhammad SAW mengenai kenapa negara menjadi alasan perlindung generasi “Sesungguhnya iman (Khalifah) itu laksana perisai, tempat orang-orang berperang di belakangnyaa dan berlindung denganya. (HR. Muslim)”. Ia mengatakan kewajiban sebuah negara ialah sebagai penjaga benteng dari serangan-serangan yang meyebabkan generasi islam khususnya kehilangan jati dirinya.

“Tentunya negara mempunyai kewajiban sebagai penjaga gerbang, penjaga utama generasi kita dari serangan-serangan yang dapat merusak moral mereka, sebagaimana hadis nabi yang saya sebutkan tadi” ucapnya.

Selain negara, masyarakat juga mempunyai kewajiban untuk menjaga generasi kita. Sabriati mengatakan bahwa kurangnya kepekaan masyarakat dalam melakukan amar ma’ruf nahi mungkar dapat menyebabkan adanya kerusakan moral di masyarakat dan hal tersebut dapat menenggelamkan mereka sendiri.

“Suatu komunitas masyarakat jika mengabaikan atau membiarkan begitu saja terhadap hal-hal yang dapat merusak generasi dan tidak melakukan amalan amar ma’ruf nahi mungkar maka bisa jadi mereka akan semakin tenggelam dalam kerusakan moral” jelas Sabriati.

Selain negara yang menjadi benteng utama dan juga masyarakat, keluarga juga mempunyai kewajiban menjega generasi bangsa. Bahkan keluarga menjadi madrasah pertama bagi generasi bangs ini. Dengan banyaknya pihak yang ingin merusak generasi bangsa, seperti maraknya tersebar situs porno, usaha mereka melegalkan LGBT, penjualan narkoba yang mengincar usia usia remaja. Tentunya hal ini menjadi pekerjaan rumah yang berat bagi keluarga. Maka menurut Sabriati setidaknya para keluarga mendidik generasi untuk beriman serta bertaqwa kepada Allah SWT.

“Dengan banyaknya hal yang dapat merusak generasi, keluarga mempunyai pekerjaan rumah yang berat. Setidaknya para keluarga mengajari generasi kita untuk beriman serta bertaqwa kepada Allah SWT, lalu mengajarkan mereka tentang adab, zikir, ilmu dan hal-hal dasar yang dapat melindungi mereka” pungkasnya *Amanjikefron

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.