Mushida Terus Teguhkan Pengabdian Keumatan

DEPOK (Hidayatullah.or.id) — Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, KH DR Nashirul Haq, mendorong organisasi pendukung (orpen), Muslimat Hidayatullah, untuk terus meneguhkan cinta pengabdian berkhidmat untuk agama dan umat. Komitmen tersebut selaras dengan gerakan Hidayatullah yang telah berkiprah selama lebih dari 47 tahun.

“Hidayatullah telah memegang teguh kesetiaan, semangat mengabdi kepada Ilahi, berkhidmat untuk agama dan ummat, serta berkhidmat untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia lewat berbagai program di bidang pendidikan, dakwah, sosial, dan ekonomi keummatan,” kata Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, KH DR Nashirul Haq, MA.

Hal tersebut disampaikan Nashirul ketika membuka Musyawarah Nasional (Munas) ke-V Muslimat Hidayatullah yang digelar secara virtual bertitik koordinat utama di Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Depok, Jawa Barat, Sabtu (26/12/2020).

Nashirul berharap gelaran Musyawarah Nasional Muslimat Hidayatullah kali kelima ini semakin meneguhkan kiprah dan cinta muslimat dalam mengabdi kepada umat, agama, bangsa dan negara.

“Yang menjadi tantangan bahwa Muslimat Hidayatullah harus serius dan fokus menjalankan peran dan fungsinya untuk membangun keluarga Qur’ani menuju peradaban Islam,” jelas anggota Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI) Pusat ini.

Lebih lanjut, Nashirul juga mengungkapkan bahwa rahasia suksesnya seorang suami dalam menjalankan amanahnya tergantung pada peran istri dan muslimah dalam me-manejerial keluarga di rumah.

Dalam pada itu, yang tak kalah penting, Nashirul mengimbau bagi seorang muslimah yang diberi amanah untuk dakwah di luar rumah harus menjalankan tugasnya dengan proporsional.

“Tak ada yang didahulukan, dan tak ada pula yang diabaikan. Semuanya harus berjalan seimbang sebagaimana ummahatul mukminin, istri Nabi yang juga berperan sebagai daiyah yang memiliki tanggung jawab di luar rumah,” tambahnya.

Dia melanjutkan, seorang muslimah memiliki jiwa dan paradigma berpikir yang lurus hingga menjadi karakter yang melekat dalam dirinya. Paradigma yang lurus tersebutlah yang akan mengantarkan kesuksesan setiap pribadi muslimah.

“Pola pikir harus berpijak pada wahyu Allah. Sehingga program yang diwujudkan Mushida merupakan derivasi dari Al-Quran dan sunnah,” ucap Nashirul di hadapan peserta offline terbatas yang hadir secara langsung di ruang acara.

Masih dalam sambutannya, Nashirul menyampaikan pesan kepada segenap kader Muslimat Hidayatullah agar senantiasa menjaga ukhuwah dan tidak meninggalkan barisan jamaah seraya menukil sebuah hadits dari sahabat Umar bin Khattab yang diriwayatkan Ibn Khuzaimah dan al-Hakim:

“Jika ada suatu kelompok sebanyak tiga orang hendaknya mereka mengangkat salah seorang dari mereka sebagai pemimpin atas mereka. Itulah amir yang diperintahkan oleh Rasulullah saw”.

“Setiap kader adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kaum muslimin. Spirit harus selalu menyatu untuk meninggikan kalimat tauhid. Mushida adalah wasilah dalam berislam, dan sebagai wadah penyebaran dakwah dalam rangka membangun peradaban Islam,” pungkas Nashirul.

Munas dengan tema “Meneguhkan Integritas Muslimah Demi Tegaknya Peradaban Islam” ini digelar secara virtual, dengan pusat kegiatan di Pondok Pesantren Hidayatullah, Kota Depok, Jawa Barat.

Peserta yang hadir offline dibatasi yang terdiri dari Pengurus Majelis Murobbiyah, Majelis Penasehat, Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah, serta perwakilan dari Pengurus Wilayah dari seluruh provinsi di Indonesia.

Acara Munas secara virtual ini juga diikuti seluruh Pengurus Wilayah dan Pengurus Daerah melalui aplikasi meeting Zoom yang pembukaan acara disiarkan melalui live streaming kanal Youtube Hidayatullah ID.

Sementara itu, Ketua Panitia Munas V Muslimat Hidayatullah, Neny Setiawaty, dalam sambutannya menyampaikan acara ini mematuhi peraturan dan menerapkan protokol kesehatan ketat sebagaimana telah ditetapkan.

“Semua peserta wajib mematuhi protokol kesehatan seperti menjaga jarak, menghindari kontak fisik, memakai hand sanitizer, mencuci tangan, dan selalu memakai masker,” jelasnya.

Neny juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan acara ini.*/Arsyis Musyahadah