Muhaimin Iqbal Bahas Urgensi Keuangan Islam Lawan Riba

Muhaimin IqbalHidayatullah.or.id – Ekonom yang juga praktisi keuangan syariah, Muhaimin Iqbal, membahas sisi lain dari keunggulan asuransi syariah Takaful di sela acara Rapat Konsultasi DPP Hidayatullah dan Dewan Mudzakarah di Villa Puncak, Cinagara, Bogor, Jawa Barat, Selasa (02/04/2017).

Muhaimin mengatakan umumnya masyarakat Indonesia telah terperperangkap dalam jeratan riba yang mematikan. Dalam hal produksi, misalnya hampir di setiap barang yang kita konsumsi dan digunakan sehari-hari saat ini menjadi mahal karena riba menyusup di ongkos produksinya. Bahkan seluruh kebutuhan sehari-hari pada sandang, pangan, dan papan semuanya dibebani dengan biaya bunga.

Parahnya lagi, lanjut Muhaimin, efeknya praktis riba ini sangat serius karena bank yang mengelola dana masyarakat akan mengambil margin yang kurang lebih sama dengan yang diberikan ke para penabungnya. Bila ke masyarakat bunga yang diberikan 6%, ditambah jumlah yang sama untuk bank-nya – maka kalau Anda hendak pinjam ke bank untuk usaha – Anda terkena beban bunga sekitar 12 % per tahun.

Karena itu menurut Muhaimin jalan satu–satunya untuk negeri ini bisa memakmurkan rakyat adalah bila kita bisa membebaskan diri dari belenggu riba. Seraya mengutip Surat Al-Baqarah ayat 275 sampai 283 sebagai solusinya.

“Begitu Allah memperingatkan ancaman riba, Allah langsung memberikan solusinya yaitu jual beli,” katanya.

Dia menjelaskan, salah satu jenis jual beli yang mengandung rukhsah (kemudahan dari Allah) seperti jual beli dengan akad salam misalnya, sudah akan bisa mengatasi tiga masalah tersebut di atas sekaligus – yaitu masalah pasar, produksi dan modal.

Dengan pemanfaatan teknologi Muhaimin memandang pengelolaan keuangan Islam akan bisa diselenggaralan lebih baik lagi khususnya di bidang takaful atau asuransi syariah.

Muhaimin menyebutkan salah satu teknologi yang saat ini sedang dikembangkan oleh pihaknya untuk dipakai oleh perusahaan asuransi syariah misalnya adalah sebuah system yang disebut Responsive Contribution System.

Dia menjelaskan, dalam Responsive Contribution System, contribution rate yang adil dan akurat akan terbangun setelah tolong-menolong itu berjalan dalam periode tertentu – semakin lama berjalan akan semakin akurat karena system akan menyesuaikan secara otomatis terhadap rata-rata bergerak ( moving average) rasio antara tingkat resiko terhadap tingkat kontribusi.

Manfaat lain dari system ini adalah setelah dana terkumpul cukup besar, dapat juga dikembalikan ke masyarakat luas dalam bentuk sumber dana ketiga. (ybh/hio)

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.