Kampus Utama Hidayatullah sebagai Model Pelaksanaan Mainstream Gerakan

DEPOK (Hidayatullah.or.id) — Alhamdulilah, Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kampus Induk dan Kampus Utama Hidayatullah telah diselenggarakan yang dibuka oleh Ketua Umum DPP Hidayatullah KH Dr Nashirul Haq, MA, di SP Ballroom, Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Depok, Jum’at (19/4/2019) malam.

Rakornas Kampus Induk dan Kampus Utama Hidayatullah yang mengangkat tema “Optimalisasi Peran Kampus Induk dan Utama sebagai Model Pelaksanaan Program Mainstream” ini diikuti oleh pengurus inti pengurus dari kampus Induk dan kampus Utama yaitu Balikpapan, Surabaya, Depok, Makassar, Samarinda, Timika, Batam, dan Medan.

Dalam sambutannya membuka acara tersebut, Ust Nashirul Haq, mengapresiasi penyelenggaraan Rakornas Kampus Utama dan Induk yang ke-8 yang menurutnya merupakan helatan yang spesial karena, Alhamdulillah, akhirnya bisa menempati gedung aula baru.

Agenda Rakornas tahunan ini akan membahas dan mengkoordinasikan beragam hal terutama tentang penguatan Kampus Induk dan Kampus Utama Hidayatullah sebagai model pelaksanaan mainstream gerakan.

Selain itu, juga membahas lebih mendalam tentang bagaimana pemantapan dan pengembangan ekonomi berbasis halaqah yang sejauh ini telah mulai berjalan di berbagai daerah dengan beragam pencapaian yang menggembirakan.

Rakornas yang berlangsung selama 3 hari ini pula membahas sejumlah agenda pendirian dan revitalisasi Perguruan Tinggi Hidayatullah (PTH) sebagai pabrik lahirnya sumber daya manusia yang mumpuni, kapabel, berdedikasi dan berintegritas.

Apalagi, dalam catatan Litbang DPP Hidayatullah, sedikitnya 80 persen SDM yang kini berkarya di dalam struktural dan penggerak Hidayatullah merupakan tenaga yang lulus dari perguruan tinggi Hidayatullah.

“Diharapkan PTH bisa lebih berkembang dinamis, massif dan kompetitif,” kata Ust Nashirul.

Beliau mengatakan, karakteristik PTH memiliki kekhasannya sendiri sehingga tak saja diminati namun juga mampu melahirkan lulusan yang berkualitas dan berdaya saing.

Karena itu, lanjunya, PTH akan terus dikembangkan sehingga kelak dapat bermetamorfosisi menjadi universitas agar orientasi perkaderan umat semakin menjangkau masyarakat secara luas dan terus memberikan manfaat untuk masyarakat.

Ust Nashirul juga mendorong penguatan dakwah dan silaturrahim di lingkaran sekitar kampus. Apalagi, terangnya, kita punya program rutin bernama dakwah fardhiyah yang termaktub dalam Gerakan Nawafil Hidayatullah (GNH) dimana di dalamnya menuntut para kader menjadi dai di lingkungan dimana dia berada.

“Gerakan Hidayatullah tidak ekslusif atau terbatas hanya pada area atau di kalangan tertentu saja. Dakwah Hidayatullah ini bersifat inklusif, terbuka dan merangkul umat secara luas. Semua adalah ladang dakwah kita bersama-sama,” pungkasnya.

Acara pembukaan Rakornas Kampus Induk dan Utama Hidayatullah ini dihadiri pembina yang juga pendiri Pesantren Hidayatullah Depok, KH Dr Abdul Mannan dan Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Depok Ust Lalu Mabrul dan jajaran serta sejumlah dai senior seperti Ustadz Abdul Qadir Jailan, Ustadz Hasyim HS dan lain-lain.

Acara pembukaan semakin spesial karena turut dihadiri Pimpinan Umum Hidayatullah KH Abdurrahman Muhammad dan tampak sesepuh Hidayatullah, Bapak Tahtit Eko Budi Susilo, yang juga dikenal sebagai tokoh politisi senior Indonesia dan merupakan guru bangsa yang telah malang melintang di dunia jurnalisme. (ybh/ho)

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.