Tingkatan Mutu SDI, Hidayatullah Adakan Training Online

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Departemen Sumber Daya Insani (SDI) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah menyelenggarakan upgrading kepemimpinan dan manajemen online dengan tema “Penguatan Kepemimpinan dan Keterampilan Manajerial untuk Mewujudkan Organisasi yang Unggul” pada tanggal 8-14 Ramadan 1441 / 2-8 Mei 2020 diikuti oleh 54 peserta utusan dari sembilan Dewan pengurus wilayah (DPW).

Ketua departemen SDI DPP Hidayatullah, Abdul Muhaimin, SPi, MM menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk menstandarkan pemahaman tentang organisasi beserta peraturan dan kebijakannya, juga meningkatkan jiwa kepemimpinan dan keterampilan manajerial yang terkait dengan bidang tugas kader sebagai seorang pengurus baik di lini struktural, kultural, fungsional maupun profesional di Hidayatullah, serta menyiapkan peserta untuk lebih siap memimpin maupun dipimpin.

“Standarisasi SDI ini penting agar tercipta sinergitas dan integrasi program antara induk organisasi, amal usaha dan badan usaha milik organisasi guna meraih maksud dan tujuan organisasi sebagaimana yang tercantum pada pedoman dasar organisasi Hidayatullah. Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk mendukung terwujudnya sentralisasi kebijakan dan pengelolaan semua sumber daya yang ada di organisasi,” kata Abdul Muhaimin dalam wawancara kami (06/05/2020).

Abdul Muhaimin juga menerangkan bahwa pola baru pelatihan online ini diadakan saat pandemi covid-19 mewabah. Rupanya hal ini merupakan sisi lain yang bersifat positif dari kondisi para peserta dan narasumber yang tak memungkinkan melakukan bepergian dan bertatap muka langsung, yang mana sebelumnya telah diusulkan perlu adanya jenis pelatihan tertentu yang dilaksanakan secara online.

“Upgrading ini adalah pelatihan tingkat dasar di bidang kepemimpinan dan manajemen, dimana materi yang sama dengan pelatihan ini telah diikuti oleh 502 pengurus Hidayatullah yang diadakan secara konvensional (tatap muka) sebanyak 14 angkatan dengan nama kegiatan upgrading pengurus struktural organisasi dan konsolidasi. level berikutnya dari pelatihan ini adalah training kepemimpinan.” jelasnya.

Meskipun kali ini merupakan upgrading pertama secara online, namun para peserta ternyata dapat cepat beradaptasi. Antusiasme terhadap kegiatan ini tampak dari adanya 22 orang calon peserta yang dengan terpaksa tidak tertampung menjadi peserta dan dipersilakan untuk mengikuti upgrading angkatan berikutnya dikarenakan pertimbangan efektifitas kelas. Antusiasme peserta juga tampak pada responnya yang tinggi pada pesan-pesan tertulis di WA group yang diinisiasi oleh panitia.

Panitia memberikan pesan-pesan di grup WA ini dimaksudkan agar peserta tetap dapat disiplin mengikuti ketentuan pelatihan online pertama mereka ini sehingga pelatihan dapat berjalan optimal dan efektif. Di antara hal yang baru tercipta secara kondusif pada hari kedua adalah kesadaran dan kedisiplinan peserta dalam mematikan mikrofon saat narasumber bicara dan memanfaatkan chat untuk bertanya kepada narasumber.

“Keaktifan peserta juga terlihat dari adanya peserta yang memberikan komentar di group WA tersebut bahwa dirinya sedang mengerjakan tugas mandiri upgrading hingga larut malam pukul 23.00. Namun, sayangnya beberapa peserta ada juga yang tidak dapat mengikuti pelatihan ini dengan baik dikarenakan faktor jaringan. Selain di area perkotaan, peserta angkatan ini ada yang tinggal di pedesaan, ada yang di kepulauan terluar dan ada yang di kabupaten terluar di Indonesia timur” terang Abdul Muhaimin.

“Pelatihan aspek kepemimpinan dan manajemen ini insyaallah akan terus diadakan secara berkelanjutan, berjenjang dan terencana lebih baik lagi. Keberadaan pelatihan ini dan daurah marhalah ula/wustha, misalnya, yang lebih fokus mengkaji aspek manhaj gerakan dakwah dan tarbiyah adalah saling melengkapi dan sangat bermanfaat bagi kader dan pengurus untuk ber-Hidayatullah dan berislam lebih baik” jelas Abdul Muhaimin.

Abdul Muhaimin berharap pelatihan seperti ini dapat terus diadakan, baik secara online maupun tatap muka langsung, sehingga terciptanya standarisasi SDI serta sinergitas dan integrasi program antara induk organisasi, amal usaha dan badan usaha milik organisasi guna meraih maksud dan tujuan organisasi sebagaimana yang tercantum pada pedoman dasar organisasi Hidayatullah.

“Kita berharap pelatihan ini, baik secara online maupun tatap langsung, akan diadakan lagi pada priode kepengurusan ini dan kepengurusan yang akan datang agar standarisasi dan sentralisasi SDI Hidayatullah dapat tercapai,” jelas Abdul Muhaimin.*Amanjikefron

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.