Pelatihan Implementasi Pilot Project HiMall.id Sebagai Strategi Umat Memenagkan Ekonomi

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Salah satu misi Hidayatullah untuk selalu memberdayakan dan memandirikan umat secara ekonomi terus diupayakan untuk segera terealisasi sepenuhnya. Upaya memberdayakan umat ialah membentuk HiMall.id. Himall.id sendiri merupakan layanan toko online milik Hidayatullah yang tentunya pengelolaan dan seluruh bentuk transaksinya memiliki nilai syariah. HiMall sendiri merupakan platform e-commerce yang dimiliki oleh Hidayatullah, yang dikembangkan bersama dengan PT Visi Jaya Indonesia.

Bapak Dr. Marzuki Ali, ketua P3M (Pusat Pengembangan Pesantren dan Masyarakat), pada sambutanya dalam pelatihan dan pendampingan implementasi Himall.id, beliau mengapresiasi Hidayatullah yang selalu mendidik santrinya dalam kemandirian ekonomi. Ia mengatakan bahwa sesungguhnya umat islam memang harus memenangkan ekonomi sehingga tidak mudah dikuasai oleh kepentingan apapun selain Islam.

“Saya sangat mengapresiasi Hidayatullah yang selalu mengajarkan kemandirian ekonomi kepada para santrinya. Umat Islam seharusnya memenangkan peperangan ekonomi, sehingga umat islam tidak mudah dikuasai oleh kepentingan apapun” jelasnya (18/10/2020).

oleh karena itu, mantan ketua DPR-RI ini mengatakan salah satu jalan terkuat dalam memenangkan ekonomi, ialah umat islam harus bersatu dan bersama-sama membangun kemandirian ekonomi umat. Sesungguhnya akan sangat sulit jika usaha memandirikan dan memenangkan ekonomi dilakukan sendiri-sendiri. Namun, jika bersama maka umat akan sangat kuat.

“Oleh karenanya umat harus bersinergi. Yang namanya sinergi itu, ya harus saling untung, tidak ada yang untung dan ada yang dirugikan, dan Hidayatullah harus jadi pionir ini” imbuhnya.

Sementara itu Bapak Heppy Trenggono selaku Komisaris PT Visi Jaya Indonesia dan PT Niaga Indonesia menjelaskan bahwa mereka yang akan memenangkan ekonomi ialah yang memiliki ideologi juang dan beliau menganggap Hidayatullah telah memiliki ideologi juang itu semenjak lama.

“Hidayatullah telah memiliki ideologi juang sejak lama. Tentunya ini merupakan syarat yang memang harus dimiliki jika ingin memenangkan ekonomi ini” jelasnya.

Heppy juga mengatakan bahwa dengan pesatnya pertumbuhan teknologi yang sangat pesat memicu pertumbuhan bisnis juga mengalami perubahan. Keberadaan tokoh-tokoh online secara tidak langsung menggusur tokoh ofline yang ada. dari sinilah tantangan umat harus memenangkan pertarungan online ini.

“perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat, sehingga memicu perubahan model bisnis serta cara pembayaran, maka bisa jadi beberapa tahun kedepan, yang ramai adalah toko online, dimana secara tidak langsung mereduksi keberadaan toko/mall yang sementara ini ada. Selain itu, bisa jadi dunia ini akan mengarah ke cashless, artinya cara transaksi manusia sudah tidak menggunakan uang tunai, tetapi hanya menggunakan perangkat mobile phone. Umat Islam harus memenangkan pemanfaatan teknologi digital ini, meski agak ketinggalan, tetapi harus dimulai” jelas beliau.

Asih Subagyo Kepala Bidang Perekonomian DPP Hidayatullah menjelaskan bahwa sebenarnya Hidayatullah telah memasuki dunia bisnis digital beberapa tahun yang lalu. Namun, dikarenakan belum memiliki platform dan dukungan sumber daya yang memadai maka tidak dapat berjalan dengan baik. Tentunya Hidayatullah telah belajar dari pengalaman dan akan memakai strategi pilot project.

“Belajar dari pengalaman itu, maka dalam implementasinya, saat ini dengan strategi pilot project. Dipilih Jawa Timur, karena secara infrastruktur dan kesiapan sumber daya, lebih lengkap dan lebih siap dibandingkan dengan daerah lai” Terang Asih Subagyo.

Asih juga mengatakan bahwa dengan banyaknya sumber daya yang dimiliki Hidayatullah saat ini maka akan dimanfaatkan sebaik-baik mungkin. Sehingga apa yang menjadi cita-cita Hidayatullah dalam memerdayakan umat secara ekonomi segera terealisasi.

“Sebab, kita akan menciptakan ecosystem closed loop yang melibatkan Amal Usaha dan Badan Usaha serta seluruh stakeholders yang ada, sehingga akan menjadi kekuatan ekonomi riil umat nantinya” ucap Asih.

Selanjutnya pada sesi demo dan pendampingan, dijelaskan semua berkenaan dengan keunggulan dan fitur yang dimiliki oleh HiMall.id ini kedepan, serta dukungan eidupay sebagai alat pembayarannya, sambi menggali masukan dari peserta. Harapannya dari transaksi pembayaran di HiMall.id, pembayaran pulsan, air, PLN, pembayaran SPP, ZISWAF, dan lain sebagainya nanti bisa di-cover oleh e-commerce ini. 

Secara konsep dan teknis sudah cukup memadai, namun memang masih perlu pembenahan di beberapa fitur dan fungsi, sehingga mampu bersaing dan unggul dibandingkan dengan platform sejenis lainnya. Semoga, ikhtiar ini, akan memperkuat ekonomi umat, dan memenangkannya. Acara tersebut diikuti oleh 25 peserta, yang mewakili amal usaha dan badan usaha di Jawa Timur dan tingkat pusat.

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.