Ketum Tekankan Pentingnya Tri Konsolidasi di Muswil Banten

BANTEN (Hidayatullah.or.id) — Gelaran Musyawarah Wilayah Hidayatullah pekan ini masih berlangsung diberbagai wilayah, seperti di Sulawesi Selatan, Jawa Timur, dan termasuk Banten.

Hadir membuka Muswil Hidayatullah Banten adalah Ketua Umum DPP Hidayatullah, Dr. Nashirul Haq, MA.

Dalam sambutan pembukaan, pria yang juga akrab disebut dengan nama UNH itu memberikan apresiasi kepada DPW Hidayatullah Banten dan selanjutnya menekankan poin-poin penting yang harus dipahami oleh para kader.

“Saya melihat, perkembangan Hidayatullah di Banten sangat signifikan. Ini harus terus ditingkatkan,” ucapnya.

“Bahkan, kalau melihat historis penugasan Ketua dan Sekretaris DPW periode yang akan berakhir sekarang ini, luar biasa. Mereka belum terima SK, baru dapat informasi, sudah berangkat,” imbuhnya yang disambut pekikan takbir hadirin.

Menurut Nashirul itulah bagian dari jati diri Hidayatullah, dimana setiap kader, harus siap ditugaskan untuk dakwah dan tarbiyah kapan dan kemanapun.

“Ini kesyukuran kita. Kekuatan Hidayatullah ada pada keteguhannya membangun mental kader, bukan semata wawasan dan kecerdasan. Sebab, mental itu harus ditempa langsung, tidak cukup teori dan penjelasan. Harus dirasakan langsung nikmatnya bertugas itu,” tegasnya.

Oleh karena itu, kolumnis Majalah Hidayatullah ini mendorong agar para kader menjalankan tiga kunci utama untuk kultur lembaga yang solid.

“Pertama, konsolidasi idiil. Kedua, konsolidasi organisasi. Ketiga, konsolidasi wawasan,” tuturnya.

“Konsolidasi idiil secara langsung dikawal oleh Dewan Murobbi, yang ada di Pusat dan juga Wilayah. Jadi, kalau ada kader futur semangat perjuangannya, maka bisa “melapor” ke Dewan Murobbi. Karena Dewan Murobbi ini yang bertugas menguatkan semangat perjuangan para kader di lapangan.

Kemudian, konsolidasi organisasi ini erat kaitannya dengan kesadaran dan komitmen diri kita kepada regulasi yang telah ditetapkan, yang di lembaga ini telah memadukan konsep imamah jama’ah dengan manajemen modern. Jadi, tidak sebatas manajemen, ada ruhnya yakni imamah jama’ah, inilah Sistematika Wahyu.

Nah, yang selanjutnya adalah konsolidasi wawasan, ini kaitannya dengan keilmuan sehingga kita mampu menjadi manusia yang bijaksana. Terutama di era media sosial, kata-kata dalam setiap status yang kita buat harus memiliki kekuatan baik yang mengundang kecerdasan para pembaca maupun yang memberikan pencerahan, sehingga yang kita sebarkan adalah kekuatan dakwah, bukan kalimat yang kosong dari nilai kebijaksanaan. Akibatnya gara-gara status media sosial banyak energi terkuras bahkan harus berurusan panjang dengan berbagai pihak, sayang sekali,” urainya.

Terakhir UNH berpesan agar para pengurus yang dipilih pada periode mendatang harus menetapkan setiap program yang diagendakan dan dijalankan benar-benar dilandasi dan dijiwai oleh nilai-nilai dakwah dan tarbiyah.*ImamNawawi

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.