SAR Hidayatullah Turut Dalam Identifikasi dan Penyelaman Bawah Laut Titik Sriwijaya

Perjalanan tim rescue gabungan menuju antara Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu. (Foto: screencapture hidayatullah.or.id)

KEPULAUAN SERIBU (Hidayatullah.or.id) — Utusan relawan SAR Hidayatullah turut bersama dengan Tim Rescuer Gabungan dalam melakukan upaya identifikasi dan penyelaman bawah laut titik jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang berlokasi antara Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu.

Tim Rescuer Gabungan pada Selasa siang melakukan identifikasi dan penyelaman bawa laut. Mereka dikerahkan untuk membantu pencarian serpihan dan korban pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh tidak lama usai lepas landas dari bandara Soekarno Hatta menuju Pontianak.

Diantara personel dari SAR Hidayatullah yang turut dalam evakuasi ini yaitu Murdianto yang sudah bersertifikat penyelam dan Sapriadi untuk water rescue. Mereka dikerahkan secara umum dalam rangka untuk mendukung kegiatan SAR yang dilaksanakan Basarnas, TNI Angkatan Laut serta tim.

Keterangan dari Ketua SAR Hidayatullah, Irwan Harun, yang berada di posko Pelabuhan Tanjung Priok di JICT II Tanjung Priok, Jakarta Utara, Tim SAR gabungan ini akan bertahan selama di lokasi atau paling tidak hingga 5 hari ke depan.

Direktur Operasi Basarnas Brigjen TNI (Mar) Rasman selaku SAR Mission Coordinator (SMC) mengatakan Basarnas berharap Cockpit Voice Recorder (CVR) bisa ditemukan hari ini setelah Flight Data Recorder (FDR) Sriwijaya Air SJ 182 berhasil ditemukan oleh penyelam TNI AL pada, Selasa, 12 Januari 2021 kemarin.

Rasman mengatakan, pencarian akan difokuskan menjadi enam sektor sesuai dengan unsur laut yang terlibat di dalam misi pencarian di hari kelima ini.

Namun demikian, pencarian sifatnya simultan, artinya tidak hanya fokus terhadap CVR saja. Pencarian terhadap korban juga difokuskan termasuk juga puing-puing untuk diangkat ke permukaan.

Basarnas berharap kondisi kesehatan tim SAR di lapangan tetap terpelihara. Karena menurut dia, setelah memasuki empat hari pencarian, kondisi fisik perlu ada recovery.

“Oleh karena itu, kami akan membagi atau mengatur ritmenya supaya yang kemarin mungkin sudah menyelam sekian lama, ya tentu nanti akan kami untuk digilir dengan melihat kondisi yang bersangkutan,” katanya.

Kondisi para penyelam menjadi penting untuk diperhatikan, mengingat saat ini Basarnas terus bertumpu kepada mereka untuk bisa mendapatkan hasil yang terbaik. (ybh/hio)

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.