Visi Tanpa Aksi itu Khayalan, Aksi Tanpa Visi itu Sensasi

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) – Semangat dalam berdakwah adalah satu keniscayaan hidup orang beriman. Itu sebabnya Muslim, lebih khusus para aktifis dakwah, harus mengenali sumber-sumber (mashadir) kekuatan untuk menjaga spirit dan keyakinan yang dimilikinya.

Demikian ditegaskan Pemimpin Umum Hidayatullah, Ust. H. Abdurrahman Muhammad, dalam kesempatan taushiyah di hadapan jamaah Masjid ar-Riyadh, Balikpapan Kalimantan Timur, beberapa waktu lalu.

Menurutn Ust Abdurrahman, sapaan akrab jamaah padanya, asas keyakinan tersebut bisa kuat jika ditopang oleh kekuatan ruh yang bersumber dari wahyu al-Qur’an.

“Wahyu ialah ruh. Sehingga hanya wahyu yang bisa memberi semangat dan kekuatan tanpa batas kepada manusia,” ucap ustadz kelahiran Pare-Pare, Sulawesi Selatan tersebut.

Sumber kekuatan yang lain, lanjut Ust Abdurrahman, terletak pada kekuatan literasi, akhlaq, keterampilan fisik (skill), serta kemampuan leadership dan manajerial seseorang.

“Orang yang bisa menggabungkan ini berarti mengumpulkan sumber-sumber kekuatan yang tak terkalahkan. Apalagi jika ia suka berinfak, ganjarannya tanpa batas,” terangnya.

Masih menurutnya, pendiri Hidayatullah KH Abdullah Said Rahimahullah biasa memotivasi para kadernya dahulu bahwa kita semua ini “karyawan Allah” yang gajinya tidak terbatas (ajrun ghairu mamnun).

“Jadi biasa itu (saat) almarhum mengirim petugas dakwah ke daerah, ‘hei karyawan Allah, berangkatlah! Bekerjalah dan pergilah menolong agama Allah! Tolonglah agama Allah ini (pasti) gajimu tidak terbatas!’” seru Ust Abdurrahman sambil menirukan suara sahabat karibnya itu.

Lebih jauh, Pemimpin Umum Hidayatullah mengingatkan bahwa kehadiran kampus-kampus Hidayatullah yang tersebar merupakan wujud nyata iman yang diperagakan.

“Ini aksi namanya, yaitu proses yang dilakukan untuk mencapai visi. Visi tanpa aksi ialah khayalan, visi tanpa implementasi (ialah) khayalan. Aksi tanpa visi (ialah) sensasi,” sambungnya.

Menurut Ust Abdurrahman sensasi adalah pekerjaan sepintas dan parsial saja, biasa dilakukan karena ada interest di sana.

“Maka berbahagialah jika terlibat di jalan dakwah ini. Siapkan diri selalu, jangan pernah mundur! Tapi kuatkan ruhnya, kuatkan akhlaq dan kepemimpinannya,” tutup ustadz penuh semangat (22/12/2021).*/Masykur Suyuthi/MCU