Halal Bihalal SAR Hidayatullah Teguhkan Spirit Kerelawanan

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

DEPOK (Hidayatullah.or.id) – Pengurus Pusat SAR Hidayatullah menggelar acara Silaturrahim dan Halal Bihalal bertajuk “1000 Ketupat” yang berlangsung di Komplek Pendidikan PAUD Al Istiqomah, Cikaret, Depok, Jawa Barat, Ahad (30/07/2017).

Tidak saja dihadiri oleh fungsionaris dan keluarga relawan SAR Hidayatullah, acara ini juga mengundang segenap kader Hidayatullah se-Jabodebek yang diinvitasi melalui grup WhatsApp dan jalur media sosial lainnya.

Ketua Umum SAR Hidayatullah, Syaharuddin Yusuf, yang dalam acara ini sekaligus dalam rangka aqiqah anaknya yang ke-6, mengatakan bahwa halal bihalal dan silaturrahim bertajuk “1000 Ketupat” ini mengandung makna yang mendalam.

“Ketupat itu sendiri memiliki substansi filosofis yang sangat dalam. Ketupat bukan saja tentang kerumitan prosesnya atau kekhasan citarasanya, tetapi juga meneruskan pesan-pesan tentang kerelawanan dan kemanusiaan kita,” kata Syahar dalam rilisnya, Ahad.

Syahar menjelaskan, penggunaan janur sebagai bungkus ketupat menunjukkan identitas budaya pesisiran yang banyak ditumbuhi pohon kelapa.

Hal ini, lanjut Syahar, memberi pesan bahwa setiap relawan SAR Hidayatullah harus hadir di hati umat dengan membawa jatidiri Hidayatullah dan akhlak Islam yang melekat dalam dirinya.

Janur berwarna kuning pada ketupat, imbuh Syahar, mengalirkan pesan energi kerendahhatian sebagaimana kependekan arti janur yakni jatining nur, atau hati nurani.

“Tema ‘seribu ketupat’ ini ingin menancapkan spirit bahwa relawan SAR Hidayatullah harus selalu belajar kepada siapapun dan hendaknya selalu rendah hati,” pesan Syahar.

Lebih lanjut, jelas Syahar, janur yang kemudian dianyam sebagai wadah ketupat merupakan simbol kompleksitas di mana SAR Hidayatullah harus menjadi relawan yang humanis tanpa memandang suku, ras, aliran dan agama. Namun, tetap selalu berpegang teguh pada prinsip-prinsip aqidah Islam yang universal.

Syahar pun memberi refleksi filosofis tentang bentuk ketupat. Kata Syahar, bentuk ketupat bersegi empat menandakan empat penjuru mata angin, yang bermakna ke mana pun manusia pergi tidak boleh melupakan Kiblat sebagai arah shalat.

“Artinya, dalam kondisi bagaimanapun, termasuk ketika terjun ke medan bencana, relawan SAR Hidayatullah hendaknya selalu shalat berjamaah 5 waktu untuk meminta pertolongan Allah Ta’ala” kata Syahar menjelaskan.

Syahar berharap Halal Bihalal “1000 Ketupat” SAR Hidayatullah ini semakin menguatkan simpul jejaring kerelawanan SAR Hidayatullah untuk terus mengabdi untuk bangsa dan kemanusiaan.*

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.