Di Hadapan Santri, Kapolda Ingatkan Pentingnya Ilmu

IMG-20170408-WA029 IMG-20170408-WA030 IMG-20170408-WA058 IMG-20170408-WA061Hidayatullah.or.id – Di hadapan ratusan santri dan jamaah shalat Jum’at di Masjid Ar Riyadh Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Jum’at (07/04/2017), Jenderal Polisi yang Kepala Kepolisian Daerah Provinsi Kalimantan Timur (Kapolda Kaltim) Irjen Pol Safaruddin, mengingtkan pentingnya menuntut ilmu.

“Pada kehidupan bermasyarakat, peranan seseorang yang berilmu sangat menonjol. Kedudukannya di masyarakat terhormat dan disegani,” kata Kapolda ketika menyampaikan khutbah Jum’at siang itu.

Dalam perjalanannya, lanjut Jenderal Polisi ini, seseorang yang berilmu dapat memberikan solusi menghadapi masalah keummatan.

“Dalam pandangan ukhrawi, derajat orang yang berilmu ditinggikan derajatnya. Seperti yang dituliskan di Surat Al Mujadalah Ayat sebelas. Bahwa Allah subhana wa ta’ala mengangkat derajat orang-orang yang berilmu di antara orang lainnya,” terangnya.

Dijelaskan Kapolda, di era globalisasi sekarang, dengan ilmu pengetahuan dan kemajuan teknologi mempermudah beribadah dan mendekatkan diri Kepada Allah Subhana Wa Ta’ala.

“Sekarang kita bisa mendengar adzan meskipun jauh dari mesjid. Bisa mendengar kajian keislaman, menentukan waktu sholat dan beberapa hal lainnya,” imbuh Kapolda yang gemar bersafari ke berbagai lapisan masyarakat ini.

Masih dalam khutbahnya, Kapolda menerangkan, dengan diberikannya akal kepada manusia, maka dinobatkanlah manusia sebagai Khalifah, pemimpin di muka bumi.

“Dengan ilmu, pemimpin dapat mengelola kehidupan untuk kemakmuran dan kesejahteraan orang banyak,” kata Kapolda.

Lanjut, beliau membacakan surat Al-Alaq ayat 1-5 yang menjelaskan tentang penciptaan manusia. Iqro’, menjadi fokus penekanan, bahwa Allah Ta’ala menekankan bagi manusia untuk belajar yakni membaca ilmu kehidupan dengan membaca ayat ayat qauniyah dan qouliyah.

Kapolda satu-satunya di Indonesia yang rutin khotbah Jumat ini menuturkan, dasar ilmu pengetahuan bisa dikaji di Alquran. “Semua ada,” pesannya. Salah satunya di surat Al Alaq. “Yang artinya, bacalah,” kata kapolda.

 

Tetatpi saat ini, menurutnya, manusia cenderung memisahkan antara ibadah dan ilmu, padahal keduanya seharusnya berjalan seiringan.

“Shalat, zakat, puasa itu wajib, begitupun dengan menuntut ilmu dan mencari nafkah juga wajib hukumnya,” jelasnya.

Terbukti dalam sejarah, bagaimana penaklukan Konstantinopel oleh Muhammad Al Fatih. Penaklukan yang terlihat mustahil, tetapi dengan usaha yang bersungguh-sungguh dan memaksimalkan usahanya serta keilmuan yang dimiliki, maka Konstatinopel dapat direbut dengan mengedepankan nilai-nilai kearifan Islam.

Belum lagi pada abad ke 7– 10 Masehi, pada dinasti Abbassiyyah dan Umayyah, Islam menjadi pusat Ilmu pengetahuan. Sebut saja superioritas dalam bidang politik, sosial, ekonomi, arsitektur, pengetahuan alam dan beberapa bidang selainnya.

“Tidak bisa dipungkiri bahwa peradaban Barat belajar ilmu tersebut kepada Islam. Semoga, kebangkitan Islam bisa dimulai dari Pondok Pesantren Hidayatullah Balikpapan. Menjadi umat Islam yang cerdas, sukses dunia dan akhirat,” turur Kapolda menutup khutbahnya.

Ust H Abdul Latif Usman, pembina Pondok Pesantren Hidayatullah berterima kasih dan bersyukur mendapat nasihat dan doa dari kapolda. “Luar biasa doa dan nasihatnya untuk jamaah dan santri,” kata Abdul Latif Usman

Perwira bintang dua ini didaulat sebagai Khatib sholat Jumat dalam rangka safari dakwah Polda Kalimantan Timur. Hadir juga dalam rombongan Wakapolda Kalimantan Timur, Brigjen Pol Drs Mulyana, Kapolres Balikpapan AKBP Jeffri D Juniarta beserta jajaran kepolisian Kalimantan Timur.

Sebelumnya Kapolda Safaruddin juga menjadi khatib di beberapa mesjid di kota Balikpapan antara lain Masjid Istiqomah, Masjid Maninatul Iman, Mesjid Baiturrahman, Mesjid At Taqwa dan beberapa mesjid lainnya. Selain itu safari dakwah juga dilaksanakan di kota samarinda dan kota lain.

Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana dalam keterangannya di Kaltim Brata News mengatakan ini adalah program rutin yang dilaksanakan Oleh Kapolda Kaltim dan jajarannya.

Program kerja ini dimaksudkan untuk mendekatkan jarak antara pihak kepolisian dan masyarakat agar tercipta ketertiban dan keamanan dilingkungan masyarakat.

“Safari Jumat yang dilaksanakan oleh Kapolda rutin dilaksanakan. Seluruh Kapolres hingga Kapolsek juga melaksanakan hal yang sama,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu Kapolda dan jajaran juga melakukan silaturrahim dengan pengurus pondok pesantren serta para santri.*/ Febrian Wardhana, Abdul Ghofar

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.