Hidayatullah dan Ormas Islam Hadiri Halal Bihalal Kapolri

Ketua Dewan Pertimbangan MUI Prof Dr HM Din Syamsudin, MA, saat memberi taushiah dalam acara halal bihalal Kapolri dengan ormas Islam / net

Hidayatullah.or.id – Sejumlah pengurus Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah menghadiri undangan halal bihalal Kapolri dengan ormas Islam digelar di Gedung Smesco, Jakarta, Kamis (20/7) malam.

Tampak hadir juga dalam kesempatan tersebut alim ulama dan tokoh Islam diantaranya Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin, Dewan Pertimbangan MUI Prof Din Syamsudin dan Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nasir.

Dalam sambutannya mewakili alim ulama dan ormas Islam, Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin mengingatkan bahwa semua warga negara Indonesia adalah bersaudara meski berbeda suku, agama, budaya, dan bahasa.

“Mari kita bersyukur karena Bung Karno berhasil merumuskan nilai-nilai Pancasila, yang lalu diterima oleh seluruh elemen bangsa. Bahkan para ulama rela saat tujuh kata dalam Piagam Jakarta dihapus,” kata Ma’ruf Amin.

Menurut Ma’ruf Amin, Indonesia yang berdasarkan Pancasila diterima oleh umat Islam sebagai negara wilayah kesepakatan (darul ‘ahdi).

Ma’ruf menegaskan semua elemen bangsa saling berjanji untuk hidup berdampingan, saling menyayangi, mawaddah wa rahmah, sehingga hidup harmoni.

“Mawadah wa rahmah itu tidak hanya berlaku untuk suami-istri, tapi juga untuk berbangsa. Selain berjanji hidup saling berdampingan, juga saling bekerjasama, berta’awun, saling membantu, sehingga kita jadi bangsa yang bersatu. Inilah inti dari silaturahim, yang sering kita sebut dengan istilah Halal Bihalal,” ujar Ketua MUI.

Kiai Ma’ruf yang juga merupakan Rais Aam Syuriah PB NU, mengemukakan empat bingkai kerukunan untuk menjaga keutuhan NKRI.

Pertama, terang dia, bingkai politis dengan empat pilarnya yakni Pancasila, UUD 45, NKRI, dan bhinneka tunggal ika.

Kedua, bingkai juridis yakni penegakan hukum. Ketiga, bingkai sosiologis yakni kearifan lokal yang bisa digunakan untuk menyelesaikan berbagai masalah sosial.

Dan, Keempat, bingkai teologis, yakni membangun teologi kerukunan antar agama, bukan teologi konflik.

“Dengan empat bingkai kerukunan yang kita jaga, maka kehidupan berbangsa akan menjadi rukun, harmonis, mawadah wa rahmah,” kata Ma’ruf Amin.

Di kesempatan yang sama Din Syamsuddin dalam sambutannya membahas tema halal bihalal tersebut, yakni merajut kebersamaan menuju cita bangsa. Dia membahas lebih dulu frasa kedua, yakni cita bangsa, mengacu pada empat pilar kebangsaan.

Keempat pilar kebangsaan, menurut Din, bersesuaian dengan nilai-nilai Islam. Karena itu ia mengingatkan umat Islam jangan mau diperhadapkan, apalagi dipertentangkan dengan Pancasila, sehingga bangsa ini kehabisan energi dan elan vital untuk mencapai cita-citanya.

Sebaliknya, ia juga mengingatkan agar Pancasila jangan dijauhkan dari Islam.

“Jangan jauhkan negara Pancasila dari Islam. Itu mustahil dan tdk mungkin. Saya mohon, dalam membangun kebersamaan, janganlah Pancasila dijauhkan dari Islam,” kata Din.

Sementara itu Kapolri Jenderal Muhammad Tito Karnavian mengatakan halal bihalal ini sebagai wadah dialog antara kepolisian dengan ormas Islam dan juga para alim ulama.

“Tentang dialog inilah sebetulnya maksud dari pada kegiatan hari ini, yaitu mengambil momentum yang masih suasana hari raya Lebaran Idul Fitri,” kata Tito.

Tito menambahkan bahwa dialog menjadi kunci penting untuk sebuah negara yang cukup besar dan penuh dengan Kebhinekaan.

Adapun ormas Islam yang hadir yakni PP Muhammadiyah, PBNU, Hidayatullah, PP GPII, HMI, PB PII, Komli Himpsi Jaya, FKPPI, Kammi, GP Ansor, DPP Syariat Islam, Parmusi, Dewan Masjid Indonesia, PB Putera Pembebas Bangsa, PP Muslimat NU, PP GPI Islam, PP GP Ansor, DPP LDII, PP GPI Islam, FPPI. (dbs/hio)

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.