Forjim Kunjungi Kampus Hidayatullah Gunung Tembak

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) – Sebelum meliput Ceramah Umum Syaikh Yusuf Estes di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) pada malam harinya, Forum Jurnalis Muslim (Forjim) menyempatkan diri untuk mengunjungi Pondok Pesantren Hidayatullah di Gunung Tembak, Balikpapan, Kalimantan Timur.

“Alhamdulillah, kami diterima baik oleh pimpinan dan para ustadz yang mengajar di pesantren itu. Bahkan kami diajak keliling pesantren yang luasnya puluhan hektar itu,” kata Ketua Umum Forjim Dudy Takdir Sya’bani dalam keterangannya, Selasa (20/3/2018).

Pada kesempatan silaturrahim tersebut, pengurus yang menerima rombongan anjangsana Forjim, menyamapaikan bahwa tahun ini Hidayatullah akan melakukan Silaturahim Nasional (Silatnas) di Balikpapan. Perwakilan Hidayatullah di 34 Provinsi di seluruh Indonesia akan menghadiri acara ini.

Kepada rombongan juga dijelaskan, Hidayatullah awalnya sebuah pondok pesantren yang berdiri di atas lahan wakaf seluas 120 hektar di Gunung Tembak, Balikpapan, Kalimantan Timur. Pondok pesantren ini didirikan oleh Ust Abdullah Said pada 7 Januari 1973.

Dalam perkembangannya, Ust Abdullah Said mengirimkan santri-santrinya untuk berdakwah ke berbagai daerah di seluruh Indonesia, khususnya daerah-daerah minoritas Muslim.

Di tempat tugas yang baru ini, para santri Hidayatullah tak sekadar berdakwah, tetapi juga membangun cabang pondok pesantren Hidayatullah.

Pada akhirnya, tersebarlah ke lebih dari 100 kabupaten di seluruh Indonesia dalam bentuk pondok pesantren tersebut. Fokus kegiatannya adalah sosial, pendidikan, dan dakwah.

Pada Musyawarah Nasional (Munas) Pertama Hidayatullah, 9–13 Juli 2000, di Balikpapan, Hidayatullah mengembangkan menejemennya menjadi organisasi kemasyarakatan (ormas) dan menyatakan diri sebagai gerakan dakwah dan perjuangan Islam.

Dalam perkembangan selanjutnya, ormas Islam Hidayatullah berubah menjadi Perkumpulan Hidayatullah. Keanggotaan, misi, visi, dan konsep dasar gerakan bersifat terbuka.

Sejalan dengan itu, kader-kader Hidayatullah yang sudah tersebar di seluruh penjuru tanah air mulai membentuk Pimpinan Cabang (PC), Pimpinan Daerah (PD) dan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW).

Hingga tahun 2013 ini, Hidayatullah sudah memiliki 33 DPW, 287 PD dan 70 PC. Jumlah DPC, PR dan PAR tidak dicantumkan karena pertumbuhannya yang terus berubah.

Sejak 1978 Hidayatullah melakukan pengiriman da’i ke seluruh Indonesia dan mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Hidayatullah (STIEHID) di Depok, Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman Al-Hakim (STAIL) di Surabaya dan Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Hidayatullah (STISID) di Balikpapan sebagai lembaga pendidikan untuk pengkaderan da’i dengan memberlakukan beasiswa penuh (biaya pendidikan dan biaya hidup) bagi mahasiswa dengan pola ikatan dinas.

Mulai tahun 1998 lembaga pendidikan kader da’i ini telah menghasilkan lulusan dan telah mengirimkan da’i ke berbagai daerah terutama Indonesia Bagian Timur dan Tengah.

Setidaknya setiap tahun, Hidayatullah mengirimkan 150 da’i ke berbagai daerah di Indonesia dengan 50 di antaranya adalah lulusan strata satu dari lembaga pendidikan kader da’i.

Lembaga pendidikan Hidayatullah meliputi Taman Kanak-Kanak dan kelompok bermain pra sekolah, Sekolah Dasar atau Madrasah Ibtidaiyah di hampir semua Daerah, Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah dan Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah setidaknya ada di setiap Wilayah dan 3 perguruan tinggi di Surabaya, Balikpapan dan Depok.

Diketahui, Forjim adalah organisasi profesi jurnalis muslim yang beranggotakan wartawan dari berbagai media baik online maupun cetak.

Komunitas independen ini menjalin networking dan kerjasama dengan segala elemen dalam rangka membangun ukhuwah Islamiyah, mengedepankan amar maruf nahi munkar, mengedukasi umat, memprioritaskan persamaan dan meninggalkan perbedaan. (Panjimas)

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.