Yayasan AR Baswedan Kujungi Kampus Hidayatullah Gutem

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) — Pengelola Yayasan Abdurrahman Rasyid Baswedan mengadakan kunjungan silaturahmi ke Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah di bilangan Gunung Tembak (Gutem), Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, belum lama ini. Rombongan diterima Ust Abul A’la Al Maududi selaku Sekretaris Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah dan sejumlah jajaran.

Dalam kesempatan tersebut Dr. Khamim Zarkasih Putro, M.Si Ketua Dewan Pembina Yayasan Abdurrahman Baswedan menyampaikan sejarah berdirinya Yayasan Abdurrahman Baswedan kepada pimpinan Pondok Pesantren Hidayatullah.
Selain itu, disampaikan pula cita-cita besar yayasan serta agenda dalam waktu dekat. “ Yayasan Abdurrahman Baswedan memiliki cita-cita untuk mendirikan sebuah universitas Islam yang bertaraf regional,” jelas Khamim.

Saat ini, lanjut Khamim, dunia Islam memerlukan pengembangan ilmu pengetahuan atau sains. Hanya dengan kemajuan ilmu pengetahuanlah peradaban Islam dapat menjadi maju kembali.

Untuk itu, Khamim mengajak Pondok Pesantren Hidayatullah untuk dapat bekerjasama ke depan.

“Kita punya visi yang sama yakni memperkuat pengembangan pendidikan, dengan nilai-nilai Islam, tentunya ini dapat menjadi landasan kuat untuk dapat saling bersinergi, bekerja sama,” papar Khamim.

Sedangkan Ust Abul A’la Al Maududi mengatakan bahwa Pondok Pesantren yang dikelolanya sangat terbuka untuk bersinergi dengan Yayasan Abdurrahman Baswedan, terutama untuk memajukan pendidikan Islam.

Al Maududi menyebutkan Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah memiliki lembaga pendidikan mulai dari PAUD hingga Perguruan Tinggi dalam satu kompleks yang luasnya mencapai 127 hektar.

Dalam mendidik para santrinya, Pondok Pesantren Hidayatullah mewajibkan bagi santri putera untuk ke masjid setiap waktu shalat dan menjadikan masjid sebagai pusat kegiatannya. Sedangkan santri puteri diwajibkan untuk memakai jilbab syar’i.

“Dan yang ketiga kami sangat mendorong santri-santri untuk bermuamalah, yakni bersosialisasi, bergotong royong. Ketiga hal ini kami dorong kepada setiap santri yang ada di sini,” jelas Abul A’la Al Maududi.

Dalam kesempatan itu, Yayasan Abdurrahman Baswedan menerima sebuah buku sebagai kenang-kenangan. Empat eksemplar Buku berjudul Mencetak Kader, Perjalanan Hidup Ustadz Abdullah Said Pendiri Hidayatullah.

“Pada bulan November saya berencana akan ke Yogyakarta, dengan senang hati apabila dapat mendiskusikan buku tersebut di Sekretariat Yayasan Abdurrahman Baswedan,” tutup Al Maududi.

Seperti diketahui, Abdurrahman Rasyid Baswedan atau biasa hanya ditulis A.R. Baswedan adalah seorang pahlawan nasional. Semasa hidupnya, dia dikenal sebagai seorang nasionalis, jurnalis, pejuang kemerdekaan Indonesia, diplomat, muballigh, dan juga sastrawan Indonesia.

A.R. Baswedan pernah menjadi anggota Badan Penyelidik Usaha dan Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), Wakil Menteri Muda Penerangan RI pada Kabinet Sjahrir, Anggota Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BP-KNIP) serta Anggota Parlemen.

Dia juga menjadi Anggota Dewan Konstituante. A.R. Baswedan adalah salah satu diplomat pertama Indonesia dan berhasil mendapatkan pengakuan de jure dan de facto pertama bagi eksistensi Republik Indonesia dari Mesir.

Selain berbicara dan menulis dalam bahasa Indonesia, A.R. Baswedan juga menguasai Bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan Bahasa Belanda dengan fasih.(ybh/hio)

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.