Kunjungan Wagub Papua Ke Kampus Hidayatullah Jayapura

Wagub Papua Klemen Tinal, menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako kepada Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Holtekamp, Mugiyarto, Sabtu (02/05/2020). (Foto: Ignas Doy)

JAYAPURA (Hidayatullah.or.id) — Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Papua Klemen Tinal, bersama Penjabat Sekda Papua Muhammad Ridwan Rumasukun dan para Kepala OPD, menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako bagi warga terdampak Covid-19. Penyerahan bantuan tersebut dilakukan secara maraton kepada panti asuhan, panti jompo dan pondok pasantren di Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura, Sabtu (02/05/2020).

Masing-masing Panti Asuhan Laskar Kristus di Doyo, Kertosari, Panti Jompo Pos 7 Sentani, Pusat Pembinaan dan Pengembangan Wanita Gereja Kristen Injili di Tanah Papua (P3W-GKI) Padang Bulan, Panti Asuhan Pelangi II Abepura dan Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Holtekamp.

Rombongan Wagub Papua disambut suka cita Tete dan Nenek (Kakek dan Nenek) yang menghuni Panti Jompo Pos 7 Sentani.

Usai menyerahkan paket sembako, Wagub mengajak tete dan nenek, untuk senantiasa berdoa, untuk menghindari pandemi Covid-19.

Wagub mengatakan, mungkin ada yang berpikir apa yang bisa dilakukan tete dan nenek di panti jompo. Tapi justru di panti jompo banyak hal yang bisa dilakukan, terutama berdoa.

Menurut Wagub, saat ini banyak orang sibuk dengan urusan duniawi. Tapi di panti ini semua orang setiap hari berdoa, untuk Papua. Semua orang beriman percaya Covid-19 akan berlalu dari tanah Papua yang Tuhan berkati.

“Saya lihat orang –orang muda terlalu sibuk dengan duniawi, biar sudah kita yang tua- tua berdoa saja dengan cara dan agama masing-masing,” imbuh Wagub.

Khusus untuk pengurus panti jompo, Wagub menyampaikan terima kasih selalu setia mendampingi tete dan nenek di tempat ini.

“Mereka semua adalah keluarga kita, orang tua kita. Perbuatan baik kita pasti akan diberkati Tuhan,” katanya.

Dikatakannya, walaupun jauh disini. Tapi jangan berkecil hati. Mau di tengah hutan pun Tuhan maha tahu.

Hati Gembira Obat Segala Penyakit

“Jadi jangan berkecil hati, tetap optimis buat mereka dan bersungguh sungguh melayani dengan hati yang gembira. Hati yang gembira itu obat untuk segala penyakit. Untuk mengobati semua penyakit yang ada di dunia ini baik fisik maupun rohani hanya dengan hati yang gembira,” tukasnya.

Senada dengan itu, Tete Mathias menyampaikan terima kasih setulus-tulusnya atas kehadiran Wagub dan rombongan.

“Kami orang tua tak bisa membalas apa-apa, tapi kami boleh membalas kasih Tuhan lewat bapak -bapak dorang. Pemerintah itu wakil Tuhan di dunia. Dia ada sehingga kami bisa ada pada hari ini,” terangnya.

Karena itu, ujarnya, pihaknya berdoa supaya Tuhan memberikan hikmat kepada pemimpin-pemimpin Papua hari esok dan seterusnya, untuk mengobati warga di saat wabah Covid-19 ini.

Puasa Penuh Barokah

Suasana yang sama pun diperoleh di Pondok Pesantren Hidayatullah. Para pengurus dan santri cilik menerima kedatangan rombongan Wagub penuh persaudaraan dan suka cita.

Wagub mengatakan, pihaknya datang bertemu sekaligus bersilaturahmi dan membagikan bingkisan, agar dapat dimanfaatkan dengan baik dalam situasi pandemi Covid-19.

Menurutnya, Covid-19 bukan milik orang di Papua saja. Tapi sudah meluas secara nasional bahkan dunia.

Karena itu, tukasnya, semua warga tetap mentaati protokol kesehatan yang telah diatur pemerintah, yakni work from home (bekerja dari rumah), jaga jarak, hindari keramaian, pakai masker, rapid test dan lain-lain.

Tapi semua itu kuncinya ada dalam doa, agar Tuhan melindungi seluruh umatnya dari Covid-19.

“Syukur Alhamdulillah sekarang puasa. Jadi ini sudah barokahnya lebih banyak lagi di bulan suci Ramadhan ini. Doakan supaya Papua aman dari Covid-19, supaya orang orangnya sehat. Dengan demikian, kita bisa bergandeng tangan bangun Papua,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Holtekamp Mugiyarto mengatakan, pihaknya telah menjalankan protokol kesehatan sebagaimana anjuran pemerintah, terkait pandemi Covid-19. Bahkan aparat pemerintah selalu mengontrol secara langsung

“Adik-adik santri sebelumnya memang kita tahan disini, tapi mereka sarankan, kalau memang yang punya keluarga atau mungkin ada walinya dikembalikan sementara waktu, untuk keamanan kita bersama. Kami penuhi permintaan itu,” ucapnya.

Kemudian, segala bentuk aktivitas baik ibadah, olahraga maupun dan lain- lain yang sifatnya berkelompok segera dihindari.

“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pemprov Papua atas segala bentuk bantuannya terhadap keberlangsungan, khususnya segala bentuk dukungan untuk Pondok Pesantren,”ungkap Mugiyarto. *

Sumber: Papua Inside