Hidayatullah Sulawesi Selatan Diharap Jadi Role Model di KTI

MAKASSAR (Hidayatullah.or.id) — Ketua Bidang Organisasi DPP Hidayatullah Asih Subagyo mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan upgrading dan konsolidasi kader yang digelar Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sulawesi Selatan yang dibuka pada hari ini di Hotel Phinisi, Makassar, Sabtu (26/6/2021).

Kegiatan tersebut pun, menurut Asih, menjadi penanda progresifitas DPW Hidayatullah Sulsel dalam mengembangkan kiprahnya dan sejalan dengan harapan agar Sulawesi Selatan dengan segala keunggulannya mampu menjadi contoh (role model) bagi Hidayatullah di Kawasan Timur Indonesia (KTI).

“Kegiatan yang kita lakukan adalah kegiatan upgrading resmi pertama di seluruh Indonesia, kita memang mengharapkan Sulsel menjadi contoh bagi Hidayatullah di KTI,” kata Asih.

Ia mengungkapkan, kegiatan upgrading hukumnya wajib dilakukan oleh organisasi sebagai sarana meningkatkan kemampuan personal pengurus struktural oraganisasi.

Di tingkat pusat, lanjut dia, pihaknya telah menyiapkan lembaga khusus untuk melakoni kegiatan seperti ini namanya Hidayatullah Institute (HI) yang dulu di kenal dengan Hidayatullah Traning Center (HiTC).

“Per-Agustus tahun ini akan kita gelar upgrading 34 ketua DPW se-Indonesia” ungkapnya seraya menjelaskan pentingnya kegiatan peningkatan kapasitas person struktural ini.

Dalam hipotesanya, kader yang pengetuahuan agamanya kuat, namun manajerialnya lemah. Sebaliknya juga begitu. Makanya, kata Asih, upgrading seperti ini menjadi penting untuk dilakukan.

“Selanjutnya survei kami baru sekitar 61% pengurus yang pernah baca PDO, belum tingkat paham, dan sisanya 39% belum baca dan paham PDO dan Peraturan-peraturan organisasi lainnya,” imbuhnya.

Hal inilah menurut Asih yang menjadi konsen DPP Hudayatullah untuk diretas sedikit demi sedikit. Dalam pada itu, secara strategis ia juga membuat kebijakan dengan 3 rekayasa organisasi.

Pertama, modernisasi organisasi dan pengembangan IT sesuai kebutuhan organisasi. Kedua, rasionalisasi sumber daya insani. Dan ketiga, membangun jaringan.

“Jangan kita sudah merasa ‘ratakan medan’ namun ternyata berdasarkan data kita tidak seperti itu. Saya usulkan Sulsel dapat segera menggelar semacam FGD khusus membangun jaringan,” kata Asih.

Asih pun meyanjung keberhasilan Sulsel dalam menata gerakannya termasuk kinerja yang terus meningkat seperti kontribusi yang meningkat 5 kali lipat dari tahun sebelumnya. Namun, ia juga memberi catatan.

“Memang, ada beberapa catatan penting yang perlu menjadi perhatian di Sulsel ini. Misal, Sulsel dikenal sejak dahulu sebagai di antara salah satu wilayah pemasok sumber daya insani di seluruh Indonesia tapi ternyata hingga saat ini, harus diakui, kita belum punya sekolah unggulan yang menjadi kiblat Hidayatullah di kawasan timur Indonesia,” kata Asih.

Asih berharap kegiatan upgrading dan konsolidasi ini dapat menjadi penyemangat dan pemantik agar dapat semakin betul-betul kita optimalkan potensi yang dimiliki dalam memajukan dakwah dan pelayanan keumatan.

Sementara itu, Ketua DPW Hidayatullah Sulawesi Selatan Ust H. Nasri Bohari, pada pengantarnya dalam pembukaan acara, mengatakan diadakannya kegiatan ini adalah agar dapat menguatkan kita sebagai seorang pemimpin sekaligus yang dipimpin. Menurutnya, perpaduan dua hal inilah yang menjadi kekuatan utama kita sebagai pengurus Hidayatullah.

“Kita dituntut memberi porsi yang sama, kuat sebagai seorang pemimpin dengan segala prototipe ideal seorang pemimpin dan integritasnya,” kata Nasri.

Selain itu, lanjut dia, kita juga musti kuat sebagai seorang yang dipimpin. Seperti apa itu, diantaranya adalah ikut aktif menguatkan dan menjalankan kebijakan-kebijakan strategis organisasi dan regulasi-regulasi lainnya dalam bentuk tataran teknis operasional ataupun progam kerja.

Dalam pembukaan kegiatan tersebut juga diberikan apresiasi kepada 2 DPD yaitu DPD Gowa dengan kategori terbaik dalam kontribusi perolehan Ramadahan 1442 H dan DPD Makassar dengan kategori terbaik kontribusi rutin bulanan semester I tahun 2021.*/Sumariyadi