AdvertisementAdvertisement

Berorganisasi yang Membahagiakan

Content Partner

BERORGANISASI itu sejatinya bukan hanya sekedar sarana untuk berkumpul, kemudian menjalankan rutinitas mekanis yang cenderung membosankan.

Bukan pula, hanya sebatas untuk mengisi waktu luang semata, tanpa visi, tujuan dan target yang jelas. Sehingga tak ubahnya seperti robot yang bergerak dan dikendalikan oleh serangkaian peraturan dalam organisasi, yang pada akhirnya hanya sebatas menjalankan SOP (Standar Operation Procedure) semata. Sekali lagi, bukan itu.

Padahal, kehidupan tanpa kerja sama dan keterlibatan dalam suatu organisasi ibarat sebuah kapal yang terdampar di tengah lautan tanpa layar.

Berorganisasi bukanlah sekadar kewajiban atau rutinitas, melainkan sebuah perjalanan panjang yang penuh tantangan, sehingga bisa membawa dalam suasana yang membuat tidak nyaman, jika salah menjadi bagian dari organisasi.

Tetapi, di sisi lain, akan membahagiakan, serta mengukir dan menorehkan sejarah tak terlupakan, bahkan membuka pintu menuju kebahagiaan yang sejati.

Oleh karenanya, berada dalam sebuah organisasi, entah itu di lingkungan sosial, kemasyarakatan, atau profesional, sesungguhnya memberikan peluang yang seluas luasnya untuk berinteraksi dengan beragam individu yang membentuk mozaik warna dalam kehidupan kita.

Kita menjadi bagian dari satu narasi yang lebih besar, menjalin hubungan dengan berbagai komponen yang melampaui batas-batas kemampuan dan bahkan dengan apa yang kita bayangkan sehari-hari.

Karena sejatinya, dalam berorganisasi itulah lahir kolaborasi dan sinergi yang dahsyat, dimana muaranya bukan sekedar mengikuti deret hitung, melainkan dalam sekala deret ukur.

Dengan demikian, maka, kebahagiaan dalam berorganisasi juga melekat pada kesempatan untuk terus belajar, sehingga membuka peluang untuk terus tumbuh dan berkembang.

Setiap program dan proyek, setiap tanggung jawab yang diemban, adalah peluang untuk mengasah keterampilan, mengeksplorasi potensi tersembunyi, dan menemukan ruang bagi kreativitas untuk mekar. Bahkan juga menjadi bagian yang tak terpisahkan dari menguji idealisme dan komitmen.

Seiring perjalanan, kita tidak hanya membawa pengalaman, tetapi juga membentuk karakter dan kepribadian yang kuat. Sehingga menjadi bagian dari mereka yang membuat sejarah, dengan sejumlah legacy yang dihasilkan.

Namun, kebahagiaan sejati dalam berorganisasi tak hanya dirasakan oleh diri sendiri. Memberikan kontribusi bagi orang lain, mendukung tujuan bersama, dan merayakan kesuksesan bersama merupakan bagian tak terpisahkan dari kebahagiaan ini.

Melihat dampak positif yang dihasilkan dari kerja keras dan kolaborasi tim adalah sebuah pencapaian yang memberikan kepuasan yang luar biasa.

Apalagi jika kemudian jejak-jejak yang ditinggalkan memberikan sumbangsih bagi dinamika kehidupan umat manusia sebagai bagian dari menyemai dan menegakkan peradaban.

Sehingga, tidak terelakkan, disamping aspek yang membahagiakan tersebut, pada saat yang bersamaan juga berhadapan dengan tantangan dan rintangan yang akan selalu mewarnai perjalanan berorganisasi.

Akan tetapi, ketika kita mampu menghadapinya bersama, saat itulah kebahagiaan sejati tumbuh kembali. Sebab tantangan dan rintangan bukan sebuah hambatan untuk meraih kebahagiaan dalam berorganisasi, melainkan merupakan peluang dan kesempatan yang menantang untuk direalisasikan.

Adalah melalui proses bersama ini kita sekali lagi dapat belajar, tumbuh, dan menjadi lebih kuat. Sebuah kesatuan yang kokoh, seperti batang pohon yang mampu bertahan melawan badai.

Di sisi lain, kemampuan untuk menjalankan regulasi organisasi yang sudah ditetapkan dan menjadi kesepakatan bersama dalam berorganisasi, juga menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam berorganisasi.

Kekuatan melakukan inovasi serta kreatifitas, yang dikombinasikan dengan resources yang dimiliki organisasi dalam berbagai tingkatan, untuk menghasilkan karya-karya besar, sesuai dengan sekalanya, serta tahapan yang ditetapkan, sehingga darinya menghasilkan reward yang sepadan, adalah sisi lain bahwa berorganisasi itu memang membahagiakan.

Sebagai manusia, kita diciptakan untuk berhubungan dengan sesama. Dalam berorganisasi, kita menemukan panggilan untuk saling mendukung, saling menguatkan, saling menghargai, saling mengingatkan, dan bersama-sama dalam mengarungi lautan kehidupan melalui organisasi. Oleh karena itu, mari terus bersatu, bergerak, dan berorganisasi, karena di sanalah letak kebahagiaan yang sejati.

Akhirnya, untuk mencapai level berorganisasi yang membahagiakan, jika dalam struktur di atas jangan pernah menekan tanpa ukuran yang jelas, dan ketika berada di struktur yang lebih bawah jangan pernah merasa tertekan, atau berat dalam menjalankan aktifitas di level dan struktur apapun ketika menjadi bagian di sebuah organisasi.

Kuncinya adalah nawaitu yang benar, kemudian menyamakan visi dalam berorganisasi. In Syaa Allah berorganisasi akan menyenangkan dan membahagiakan. Wallahu a’lam.

*) ASIH SUBAGYO, penulis peneliti senior Hidayatullah Institute (HI)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Hafidz Muda Hidayatullah Sumut Ditugaskan Mengabdi Hingga Daerah Terluar

MEDAN (Hidayatullah.or.id) -- Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sumatera Utara (Sumut) melalui Pondok Tahfidz Baitul Quran Hidayatullah Medan menggelar...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img