AdvertisementAdvertisement

DMW di Magetan Kuatkan Kekaderan dan Bangun Perspektif Konstruktif

Content Partner

MAGETAN (Hidayatullah.or.id) — Daurah Marhalah Wustho (DMW) yang berlangsung di Kampus Hidayatullah Magetan, Jawa Timur, memberikan kesan mendalam bagi para peserta.

Hal itu tergambar dari sesi diskusi kelompok yang secara bahasa menunjukkan peningkatan gagasan dan cara menjelaskan gagasan.

“Lebih jauh, substansi dari gagasan peserta mulai tajam dan applicable,” ungkap Kepala Departemen Perkaderan DPP Hidayatullah, Ustadz Sholeh Usman, M.I.Kom.

Materi jati diri dan manhaj berhasil membentuk kemampuan berpikir komprehensif peserta, sehingga bisa memberikan pandangan terhadap fenomena dan realita keummatan dan kebangsaan dalam perspektif yang konstruktif.

Salah seorang peserta, M. Fadlillah, mengatakan kita sebagai dai harus mampu melihat fenomena politik sebagai bahan belajar dan pencerahan keummatan.

Karena, lanjutnya, politik sangat dinamis, sedangkan masyarakat ada yang apatis ada yang optimis dan ada yang oportunis. Menurut Fadlillah, prinsip politik sama dengan prinsip hidup, yakni harusnya mengendepankan kejujuran dan tanggungjawab.

“Kalau umat paham seperti itu, maka umat tidak akan mudah terprovokasi kepentingan politik yang destruktif,” tutur dai muda asal Ngawi ini, Sabtu, 21 Rabi’ul Awal 1445 (6/10/2023).

Sementara itu dari sisi peningkatan pemahaman akan jati diri dan manhaj juga terekam sangat baik. Usai mengikuti rangkaian kegiatan, peserta banyak yang meningkat pemahamannya. Demikian misalnya dirasakan Imam Muslim.

“Saya bersyukur, ikut DMW di Magetan. Karena saya semakin paham tentang jati diri Hidayatullah dan manhaj, menjadikan saya sangat bahagia dan mantap. Semua tentu karena ilmu yang disampaikan oleh para instruktrur di sini,” ungkap Imam Muslim, peserta asal Surabaya ini.

Tidak hanya peserta, Dewan Murobbi Wilayah Jawa Timur, Ust. Baihaqi Abdul Wahid,, Lc, juga menyampaikan bahwa Daurah Marhalah Wustho kali ini berjalan optimal dan peserta berhasil fokus maksimal.

“Alhamdulillah peserta sangat antusias dan berhasil disiplin dengan maksimal. Ini bisa dilihat dari perkembangan pemahaman yang terekam dan terdata, sampai pada ujian sesi akhir, peningkatan itu tampak sekali dari hasil jawaban mereka,” tuturnya.

Pada kesempatan ini Nashrullah Zuhdi, berhasil menjadi peserta terbaik dengan predikat Mumtaz, disusul oleh Sulaiman Hasan, pria asli NTT.

Kemudian ada Indokhul Makmun, Agung Budi Setiawan, Dedi Eko Susilo, semuanya mendapat peredikan Jayid Ziddan.

Pada sesi pamungkas pemberian penghargaan peserta terbaik, Ust. Zainuddin Musaddad memberikan penguatan terhadap forum DMW itu.

“Selama tiga hari kita telah sama-sama belajar. Jati diri dan manhaj itu teori. Tetapi malam ini kita temukan orang yang siap memanivestasikannya,” kata Abah Zain, panggilan akrabnya.

“Antum berlima di depan dan seluruh peserta adalah gambaran nyata bahwa hari ini ada orang yang siap menjalani hidup dengan jati diri dan manhaj lembaga. Akan menjadi kuat konsep dan teori jika ada yang siap memperjuangkannya. Nah, kita semua punya tanggungjawab itu,” terangnya menandaskan. (ybh/hidayatullah.or.id)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

SAR Hidayatullah Peserta Uji Kompetensi Water Rescue sebagai Potensi Basarnas Gorontalo

GORONTALO (Hidayatullah.or.id) -- Lembaga Relawan Kemanusiaan Search and Rescue (SAR) Hidayatullah sebagai bagian dari potensi Badan Nasional Pencarian dan...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img