AdvertisementAdvertisement

Geliat Dakwah dan Khidmat Pendidikan Hidayatullah Dompu

Content Partner

BERLAYAR di samudra kebaikan, begitulah ungkapan Ustadz Abdul Haris ketika menggambarkan motto hidupnya dalam mengarungi perjalanan dakwah di pelosok yang sepi.

Bagi Haris, berdakwah dengan mendidik umat agar makin dekat pada agama adalah sebuah khidmat perjuangan membangun negeri.

“Sebagai dai dan guru ngaji, maka tidak ada kata henti untuk membangun negeri ini. Sesederhana apapun upaya yang kita lakukan, pelayaran di samudera kebaikan ini harus dilanjutkan,” katanya Haris, seperti dikutip dari laman Posdai.or.id, Senin, 9 Sya’ban 1445 (19/2/2024).

Suami Sri Haryati ini bisa dibilang merupakan petualang yang akhirnya banyak memetik hikmah dari perjalanan hidup yang ia lalui. Dengan bekal itu, dia kini mantap berkhidmat di Dompu.

Prosesnya tidak singkat. Usai menuntaskan pendidikan Tsanawiyah dan Aliyah di Pondok Pesantren Hidayatullah Mataram tahun 1999, Haris mencoba merantau ke Jakarta.

Di kota metropolitan ini, Haris merasakan secara nyata peribahasa populer kala itu “Sekejam-kejamnya ibu tiri, lebih kejam ibu kota”. Dia harus berjuang sebatang kara di tengah hiruk pikuk debu kota.

Haris tidak menyerah. Berbagai pekerjaan coba dia jalani, hingga akhirnya dia berhasil masuk bekerja di sebuah pabrik.

“Tapi meski sudah dapat pekerjaan, hati saya rasanya tak pernah tenang. Desakan untuk kembali ke kampung begitu menyentak nyentak,” kata pria kelahiran Bima ini.

Dakwah Pendidikan

Pengalaman selama merantau di Jakarta membentuk mindset Haris bahwa pendidikan merupakan bekal yang amat penting dalam kehidupan ini. Terutama pendidikan yang membekali peserta didik dengan ilmu agama.

“Saya berpandangan bahwa pendidikan terbaik adalah bekal agama yang harus ditanamkan sejak dini,” kata pria yang menikahi perempuan asal Jakarta ini.

Kisah gemilang dakwah Islam tidaklah terbatas pada hiruk-pikuk kota-kota megapolitan. Di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, terukir perjalanan mengagumkan Ustadz Abdul Haris dan istrinya. Mereka menjadi pelopor kebaikan, menghampiri pelosok, dan menerangi hati-hati yang haus akan cahaya ilahi.

Menyadari akan hal tersebut, Haris dibantu sang istri dan segenap tenaga dai/ daiyah di Hidayatullah Dompu bahu membahu menghadirkan lembaga pendidikan untuk melayani generasi di sana.

Alhamdulillah, kini telah hadir layanan edukasi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak Kanak (TK), dan Sekolah Dasar Integral. Meski dengan segala keterbatasan yang ada, mereka terus bergerak dengan penuh keyakinan demi melanggengkan dakwah untuk melahirkan generasi insan kamil.

Tidak ada kata lelah bagi Ustadz Abdul Haris. Dengan hati yang tulus dan tekad yang bulat, dia membina jaringan dakwah di sejumlah titik daerah. Setiap sudut diinjaknya menjadi medan untuk menanamkan benih-benih kebaikan.

Bersama sang istri, mereka menjadi teladan bagi masyarakat, membimbing dan mencerahkan dengan penuh kesabaran dan kasih sayang.

Sebagai seorang guru di lingkungan Ponpes Hidayatullah Dompu, Ustadz Haris memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk generasi penerus umat Islam yang tangguh dan berkualitas.

Dengan penuh dedikasi, ia tidak hanya menyampaikan ilmu agama, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai kehidupan yang mulia dan bertanggung jawab.

Salah satu amanah suci yang diemban Ustadz Haris adalah mengajarkan Al-Qur’an kepada umat. Dengan penuh keikhlasan dan kecintaan kepada kitab suci, ia berupaya agar masyarakat semakin mendalami dan mencintai ajaran Islam.

Setiap ayat yang disampaikan bagaikan gemerlap bintang yang menerangi gelapnya malam, membawa kedamaian dan ketenangan bagi jiwa-jiwa yang resah.

Dengan hanya dibekali sepeda motor yang tak lagi muda sebagai kendaraan setianya, Ustadz Haris tetap melangkah dengan penuh keyakinan. Setiap putaran roda sepeda motornya menjadi saksi bisu dari perjuangan yang dilakukannya.

Dia yakin, setiap langkah yang diambilnya adalah bagian dari perjalanan menuju ridha Allah, dan tiada kelelahan yang tak terbayar oleh keberkahan-Nya.

Ustadz Haris tidak lupa untuk selalu bersyukur atas segala nikmat yang diberikan Allah. Dia pun tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Hisana Fried Chicken dan Wahana Sejahtera Food yang telah turut serta dalam membangun masjid di lokasi pesantren.

“Keberadaan masjid ini bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan dakwah dan pendidikan yang mencerahkan,” imbuhnya.

Dalam gemerlapnya cahaya kebaikan, Abdul Haris terus mengarungi lautan dakwah, membawa pesan damai dan kasih sayang kepada seluruh umat manusia.

Semoga perjuangan Ustadz Abdul Haris dan sang istri beserta para kader dai/ daiyah khususnya di Dompu diberkahi dan menjadi inspirasi bagi kita semua untuk berbuat kebaikan tanpa kenal lelah. (ybh/hio)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img