AdvertisementAdvertisement

Kampus Hidayatullah Berau Kobarkan Semangat Gerakan Kepemudaan

Content Partner

BERAU (Hidayatullah.or.id) – Ketua Yayasan Kampus Madya Hidayatullah Berau Ust. Adri Al Amin kobarkan semangat gerakan kepemudaan dengan mendorong pemuda senantiasa mewarisi semangat perjuangan para pahlawan bangsa dan juga pejuang besar Islam seperti Muhammad Al Fatih yang berhasil menaklukan Konstantinopel dengan sumber daya berbagai bidang yang dimilikinya.

“Bangsa Indonesia bisa bebas dari penjajah karena kerja keras pahlawan dari kalangan kaum muda, ulama dan santri. Begitupun Al Fatih yang bisa melakukan penaklukan karena kerja keras dan keistiqamahannya,” kata Ust Adri Al Amin saat membuka acara Leadership Training Center (LTC) Pemuda Hidayatullah yang digelar di Kampus Hidayatullah Berau, Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Jum’at, 17 Rabbiul Akhir 1444 (11/11/2022).

Dalam pembukaan LTC yang digelar PW Pemuda Hidayatullah Kaltim bersinergi dengan PD Pemuda Hidayatullah Berau ini, Ust. Adri mengingatkan bahwa keruntuhan sebuah bangsa karena pemudanya. Itulah yang terjadi pada Turki Usmani yang runtuh karena kerapuhan yang dialami pemudanya.

“Keruntuhan dan kejayaan Islam ditentukan oleh pemudanya,” kata Ust. Adri sambil menyampaikan pesannya yang mengharap agar Pemuda Hidayatullah terus berkoordinasi dalam setiap hal. Dia juga berpesan bahwa seorang pemuda harus memaksa diri tingkatkan kapasitas dirinya.

“Pemuda harus rajin membaca dan harus berani mengambil keputusan,” tegasnya seraya meminta pemuda Hidayatullah selalu mengobarkan semangat gerakan kepemudaan. “Jangan layu sebelum berkembang,” tandasnya.

Panitia acara yang juga Ketua PD Pemuda Hidayatullah Berau, Muhammad Ikhsan Kamil, menyampaikan rasa syukur kepada Allah dan takzim penghormatan kepada DPD Hidayatullah Berau, yayasan, serta PP dan PW Pemuda Hidayatullah yang telah membimbing dan terus mendampingi berjalannya Pemuda Hidayatullah Berau.

“Bukan hanya sekedar kabar gembira, tapi kami menginginkan lebih banyak suntikan semangat yang bisa diberikan kepada pemuda Hidayatullah Berau agar lebih bersemangat untuk kedepannya,” kata Ikhsan.

Dia mengatakan, agenda LTC di Berau ini digelar bersamaan dengan kegiatan pelatihan Al Quran bersanad (LPQ) yang merupakan 2 dari 3 program nasional Pemuda Hidayatullah. Dengan kegiatan ini, diharapkan pemuda akan semakin mantap dalam bergerak.

“Menjadi generasi muda, kita tidak hanya harus mengikuti perkembangan yang ada di tempat tersebut, melainkan juga harus lebih banyak bergerak, tidak hanya berdiam diri. Harus lebih banyak berkaca, baik kepada orang-orang tua, kepada senior senior untuk bisa terus mengupgrade diri,” tandas Ikhsan sambil mohon doa agar PD Pemuda Hidayatullah Berau istiqamah di jalur perjuangan.

Segendang sepenarian dengan itu, Ketua PW Pemuda Hidayatullah Kaltim, Shabirin Ibnu Hambali, menyampaikan rasa syukurnya atas digelarnya LTC di bumi Batiwakal itu. Terlebih pembukaan acaranya digelar pada hari Jum’at yang penuh barokah.
“Jumat sore adalah waktu yang mustajabah, semoga kita semua yang berada di ruangan ini senantiasa diberikan keberkahan oleh Allah,” kata anak muda yang juga mengampu sebagai dosen di sejumlah kampus ini.

Shabirin menjelaskan, pemuda Hdayatullah hadir dilandasi oleh semangat ber-Quran. Itulah pula yang menginspirasi topik setiap helatan LTC yakni “Milenial Leaders: Melejitkan Potensi dan Progresivitas Pemuda Bersama Al-Qur’an”.

“Al Qur’an telah membuktikan kemukjizatan dan kejayaannya. Peradaban Arab yang saat itu adalah peradaban yang sangat tertinggal, namun dapat laun bertumbuh sebagai peradaban baru yang menonjol hanya dengan waktu 23 tahun dibawah komando Rasulullah,” katanya.

Shabirin lantas bertanya, bahwa Quran yang hari ini kita baca juga sama dengan Al Qur’an yang ada pada zaman Rasulullah. “Lantas, mengapa hari ini Al Qur’an saat ini belum bisa merubah masyarakat,” katanya sambil menyebut 5 hal yang menjadi problem krisis kebangkitan yang harus diretas oleh pemuda.

Kelima krisis yang telah menggejala tersebut, menurut Shabirin, adalah krisis paradigma kehidupan, krisis landasan hidup, krisis kenikmatan dalam beribadah, krisis kepedulian terhadap agama, dan krisis kepemimpinan.

“LTC dan LPQ ini hadir untuk meretas berbagai krisis itu. Langkah langkah untuk menuju kesana akan diceritakan dan dinarasikan di dalam LTC dan LPQ ini,” katanya.

Dia menambahkan, dengan melihat antusiasme peserta dan juga adanya dukungan dari para orangtua, dia berkeyakinan bahwa Hidayatullah akan terus eksis dan semakin solid.

Tak ketinggalan hadir pula pada kesempatan itu Ketua DPD Hidayatullah Berau, Ust. Syaifuddin Al Anshari, yang juga didapuk menyampaikan sambutan sepatah kata untuk memotivasi pemuda.
Syaifuddin mengatakan, Hidayatullah telah memasuki usia emas 50 tahun kedua. Di usia tersebut tentu tantangan terus ada bahkan bisa jadi semakin tidak ringan. Hal ini menurutnya harus direspon oleh generasi muda untuk melahirkan terobosan dan karya yang lebih baik lagi.

Syarat untuk melahirkan terobosan, lanjut Syaifuddin, adalah dengan menjadi pemuda progresif yang hari harinya penuh dengan usaha untuk melayani umat dengan kiprah nyata sesederhana apapun kontribusi yang bisa diberikan.

“Jangan bermental seperti ayam potong, jadilah seperti ayam jago. Sebagai pemuda, jangan mencintai tempat tidurnya. Harus terus progresif. Selain progresif pemuda juga harus beradab,” tandasnya.

Helatan dua program yang digelar sekaligus di Kabupaten Berau ini terasa istimewa karena dihadiri langsung oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Hidayatullah Imam Nawawi yang didampingi Sekretaris Jenderal Mazlis B. Mustafa.

Ketum Imam dalam sambutannya mengapresiasi langkah langkah progresif yang dilakukan oleh PW Kaltim. Menurutnya, ini menjadi modal penting ditengah tantangan Hidayatullah kedepan yang telah memasuki 50 tahun kedua.

“Pertanyaannya adalah 50 tahun kedua ini apa yang harus kita lakukan. Oleh karena itu, jangan dianggap acara ini hanya seperti materi biasa di kelas tapi ini tentang mau apa kita ke depan. Dan, berbicara tentang 100 tahun kedepan adalah berbicara generasi muda,” kata Imam.

Imam mengatakan, setidaknya ada 2 hal yang perlu dipersiapkan dan kemudian harus dimiliki oleh generasi muda yaitu mindset iqra’ bismirabbik dan ketangguhan mentalitas.
Dia menjelaskan, dengan mindset iqra bismirabbik akan mendorong lahirnya visi pembelajar yang dimensinya melampaui apapun di dunia ini karena ia akan menuntun pemiliknya terus menempa diri hingga kelak ia menjadi penyebar Wahyu Ilahi ke berbagai bahasa.

Mindset iqra bismirabbik yang kokoh akan membangun kesadaran dan membangun mentalitas agar tidak mudah jatuh. Kata dia, mentalitas yang rapuh karena tak tersentuh nilai Qurani sehingga menyebabkan kerdilnya mental dan tak antusias menjadikan dirinya bersinar di masa yang mendatang.

“Mari kita pelajari dan hafalkan Qur’an, kemudian kita tundukkan semua ilmu ilmu yang ada di dunia ini. Al Qur’an ini membangun mentalitas yang kuat untuk menjawab semua tantangan dunia,” imbuhnya.

“Mentalitas yang unggul adalah mental yang tidak tergiur dengan tawaran tawaran yang harus menjatuhkan hal hal fundamental dalam diri kita. Tidak satupun manusia yang bisa berbahagia, kecuali dia bisa menjawab tantangan,” pungkas Imam.

Pada kesempatan tersebut turut hadir sejumlah pengurus PW Pemuda Hidayatullah Kaltim seperti Sekretaris Imam Muhammad, Bendahara Haji Malik Najmuddin, Ketua Departemen Perkaderan Sukman, Ketua Departemen Humasdatin Muhammad Mulyadi, instruktur LPQ Ust Muhammad Zufhami dan tim, unsur organisasi pendukung Muslimat Hidayatullah dan Kepala Gerai BMH Berau.*/Yacong B. Halike

- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Spirit Halal Bihalal dan Menetapi Ketakwaan Kita

ATAS gagasan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) KH Abdul Wahab Chasbullah yang merespon dinamika politik yang muram pada masa itu,...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img