AdvertisementAdvertisement

Kegigihan Seorang Ayah untuk Kebaikan Agama Anaknya

Content Partner

“NANTI kalau ke Tulungagung, bisa ketemu dengan teman alumni angkatan kita di Pesantren Hidayatut Thulab Trenggalek,” kata seorang teman.

Insyaallah, coba minta nomor HP dan lihat foto profilnya”
“Ini,” sambil teman menyodorkan HP-nya.
“Eh, serius. Ini teman kita alumni pesantren. Kok rambutnya pirang dan tampilannya begini,” kata saya heran dan setengah tak percaya.
“Iya betul, teman kita itu”

Beberapa saat kemudian, kami berangkat silaturahim dan kebetulan tempat kerjanya itu berdekatan dengan alamat yang kami tuju. Sebenarnya agak ragu, apakah ini betul teman tersebut, dan masih kenalkah dia dengan saya.

Tapi saya tetap melangkah ke tempat kerjanya. Ketuk pintu kantor dan nengucapkan salam. Karyawan menjawab dan membuka pintunya.

Setelah menunggu beberapa menit, datanglah bosnya, yaitu teman yang saya cari. Setelah masuk, saya sapa duluan.

“Assalamualaikum, sampean Agus Yaman?”
“Waalaikumussalam, iya betul. Sampean angkatan harmoni juga?,” tanyanya balik.
“Iya betul,” jawab saya sambil teringat nama dan buku album angkatan yang dikasih judul Harmoni.
“Coba, mana foto sampean?,” tiba tiba dia menyodorkan buku album Harmoni warna coklat tidak asing yang saya juga simpan di lemari rumah.

Langsung saya ambil dan buka, serta tunjukkan foto saya ada di dalam album harmoni. Meski wajah sudah berubah. Pertemuan itu pun berlangsung cair dan hangat.

Buku album Harmoni senantiasa dia bawa ke mana-mana seperti buku pusaka. Sebagai kenangan, juga untuk mengingat teman-teman.

“Putranya sekolah di mana,” tanya saya.

“Anak pertama di SMA, kedua di pesantren, dan yang ketiga masih SD di rumah. Saya sempat stress rasanya ketika anak pertama saya ajak keliling ke 5 pesantren. Tapi ternyata dia tidak tertarik masuk pesantren,” cerita dia sambil mengenang kejadian dulu.

Memang kadang keinginan anak berbeda dengan keinginan orangtua. Saya salut, meski sang ayah berambut pirang dan kebetulan kerjanya usaha salon. Tapi keinginannya sangat gigih agar anaknya masuk pesantren dengan harapan jadi anak shaleh.

“Akhirnya saya ikuti keinginannya sekolah di SMP Negeri dan lanjut SMA. Tapi dengan satu syarat yang tidak boleh ditawar, kalau tidak maka harus masuk pesantren,” kata Agus melanjutkan dengan nada semangat

“Apa satu syarat itu,” tanya saya penasaran.

“Shalat!. Ketika datang waktu shalat harus segera shalat tanpa disuruh suruh lagi hingga mati nanti,” jawabnya tegas.

Subhanallah luar biasa teman ini. Penampilan memang seperti preman tapi punya prinsip kuat tentang shalat dan pendidikan anak. Alhamdulillah, hingga sekarang anaknya berprestasi dan taat dengan pesan orangtuanya.

Agus Yaman ini selain membawa buku album Harmoni juga membawa kitab Ihya Ulumuddin karya Imam al Ghazali di tempat kerjanya. Artinya, kemampuan baca kitabnya tidak hilang.

Orang mungkin hanya memperhatikan penampilannya dan sedikit orang tahu bahwa dia alumni pesantren. Ia pandai baca kitab gundul dan berceramah. Punya prinsip kuat tentang kewajibannya kepada Allah seperti shalat.

Kadang kita sering terjebak dengan penampilan. Terburu buru menilai, menjustifikasi, bahkan ada yang menjauhi dan memusuhi hanya karena sebuah penampilan.

Ada orang yang tampilannya berjubah tapi ternyata shalatnya amburadul. Ada yang tampilannya kaos, celana jins, tapi shalatnya terjaga. Idealnya sesuai penampilan dan hatinya.

Seperti kata pepatah “jangan menilai buku dari sampulnya”. Semoga kita tidak terjebak dengan penampilan lalu terburu buru memberi penilaian. Semoga Allah SWT senantiasa memperbagus hati dan akhlak kita.

ABDUL GHOFAR HADI

- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Kursus Muballigh Profesional KMH ke-III Komitmen Pelayanan Umat melalui Dakwah Tarbiyah

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) -- Korps Muballigh Hidayatullah (KMH) kembali menggelar kegiatan Kursus Muballigh Profesional Angkatan ke-III yang mengangkat tema "Mencetak...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img