AdvertisementAdvertisement

Ketua Umum Apresiasi DPD Peserta Training Kepemimpinan Angkatan Pertama

Content Partner

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah Ust. Dr. H. Nashirul Haq, MA, mengapresiasi peserta Training Kepemimpinan Hidayatullah Institute (HI) yang diikuti Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) angkatan I yang digelar di Komplek Wisma dan Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah Jakarta.

“Suatu apresiasi kepada para pengurus DPD yang telah semangat dan mendapatkan materi yang baik. Tentunya ini merupakan kesempatan memperkaya materi keilmuan,” katanya ketika memberikan sambutan pada penutupan pelatihan itu di Aula Orny Loebis, Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah Jakarta, Jl. Cipinang Cempedak I/14, Otista, Polonia, Jakarta, Jum’at petang, 18 Sya’ban 1444 (10/3/2023).

Ketua Umum mengatakan pelatihan ini memang diperlukan, karena, katanya, terkadang ada hal hal yang sederhana dalam aktifitas kehidpan apalagi dalam memimpin organisasi namun sering kali diabaikan.

Pada kesempatan tersebut ia menekankan pentingnya pemahaman serta kemampuan praktik manajerial yang di dalamnya tidak saja mengenai mengelola manusia melainkan juga melakukan pola transformasi kepemimpinan yang memadakukan aspek profetik dan profesional.

“Kita telah merasakan betapa keteladanan nabi dalam menjalankan dakwah sesungguhnya banyak dipakai ilmu manajemen moderen sekarang,” katanya.

Oleh sebab itu ia berharap para peserta pelatihan kepemimpinan ketua DPD Hidayatullah angkatan pertama ini semakin mantap dan percaya diri dalam menjalankan amanahnya. Sejalan itu, langkah yang ditapaki hendaknua dilandasi nawaitu yang tulus untuk beramal ikhlas dan bekerja keras sehingga dapat menjalankan amanah dengan tuntas.

Disamping itu, pemimpin penting menyadari bahwa selalu ada risiko dalam kehidupan ini, demikian pula dalam menjalankan tugas memimpin bahkan pada level paling rendah sekalipun. “Bahkan memimpin diri sendiri agar menjadi pribadi yang baik bukan tanpa risiko. Namun peluang tidak bisa disergap jika tidak memiliki nyali menghadapi risiko,” ungkapnya.

Masih dalam sambutannya, Nashirul mengutarakan pentingnya komunikasi yang dalam kepemimpinan. Karenanya, disinilah pentingnya dihadirkan forum musyawarah selain juga kultur interaksi yang dibangun secara interpersonal.

“Komunikasi yang sunnah sering kita abaikan padahal seringkali dicontohkan Nabi. Misalnya bagaimana seorang pemimpin itu mengisnpirasi bukan mengintimidasi,” terangnya seraya menambahkan komunikasi yang baik itu adalah bagaimana memerintah dengan bertanya dan komunikan yang baik adalah yang mampu memahami komunikasi yang tak terucap.

Pada kesempatan tersebut ia berpesan kepada peserta yang akan kembali ke tempat tugas agat tidak berhenti belajar dan mengembangkan kapasitas diri dalam berbagai aspeknya.

“Materi pemantik yang telah didapatkan harus terus dikembangkan untuk melawan tantangan zaman. Karena jika lambat kita berinovasi, maka akan mati seperti Nokia,” tandasnya.

Penutupan ini juga dihadiri oleh Pemimpin Umum Hidayatullah KH. Abdurrahman Muhammad serta sejumlah jajaran DPP Hidayatullah seperti Kabid Bidang Pembinaan dan Pengembangan Organisasi Asih Subagyo, Ketua Departemen Komunikasi dan Penyiaran Shohibul Anwar, dan Ketua Departemen Sumberdaya Insani Muhammad Arfan AU. Hadir pula Direktur Hidayatullah Institute (HI) Muzakkir Usman Asyari dan Direktur Progressive Studies & Empowerment Center (Prospect) Imam Nawawi.*/Amanji Kefron Abdullah

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img