AdvertisementAdvertisement

[Khutbah Jum’at] Menyambut dan Meraih Sukses Bulan Suci Ramadhan 1445

Content Partner

اَلْحَمْدُ للهِ، اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِالْاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ، وَهُوَ الَّذِيْ أَدَّبَ نَبِيَّهُ مُحَمَّدًا ﷺ فَأَحْسَنَ تَأْدِيْبَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ، اَللَّهُمَّ فَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ خَلْقِ اللهِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اتَّبَعَ هُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ، أما بعد
فيا أيها الحاضرون، أُوْصِيْنِي نَفْسِيْ وَ إِيَّاكُم بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْن. قال الله تعالى في كتابه الكريم، بسم الله الرحمن الرحيم، وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَى شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Jama’ah Jum’ah rahimakumullaah

Dalam beberapa hari lagi umat Islam akan memasuki bulan suci Ramadhan. Semoga doa kita dikabulkan Allah Subhanahu wa ta’ala.

“اللهم بارك لنا ف رجب و شعبان و بالغنا رمضان

“Ya Allah, berkahilah kami dalam bulan Rajab dan Sya’ban serta sampaikanlah kami kepada Bulan Ramadhan”

Pada bulan Rajab ada peristiwa sangat besar dan mendasar yakni ‘Isra Mi’raj Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Inti hikmahnya adalah bahwa tujuan hidup manusia adalah Allah Subhanahu wa ta’ala, yang dicapai dengan menegakkan shalat dan pusat peradaban manusia adalah masjid.

Adapun budaya hidup yang harus ditanamkan pada setiap muslim adalah menjadikan shalat berjamaah di masjid sebagai kendali arah kehidupan dan sekaligus solusi mendasar berbagai macam masalah kehidupan.

Kata kuncinya adalah Allah Subhanahu wa ta’ala, Shalat, dan Masjid.

Kemudian di Bulan Sya’ban, hikmah yang kita petik adalah disamping memperkuat ibadah shalat berjamaah di masjid, ditambah pula dengan banyak berpuasa sunnah.

Hal tersebut menandakan bahwa umat Islam akan segera memasuki bulan mulia yakni Bulan Ramadhan dimana mesti betul-betul memaksimalkan amal shalih, infaq, shadaqah, zakat, berakhlaq mulia, dan khususnya betul-betul menjaga ibadah shalah berjamaah di masjid, shalat tarawih, shalat tahajjud, dan berpuasa sebulan penuh.

Apa hakekatnya itu semua?

Bahwa hidup ini harus digunakan sepenuhnya beribadah kepada Allah Subhanahu wa ta’ala baik dalam ibadah mahdhah (ritual) maupun ibadah ghairu mahdhah (muamalah/inreraksi sosial). Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa ta’ala:

وَمَا خَلَقۡتُ ٱلۡجِنَّ وَٱلۡإِنسَ إِلَّا لِیَعۡبُدُونِ

“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku” (QS. Surat Adz-Dzariyat: 56)

Ma’asyiral Mukminin Rahimakumullaah

Dalam menyambut bulan suci Ramadhan marilah kita perhatikan dengan seksama beberapa arahan Allah Subhanahu wa ta’ala seperti tercantum dalam 5 surah Al Qur’an yang pertama diturunkan Allah Subhanahu wa ta’ala kepada Nabiyullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Hal ini sangat penting agar kita memiliki paradigma, cara pandang, dan pola pikir yang benar dan kuat dalam meraih potensi bulan Ramadhan yang sangat luar biasa. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:

قَدْ جَاءَكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌمُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ تُفْتَحُ فَيْهِ أبْوَابُ الْجَنَّةِ وَيُغْلَقُ فَيْهِ أبْوَابُ الْجَحِيْمِ وَتُغَلًّ فَيْهَ الشَّيَاطَيْنُ فَيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ ألْفِ شَهْرٍ

“Telah datang bulan Ramadhan, bulan penuh berkah, maka Allah mewajibkan kalian untuk berpuasa pada bulan itu. Saat itu pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, para setan diikat dan pada bulan itu pula terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan” (HR Ahmad)

Agar lebih mudah merencanakan dan mengevaluasi kualitas amal shalih dan ibadah di bulan Ramadhan maka hendaknya kita memperhatikan 5 hal mendasar sebagai betikut:

Pertama, Ramadhan adalah bulan Tauhid

Sejatinya setiap pribadi harus mengorientasikan hidupnya dan segala kegiatannya adalah untuk Allah Subhanahu wa ta’ala.

Bahkan jika sebenarnya dan idealnya setiap insan mempersembahkan dirinya dan hidupnya hanya kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.

Sehingga, selama hidup di dunia akan mencapai kebahagiaan dan di akhirat kelak akan mengedepankan puncak kebahagiaaan dari Allah Subhanahu wa ta’ala yakni di surga Allah Ta’ala. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman,

وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن یَشۡرِی نَفۡسَهُ ٱبۡتِغَاۤءَ مَرۡضَاتِ ٱللَّهِۚ وَٱللَّهُ رَءُوفُۢ بِٱلۡعِبَادِ (207) یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱدۡخُلُوا۟ فِی ٱلسِّلۡمِ كَاۤفَّةࣰ وَلَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَ ٰ⁠تِ ٱلشَّیۡطَـٰنِۚ إِنَّهُۥ لَكُمۡ عَدُوࣱّ مُّبِینࣱ

“Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridaan Allah. Dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya. Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu” (QS. Surat Al-Baqarah: 207-208)

Jadi ketauhidan, kalimat tauhid Laa Ilaaha Illallaah, Tiada Tuhan selain Allah, adalah yang pertama dan utama ditanamkan dalam hati kaum muslimin dalam memasuki bulan suci Ramadhan.

Spirit dan kesadaran itulah yang akan mampu membuat diri seorang mukmin sangat bersemangat mengisi bulan suci Ramadhan dari awal sampai akhir Ramadhan sehingga menggapai Idul fitri (fithrah).

Jangan sampai melemah selama Ramadhan bahkan semakin semangat dan meningkat. Nawaitu jihad di Bulan Ramadhan harus dipasang kuat-kuat. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman,

وَجَـٰهِدُوا۟ فِی ٱللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِۦۚ هُوَ ٱجۡتَبَىٰكُمۡ وَمَا جَعَلَ عَلَیۡكُمۡ فِی ٱلدِّینِ مِنۡ حَرَجࣲۚ مِّلَّةَ أَبِیكُمۡ إِبۡرَ ٰ⁠هِیمَۚ

“Dan berjihadlah kamu di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu, dan Dia tidak menjadikan kesukaran untukmu dalam agama. Millah (agama) bapak kalian Ibrahim” (QS. Surat Al-Hajj: 78)

Jama’ah Jum’ah rahimakumullaah

Kedua, Ramadhan adalah bulan Al Qur’an

Penanaman nilai Al Qur’an menjadi sangat penting. Al Qur’an adalah petunjuk dan nikmat Allah Subhanahu wa ta’ala. Dengan Al Qur’an maka hidup seorang mukmin akan selamat selama-lamanya

{ شَهۡرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِیۤ أُنزِلَ فِیهِ ٱلۡقُرۡءَانُ هُدࣰى لِّلنَّاسِ وَبَیِّنَـٰتࣲ مِّنَ ٱلۡهُدَىٰ وَٱلۡفُرۡقَانِۚ }

“Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur`ān, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil)” [QS. Surat Al-Baqarah: 185]

Pada zaman yang sangat maju, dan akan semakin maju dimana banyak pemikiran yang gila dan tersesat maka Al Qur’an adalah menjadi obat dan rahmat. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman,

{ وَنُنَزِّلُ مِنَ ٱلۡقُرۡءَانِ مَا هُوَ شِفَاۤءࣱ وَرَحۡمَةࣱ لِّلۡمُؤۡمِنِینَ وَلَا یَزِیدُ ٱلظَّـٰلِمِینَ إِلَّا خَسَارࣰا }

“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an (sesuatu) yang menjadi obat penawar dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zalim (Al-Qur’an itu) hanya akan menambah kerugian” [QS. Surat Al-Isra’: 82]

Oleh itu hendaknya semua muslimin semakin semangat mempelajari dan mengkaji Al Qur’an.

Hendaknya dikhatamkan membaca lafadz arabnya, dikhatamkan terjemahnya dan kemudian pelan-pelan membaca tafsirnya.

Begitu seterusnya diulang kembali jika sudah tuntas. Dengan demikian pikiran dan hati kita disinari dengan nilai-nilai Al Qur’an.

Jama’ah rahimakumullaah

Ketiga, Ramadhan adalah bulan ibadah

Hendaknya setiap muslim shalat berjamaah di masjid atau musholla di awal waktu. Menambah shalat sunnah sebanyak mungkin antara lain shalat tarawih, shalat tahajjud, shalat dhuha, shalat rawatib dan shalat tahiyatul masjid.

Shalat adalah kegiatan yang paling utama dan pertama harus disambut dengan gembira dan penuh semangat. Shalat adalah kunci kebaikan amalan. Sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:

أول ما يحاسب عليه العبد يوم القيامة الصلاة، فإن صلحت صلح سائر عمله وإن فسدت فسد سائر عمله

“Amal ibadah yang pertama yang akan dihisab oleh Allah pada hari kiamat adalah shalatnya, jika shalatnya baik maka baiklah seluruh amalannya yang lain dan jika shalatnya rusak maka rusaklah seluruh amalannya yang lain” [HR Thabrani].

Shalat adalah solusi dari Allah Subhanahu wa ta’ala. Shalat adalah sarana mendapat pertolongan Allah Subhanahu wa ta’ala. Shalat adalah tiang agama.

Shalat adalah pencegah perbuatan keji dan munkar. Shalat adalah dzikrullah yang paling formal. Shalat adalah sarana minta pertolongan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala, firman-Nya:

{ وَٱسۡتَعِینُوا۟ بِٱلصَّبۡرِ وَٱلصَّلَوٰةِۚ وَإِنَّهَا لَكَبِیرَةٌ إِلَّا عَلَى ٱلۡخَـٰشِعِینَ }

“Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Dan (salat) itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk” [QS. Surat Al-Baqarah: 45]

Disamping shalat, ibadah khusus yg perlu diperkuat di bulan Ramadhan adalah dzikrullah. Puncak dzikrullah di bulan Ramadhan adalah i’tikaf 10 malam terakhir.

Sehingga semua mesti memprogramkan untuk beriktikaf di masjid pada 10 malam terakhir dalam waktu pendek atau panjang, sebagiannya atau seluruhnya. Suasana tersebut mesti pernah dirasakan.

Jamaah Jum’ah rahimakumullaah

Keempat, Ramadhan adalah bulan syiar dan dakwah

Hendaknya seluruh ulama, muballigh, da’i, masjid, institusi pemerintah, institusi swasta dan juga keluarga-keluarga membuat syiar sebagai tanda menyambut dan mengisi Ramadhan dengan bahagia dan semarak.

Saat hati dan pikifan umat manusia dekat dengan Tuhannya maka ajaklah berbuat baik, shalih, bermanfaat, dan meninggalkan perbuatan munkar dan maksiyat.

Khususnya anak-anak remaja dan pemuda baik putra maupun putri hendaknya diarahkan dan di-support untuk memakmurkan masjid, membuat kajian kajian dan acara acara yang islami serta cocok dengan usia mereka. Karena pemuda adalah generasi penerus, شبان ئان رجال غاد pemuda waktu kini adalah orang dewasa waktu nanti.

Yang harus sangat diarahkan dan diawasi adalah penggunaan teknologi untuk mengakses dunia maya, dunia digital.

Hendaknya para orang tua bermusyawarah untuk merencanakan kegiatan Ramadhan termasuk mengatur penggunaan media sosial dan media digital.

Bagaimana agar waktu tidak mubadzir untuk hanya melihat media sosial, Youtube, Tiktok dan entertainment lain yang tidak bermanfaat.

Semua waktu, pikiran, perasaan, dan tenaga hendaknya dicurahkan untuk hal hal yang bermanfaat. Sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, خير الناس انفعهم للناس (sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia) bahkan Nabi juga memberi arahan bahwa:

مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ المَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيهِ

“Di antara yang termasuk bagusnya keislaman seseorang adalah ia meninggalkan apa yang tak berguna (bermanfaat) baginya.”

Kaum muslimin rahimakumullaah

Kelima, Ramadhan adalah bulan hidup berjamaah dan berkepemimpinan

Hendaknya setiap diri menyadari bahwa tidak bisa hidup sendiri. Bahkan harus menyadari bahwa dirinya lemah.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman خلق الإنسان من علق (Allah Subhanahu wa ta’ala menciptakan manusia dari segumpah darah), dan وخلق الإنسان ضعيفا (dan manusia diciptakan dalam keadaan lemah).

Maka manusia harus menyadari kesetaraan di hadapan Allah Subhanahu wa ta’ala dan harus hidup berjamaah sekaligus hidup berkepemimpinan yang mengagungkan Allah Subhanahu wa ta’ala.

Demikian pula, Ramadhan sebagai momen menyerap spirit untuk berumpul, berjamaah, berkepemimpinan, bersuku, berbangsa, dan bernegara dengan kepemimpinan yang bertakwa kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.

Karena yang paling mulia adalah karena ketakwaan sebagaimana firman Subhanahu wa ta’ala, ان اكرمكم عند الله اتقاكم (sesungguhnya yang paling mulia di di sisi Allah diantara kalian adalah kalian yang paling bertakwa kepada Allah).

Oleh itu kehidupan kita ini harus dimaknai dengan nilai-nilai jamaah dan kepemimpinan yang Islami.

Komunitas dan kepemimpinan dalam sistem yang selalu mengajak untuk beriman, bertakwa, jujur, amanah, mengajak kepada kebenaran dan mencegah dari kemungkaran.

Kesimpulan yang dapat diambil dari tema ini adalah bahwa agar berhasil meraih keberkahan Ramadhan harus dimulai dari menata cara pandang dan paradigma berfikir berdasar wahyu Ilahi.

Paradigma berfikir berdasar wahyu meliputi 5 komponen dasar yakni, Pertama, hidup adalah dari Allah, milik Allah, menurut Allah dan menuju Allah Subhanahu wa ta’ala.

Paradigma Kedua adalah hidup yang benar mesti menggunakan petunjuk wahyu Al Qur’an yang dibaca, dipahami, dihayati, dan diamalkan sebagai sistem nilai dan sistem hukum.

Paradigma Ketiga, hidup adalah untuk beribadah baik secara spiritual, kultural, fungsional, dan profesional. Olehnya itu, beribadah kepada Allah Subhanahu wa ta’ala adalah kebutuhan sekaligus kewajiban utama dan pertama.

Keempat, hidup adalah arena perjuangan dalam membela, menyebarkan, serta mempertahankan kebenaran dan keadilan agar mengalahkan kebatilan, kezaliman, dan kemaksiyatan.

Paradigma terakhir, atau yang Kelima, adalah hidup harus berjamaah dan berkepemimpinan yang baik dan benar agar kesejahteraan, keadilan, dan kemajuan bisa berjalan dengan baik.

Mari kita berdoa kepada Allah Subhanahu wa ta’ala, kiranya melimpahkan kesehatan, kesempatan, dan keberkahan kepada kita semua dalam meraih potensi potensi Bulan Suci Ramadhan kali ini.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيْرًا بَصِيْرًا، تَبَارَكَ الَّذِيْ جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوْجًا وَجَعَلَ فِيْهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيْرًا. أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وأَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وُرَسُولُهُ الَّذِيْ بَعَثَهُ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا، وَدَاعِيَا إِلَى الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا
اللهم صل و سلم على هذا النبي الكريم و على آله و أصحابه و من تبعهم بإحسان إلى يوم الدين. أما بعد

Do’a Penutup

إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
الَّلهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَعَلَى خُلَفَائِهِ الرَّاشِدِيْنَ الْمَهْدِيِّيْنَ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ وَمَنْ سَارَ عَلَى نَهْجِهِمْ وَطَرِيْقَتِهِمْ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مَجِيْبُ الدَّعَوَاتِ
اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَوَحِّدِ اللَّهُمَّ صُفُوْفَهُمْ، وَأَجْمِعْ كَلِمَتَهُمْ عَلَى الحَقِّ، وَاكْسِرْ شَوْكَةَ الظَّالِمِينَ، وَاكْتُبِ السَّلاَمَ وَالأَمْنَ لِعِبادِكَ أَجْمَعِينَ
اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الْمُسْلِمِيْنَ ودَمِّرْ أَعْدَآئَنَا وَأَعْدَآءَ الدِّيْنِ وأَعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الخَاسِرِيْنَ
رَبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا، وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنْتَ الوَهَّابُ
رَبَّنَا آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن
وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ ……. عِبَادَ اللهِ
إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُو

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Kursus Muballigh Profesional KMH ke-III Komitmen Pelayanan Umat melalui Dakwah Tarbiyah

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) -- Korps Muballigh Hidayatullah (KMH) kembali menggelar kegiatan Kursus Muballigh Profesional Angkatan ke-III yang mengangkat tema "Mencetak...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img