AdvertisementAdvertisement

Organisasi, Jama’ah dan Peradaban Islam

Content Partner

DALAM perjalanan sejarah, konsep organisasi telah menjadi fondasi bagi kemajuan dan perkembangan peradaban manusia. Organisasi, dalam konteks konvensional, seringkali diartikan sebagai entitas yang terstruktur dengan hierarki yang jelas, memiliki tujuan tertentu, serta mempunya anggota yang bekerja secara terorganisir untuk mencapai tujuan bersama, baik dalam skala kecil maupun besar. Organisasi yang dimaksud dapat berupa perusahaan, atau lembaga non-profit (yayasan/ormas) bahkan hingga negara yang bertujuan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu.

Namun, dalam perspektif Islam, konsep organisasi lebih dari sekadar struktur formal yang kaku itu. Dalam perpektif Islam sering diistilahkan sebagai jama’ah. Dimana jama’ah ini setidknya merujuk pada komunitas yang bersatu dalam keimanan dan amal saleh yang berada pada  sebuah kepemimpinan dalam  rangka untuk mencapai tujuan yang ditetapkan, dan hal ini terangkum dalam maqashidul syariah (tujuan-juan syariah) dalam rangka mencari ridha Allah SWT. Dengan demikian, eksistensi  jama’ah bukan sekadar kumpulan individu, tetapi lebih dari itu, merupakan ikatan yang erat di antara para anggotanya dan dalam ikatan kepemimpinan berdasarkan keyakinan dan praktek keagamaan yang sama.

Dalam jama’ah, ukhuwah, solidaritas, tolong-menolong, dan kebersamaan menjadi nilai-nilai yang sangat dijunjung tinggi. Hal tersebut setidaknya dipraktikkan dengan sempurna dalam kehidupan Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Di mana keberadaan jama’ah menjadi landasan yang kokoh dalam membangun peradaban Islam yang besar yang dimulai sejak di Makkah hingga secara sempurna dipraktikkan di Madinah. Dan dalam perspektif sejarah , msks Madinah saat itu sudah menjadi negara (organisasi) modern ysng komprehenship di masanya.

Peradaban Islam secara ringkas dimaknai sebagai manifestasi iman dalam seluruh aspek kehidupan. Oleh karenanya, Peradaban Islam bukan hanya tentang masa lampau, tetapi juga tentang masa kini dan masa depan. Pada saat yang bersamaan, maka Peradaban Islam tidak hanya tentang membangun struktur fisik, tetapi lebih jauh dari itu, merupakan manifestasi dari iman dalam setiap aspek kehidupan yang meliputi : struktur, infrastruktur dan supra struktur. Sehinga, dalam konteks organisasi, maka Peradaban Islam harus diwujudkan dalam bentuk desain organisasi yang komprehensip dan adaptif.

Prasyarat utama untuk tegaknya Peradaban Islam melalui Organisasi dan Jama’ah adalah keselarasan dengan ajaran agama Islam dalam segala hal. Ini berarti bahwa nilai-nilai Islam harus menjadi pijakan utama dalam pembentukan, pengelolaan, dan operasional setiap organisasi dan jama’ah. Ini mencakup penerapan nilai-nilai tauhid, kepemimpinan, keadilan, persatuan, dan keberagaman dalam setiap tindakan dan kebijakan organisasi.

Selain itu, kepatuhan terhadap hukum Islam dan integritas moral serta kekuatan ruhiyah (spiritualitas) menjadi landasan yang tak tergoyahkan. Konsekwensinya seluruh elemen organisasi dimulai dari pucuk pemimpin hingga anggota jama’ah harus memiliki pemahaman yang mendalam tentang ajaran Islam yang menjadi jatidiri organisasi dan mampu mengaplikasikannya dalam praktik sehari-hari.

Mengapa organisasi dan jama’ah Islam relevan di masa kini dan masa depan?

Dalam konteks organisasi masa kini dan masa depan, konsep ini memiliki relevansi yang sangat besar. Organisasi Islam yang ingin unggul dan menjadi model bagi yang lain harus memahami dan menerapkan konsep jama’ah dalam setiap aspek kegiatan mereka. Artinya, mereka harus membangun budaya Organisasi yang didasarkan pada nilai-nilai Islam, memperkuat ukhuwah di antara anggota, membangun kepemimpinan yang solid dan menjadikan kepatuhan kepada hukum Allah  ta’ala, kesemuanya itu sebagai landasan utama dalam pengambilan keputusan, semuanya dalam rangka menegakkan peradaban Islam.

Ada beberapa hal penting dan menjadi catatan, berkenaan dengan relevansi ini yaitu :

Pertama, organisasi dan jama’ah Islam menjadi wadah pemersatu umat, membangun rasa solidaritas dan persaudaraan. Di era individualisme, peran ini semakin penting untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah.

Kedua, organisasi dan jama’ah Islam berfungsi sebagai agen dakwah dan Pendidikan, bahkan kegiatan ekonomi serta politik, dalam rangka menyebarkan nilai-nilai Islam dan membimbing umat menuju jalan yang benar. Di tengah arus informasi yang deras, peran ini menjadi benteng pertahanan dari ideologi dan pemikiran yang menyesatkan.

Ketiga, organisasi dan jama’ah Islam menjadi fasilitator sekaligus motor penggerak perubahan sosial, mengantarkan umat menuju kemajuan dan kesejahteraan. Di era penuh tantangan, peran ini menjadi kunci untuk mewujudkan cita-cita peradaban Islam yang gemilang.

Membumikan Peradaban Islam

Organisasi dan jama’ah memainkan peran yang penting dalam membumikan Peradaban Islam, keberadaannya sangat strategis untuk menjadi wasilah atau sarana dalam memanifestasikan iman dalam setiap aspek kehidupan.

Pertama-tama, organisasi dan jama’ah memberikan wadah konkrit bagi umat Muslim untuk bersatu dalam rangka mewujudkan tujuan bersama yang sesuai dengan ajaran Islam. Dalam organisasi seperti lembaga amal, yayasan pendidikan, atau kelompok sosial, umat Muslim dapat berkolaborasi dalam menyebarkan kebaikan, memajukan pendidikan, atau membantu mereka yang membutuhkan.

Kedua, organisasi dan jama’ah menjadi platform untuk menerapkan nilai-nilai Islam dalam praktik sehari-hari. Dalam konteks bisnis, misalnya, sebuah Organisasi Masa yang dijalankan dengan prinsip-prinsip keadilan, transparansi, dan kesejahteraan anggot, akan mencerminkan ajaran Islam tentang etika dan tanggung jawab sosial. Begitu pula, dalam jama’ah keagamaan, umat Muslim dapat mempraktikkan ibadah, mengamalkan ajaran moral, dan memperkuat silaturahim, yang semuanya merupakan manifestasi iman dalam kehidupan sehari-hari.

Ketiga, selanjutnya, organisasi dan jama’ah juga menjadi sarana untuk memberikan contoh yang baik kepada masyarakat luas tentang nilai-nilai Islam. Dengan mengoperasikan organisasi atau menjadi anggota jama’ah yang produktif dan beretika, umat Muslim dapat membangun reputasi yang baik bagi Islam dan menunjukkan kepada dunia bahwa Islam adalah agama yang menginspirasi kebaikan, kedamaian, dan kesejahteraan bagi semua.

Keempat, Terakhir, organisasi dan jama’ah dapat menjadi pusat pengembangan dan penyampaian ilmu pengetahuan dan kebudayaan Islam. Melalui lembaga pendidikan, pusat studi Islam, atau kelompok diskusi keagamaan, umat Muslim dapat terus mengembangkan pemahaman mereka tentang ajaran Islam dan menerapkannya dalam konteks modern. Dengan demikian, organisasi dan jama’ah tidak hanya menjadi wasilah untuk membumikan Peradaban Islam, tetapi juga untuk memperkaya dan memperluas pengaruh Islam di tengah-tengah masyarakat global.

Organisasi Islam sebagai Model

Organisasi Islam mestinya menjadi pioneer dalam menerapkan konsep berjama’ah untuk tegaknya peradaban Islam. Sehingga keberadaan yang unggul itu dapat menjadi model bagi organisasi lain dalam membangun peradaban yang lebih baik. Organisasi Islam harus menunjukkan kepada dunia bahwa Islam adalah agama yang rahmatan lil ‘alamin, agama yang membawa kedamaian dan kesejahteraan bagi seluruh umat manusia.

Organisasi dan jama’ah Islam bukan hanya sebatas wadah perkumpulan, tetapi juga berperan penting dalam membangun peradaban Islam yang gemilang, ada bebeapa alasan yang mendasari yaitu.

  1. Organisasi Islam yang unggul adalah organisasi yang berlandaskan nilai-nilai Islam yang kokoh, seperti Al-Qur’an dan Hadits. Nilai-nilai ini menjadi pedoman dalam setiap tindakan dan kebijakan organisasi.
  2. Organisasi Islam yang unggul memiliki visi dan misi yang jelas dan terukur. Visi dan misi ini menjadi arah bagi seluruh anggota organisasi dalam bekerja dan berkarya.
  3. Kepemimpinan yang kuat dan visioner menjadi kunci utama dalam membangun organisasi Islam yang unggul. Pemimpin yang mampu menginspirasi dan memotivasi seluruh anggota organisasi untuk mencapai tujuan bersama.
  4. Manajemen yang efektif dan efisien adalah hal yang mutlak diperlukan dalam organisasi Islam. Manajemen yang baik akan memastikan organisasi berjalan dengan lancar dan mencapai tujuannya dengan optimal.
  5. Organisasi Islam yang unggul memiliki sumber daya yang memadai, seperti dana, infrastruktur, dan teknologi. Sumber daya ini penting untuk mendukung kelancaran kegiatan organisasi.
  6. Program yang jelas dan terukur menjadi salah satu faktor penting dalam mencapai kesuksesan organisasi Islam. Program ini dirancang untuk mencapai visi dan misi organisasi.
  7. Budaya kerja yang kondusif akan meningkatkan semangat dan produktivitas anggota organisasi. Organisasi Islam yang unggul membangun budaya kerja yang positif dan saling mendukung.
  8. Sistem evaluasi dan pengendalian yang baik akan memastikan organisasi berjalan di jalur yang benar dan mencapai tujuannya. Organisasi Islam yang unggul secara berkala melakukan evaluasi dan pengendalian terhadap kinerja organisasinya.
  1. Keterbukaan dan transparansi menjadi pilar penting dalam membangun kepercayaan dan akuntabilitas dalam organisasi. Organisasi Islam yang unggul mengedepankan keterbukaan dan transparansi dalam pengelolaan organisasi.
  2. Peduli terhadap lingkungan dan sosial merupakan wujud nyata dari nilai-nilai Islam yang diajarkan. Organisasi Islam yang unggul memiliki kepedulian terhadap lingkungan, empati terhadap sosial dan keummatan.

Dengan demikian maka, Organisasi Islam memiliki potensi besar untuk menjadi model bagi organisasi lain dalam berbagai aspek. Dengan menerapkan prinsip-prinsip di atas, organisasi Islam dapat menjadi contoh dalam membangun peradaban Islam yang gemilang di masa depan.

Penutup

Organisasi, jama’ah, dan peradaban Islam memiliki hubungan yang erat. Organisasi dan jama’ah dapat menjadi wadah untuk membangun peradaban Islam yang modern, komprehensip dan adaptif. Organisasi Islam yang unggul dapat menjadi model bagi organisasi lain dalam membangun peradaban yang lebih baik.

Dengan membangun organisasi yang kokoh berdasarkan konsep jama’ah dan mengintegrasikannya ke dalam setiap aspek kegiatan, organisasi Islam akan mampu mencapai keunggulan yang berkelanjutan. Mereka tidak hanya akan sukses secara materi, tetapi juga akan memberikan kontribusi positif yang besar bagi masyarakat dan peradaban secara keseluruhan.

Sebagai contoh, organisasi Islam yang berbasis pada nilai-nilai jama’ah dan peradaban Islam akan menjadi agen perubahan yang memajukan kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya di masyarakat, serta menjadi inspirasi bagi organisasi lain dalam menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Dengan demikian, sebagai kesimpulan bahwa melalui pemahaman yang mendalam tentang organisasi, jama’ah, dan peradaban Islam, kita dapat menciptakan model organisasi yang unggul dan menjadi pionir dalam mewujudkan visi Islam yang universal, adil, dan berkelanjutan.[]

*) ASIH SUBAGYO, Penulis adalah Peneliti Senior Hidayatullah Institue

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img