AdvertisementAdvertisement

Post Human Era Ditengah Kepungan Tsunami Informasi Penting Menjadi Perhatian

Content Partner

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Direktur Progressive Studies & Empowerment Center (Prospect), Imam Nawawi, menyoroti suasana dunia hari ini yang oleh pakar disebut sebagai post human era atau era posthuman.

Istilah tersebut merujuk pada artikel berjudul “Ancaman Tsunami “Byte” di Era “Posthuman” karya Guru Besar Sains Informasi FISIP Universitas Airlangga Prof. Rahma Sugihartati di Kompas (11/5/24).

“Mungkin inilah saatnya kita sempatkan diri berpikir, bahwa penjelasan Prof Rahma tentang perkembangan teknologi di era posthuman itu penting jadi perhatian kita. Jangan sampai kita benar-benar kehilangan jati diri sebagai manusia, saat kita merasa masih manusia,” kata Imam kepada Hidayatullah.or.id, Selasa, 6 Dzulqaidah 1445 (14/5/2024).

Imam menekankan bahwa manusia sekarang benar-benar terkepung oleh tsunami informasi. Sebuah kondisi yang kalau tidak punya tradisi Iqra’ alias membaca dengan baik, sudah pasti akan jadi manusia yang terkendali oleh data-data yang manusia kreasikan itu.

“Era mahadata memungkinkan pihak tertentu yang memiliki akses dan mampu mengolah mahadata mampu memanen dan menambang data dengan sangat efektif,” terang Imam yang juga Ketua Umum PP Pemuda Hidayatullah periode 2020-2023 ini.

Kondisi itu, mengutip Prof Rahma, menjadikan banyak orang tanpa sadar masuk dalam perangkap perkembangan sistem mahadata yang membelenggu kehidupan manusia itu sendiri.

Dahulu ada istilah orang bekerja kalau hadir rapat. Sekarang ada orang tertentu yang menganggap aktif bekerja kalau terus aktif di Whatsapp. Tak boleh membatasi diri dengan waktu. Kapan ada pesan WA masuk segera harus dibalas.

Dan, pernahkah kita perhatikan, bagaimana diri kita bangun tidur langsung otomatis mencari hape. Selepas salam saat shalat, tangan langsung merogoh hape. Tak ada lagi yang lebih nyata bagi orang seperti itu selain hp.

“Inilah dunia sekarang. Mungkin tampak biasa-biasa saja. Tapi coba cek lebih dalam. Benarkah biasa-biasa saja,” imbuhnya.

Era Posthuman

Menurut penjelasan Prof Rahma, post human era atau era posthuman adalah masa saat manusia bukan lagi hal paling penting di alam semesta. Perkembangan teknologi di era posthuman—seperti peningkatan kemampuan manusia dan kecerdasan buatan—cenderung makin mengaburkan dan menggantikan batas-batas kemanusiaan kita.

Saat ini, kata Prof Rahma, manusia telah kehilangan jati diri sebagai manusia, karena sebagian besar hidupnya telah dikendalikan oleh teknologi yang selalu menempel di tubuhnya dan tiada henti menciptakan informasi.

Kalau kita sering melihat orang angkat handphone lalu selfie dan sibuk posting, ia sedang mengirim data, ia tengah membuat informasi. Dan, itu akan dipanen oleh pihak yang punya akses terhadap segala kanal informasi di dunia digital.

Bahkan saat kita sedang berselancar di internet, jejak digital menjadi rekaman yang pihak tertentu bisa dijadikan bahan untuk mengetahui bagaimana kita berperilaku di dunia maya. Itu juga akan jadi bahan yang mereka olah untuk semakin membuat kita tenggelam dalam aktivitas digital.

Sekarang istilah big data sudah tak lagi relevan, muncul istilah baru lagi: mahadata. Mahadata menurut Prof Rahmat “mencakup berbagai jenis data atau informasi, termasuk data terstruktur dan tak terstruktur, serta data yang dihasilkan dari berbagai sumber (medsos, sensor, perangkat seluler, file log, server web, dan lainnya).”

Catatan Prof. Rahma sangat menarik karena juga menyajikan data berupa angka-angka berdasarkan catatan dari Finances Online Reviews for Business (2021).

Setiap hari manusia menciptakan informasi minimal 1.134 triliun megabyte (MB). Sebanyak 3 juta sekian dikirim manusia setiap detik. Sementara itu yang manusia tembakkan ke Whatsapp itu permenitnya 41.666.667.

Belum lagi data Facebook, IG, dan lainnya. Google, ya, setiap satu menit terjadi 700.000 pencarian dan muncul 200 lebih pengguna baru mobile web. (ybh/hidayatullah.or.id)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

SAR Hidayatullah Peserta Uji Kompetensi Water Rescue sebagai Potensi Basarnas Gorontalo

GORONTALO (Hidayatullah.or.id) -- Lembaga Relawan Kemanusiaan Search and Rescue (SAR) Hidayatullah sebagai bagian dari potensi Badan Nasional Pencarian dan...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img