AdvertisementAdvertisement

Rapat Kerja Serentak Digelar 9 Daerah Hidayatullah di Jawa Tengah

Content Partner

SEMARANG (Hidayatullah.or.id) — Sebanyak 22 daerah yang masuk dalam koordinasi DPW Hidayatullah Jawa Tengah secara serentak menyelenggarakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) pada Selasa, 13 Jumadil Akhir 1445 (26/12/2023).

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai tindak lanjut kegiatan organisasi sebelumnya yakni Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Rapat Kerja WIlayah (Rakerwil), dengan mengusung tema “Konsolidasi Jati Diri, Organisasi, dan Wawasan, Menuju Terwujudnya Standardisasi, Sentralisasi, dan Integrasi Sistemik”.

Adapun teknis pelaksanaan Rakerda dibagi menjadi 9 Rayon, dengan menggabungkan beberapa daerah yang bersebelahan menjadi satu rayon di salah satu daerah.

Masing-masing rayon didampingi oleh satu pengurus DPW, bahkan ada beberapa daerah yang juga didampingi oleh anggota DMW. Daerah-daerah tersebut dengan pendampingnya sebagai berikut:

Kota semarang: Ust. Usman
Kudus: Ust. Muhammad Muslim
Grobogan: Ust. Hamdan
Kendal: Ust. Eviq Erwiandy
Salatiga, Kab. Semarang, Boyolali: Ust. Nur Said Abdullah
Tegal, Kota tegal, Brebes: Ust. Wuryantoro & Ust. Sunoto Achmad
Banjarnegara, Wonosobo, Purbalingga: Ust. Akhmad Ali Subur
Kota pekalongan, Kab. Pekalongan, Batang, Pemalang: Ust. Widodo & Ust. Ahmad Suwarno
Pati, Blora, Jepara, Rembang, Demak: Ust. S. Ahmad Jihad & Ust. Imam Syahid

Dalam sambutan resmi Ketua DPW Hidayatullah Jawa Tengah Ust. Akhmad Ali Subur yang dibacakan langsung kepada seluruh peserta Rakerda, beliau berpesan tentang pentingnya sumber daya insani (SDI) untuk tumbuh kembangnya organisasi.

Menurut Subur, kebutuhan sumber daya insani yang berkualitas karena saat ini kita dihadapkan pada kenyataan berupa semakin berkurangnya bahkan tiadanya lagi para sesepuh dan para pendiri (founding father) lembaga ini.

“Kemudian kita juga dihadapkan kepada tantangan masih terbatasnya kader yang ada, baik secara kuantitas maupun kualitas,” ujarnya.

Secara kuantitas, beber Subur, jumlah kader kader organisasi terhitung minimalis, baik yang berada dalam jabatan struktural maupun fugsional di amal/badan usaha yang ada.

Demikian juga secara kualitas. Menurut dia, kader-kader yang ada di berbagai lini masih belum memadai secara kompetensi dan komitmen (loyalitas).

Oleh karenyanya ia menekankan agar dilakukan upaya serius, sistematis, terstruktur, dan terukur untuk peningkatan jumlah kader melalui proses rekruitmen, sekaligus peningkatan aspek kompetensi dan komitmen melalui pembinaan dan upgrading SDI.

Apabila proses peningkatan kualitas kompetensi dan komitmen kader dapat dilakukan secara efektif, maka akan berdampak pada meningkatnya kinerja organisasi atau lembaga. Secara lahiriyah dapat berwujud meningkatnya kualitas proses layanan, pertambahan jumlah dukungan stakeholder dan semakin sehatnya cashflow.

“Disamping itu juga secara batiniyah laju organisasi akan lebih aman, nyaman dan barokah karena diselimuti oleh kekuatan spirit perjuangan melalui gerakan nawafil, halaqah, dan pembinaan ruh yang menerangi diri sendiri, keluarga, jamaah, dan umat,” tandasnya.(ybh/hidayatullah.or.id)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Perjalanan 8 Jam Tim BMH Susuri Kelokan Tajam Antar Qurban ke Desa Pedalaman

GARUT (Hidayatullah.or.id) -- Dalam semangat berbagi kebahagiaan pada Hari Raya Idul Adha, Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img