Hidayatullah Ogan Ilir Tengah Hutan, Sarang Kalajengking

Ustadz Qosim dan Ustadz Agus (Foto: Abdul Ghodar Hadi)

SAAT mobil menyusuri jalan dan menembus kebun sawit. Tapi belum ada tanda-tanda ada lokasi yang akan dituju. Jauh dari kota, baru terlihat papan nama kecil Pesantren Hidayatullah.

Setelah itu mobil masuk gang dengan jalan setapak di tengah hutan. Awalnya ragu salah jalan, namun sekitar dua kilometer. Alhamdulillah sampai kampus Hidayatullah Ogan Ilir.

Subhanallah di tengah hutan, ada Pesantren Hidayatullah yang luasnya dua hektar. Sudah ada bangunan masjid, MCK, asrama 4 lokal dan dua rumah tangga.

Ustadz Qosim sebagai perintis Pesantren Hidayatullah Ogan Ilir mengatakan bahwa tanah ini wakaf dari salah satu pegawai Bank Sumatera Selatan dan Bangka Belitung. Beliau sudah wafat, semoga Allah memberikan ampunan dan pahala kebaikan kepada beliau serta kedudukan yang mulia yaitu surga.

Tanah ini awalnya hutan belantara, sedikit demi sedikit dirintis oleh dua orang saja. Yaitu ustadz Qosim dan Ustadz Agus.

Kewalahan tentunya, belum selesai sampai belakang tapi di depan sudah tumbuh lagi. Menebang pohon-pohon besar, hutan belukar.

Akhirnya menyuruh orang yang menunggu hutan itu untuk menebang pohon-pohon besar dan menjual kayunya untuk upah. Sehingga pekerjaan merintis lebih mudah dan cepat selesai.

Setelah itu membuat gubuk-gubuk untuk tempat tinggal sementara. Beralas karpet plastik, atap seng dan dinding apa adanya. Sekitar satu tahun lebih tidur di situ.

Sebenarnya Ustadz Qosim sudah ada istri dan anak, tapi sementara dikontrakkan rumah. Beliau harus bergantian menemani Ustadz Agus tidur di hutan dan terkadang sama istri. Karena tenaga baru dua orang.

Tidak disadari, ternyata selama ini di bawah alas tidurnya adalah sarang kalajengking ratusan. Bukan kalajengking biasa tapi kalajengking hutan yang besar, ganas, dan berbisa.

Subhanallah Allahu Akbar …

Laa haula wa laa quwwata illa billah, seandainya satu ekor saja kalajengking itu keluar dan menggigit. Maka bisa terkapar salah satu dari mereka.

Selama ini Allah memberikan perlindungan sehingga kalajengking itu tidak merasa terganggu meski ada dua orang tidur di atas sarangnya.

Almarhumah ibunda Aidah Cered pada tahun 2018 pernah berkunjung silaturahim ke kampus Hidayatullah Ogan Ilir. Meski waktu itu baru selesai merintis hutan dan hanya satu bangunan sementara.

Ibunda Aidah Ceret mengapresiasi sajian makan dengan ikan nila. Pelayanan dan semangatnya kader muda Hidayatullah.

Sekarang sudah ada beberapa santri mukimnya. Listrik juga sudah terpasang dari PLN. Meski di tengah hutan. Ini karena doa jamaah dan ikhtiar silaturahim ke muhsinin diantaranya manajer PLN.

Keberadaan Pesantren Hidayatullah Ogan Ilir ini tentu tidak tiba-tiba. Tapi melalui proses panjang. Silaturahim dari pintu ke pintu dengan penuh keyakinan dan munajat yang serius.

Sekarang, ustadz Qosim ditarik menjadi pengurus DPW Sumatera Selatan sebagai kepala Departemen Ekonomi dan Aset. Tugasnya di Hidayatullah Ogan olir diteruskan ustadz Agus Sopyan dan ditemani ustadz Edi.

Ustadz Agus Sopyan alumni SMP Hidayatullah Palembang dan SMA Hidayatullah Medan, istrinya alumni UIN Palembang sebelumnya santri Hidayatullah Palembang. Sedangkan ustadz sempat kuliah di STAIL Surabaya tapi hanya semester lima dan istrinya alumni STIS Hidayatullah Balikpapan.

Berdua dan beberapa santri kecil menyiapkan acara halaqah gabungan. Karena biaya tukang mahal, akhirnya mereka berdua yang menjadi tukang bangunan memperbaiki fasilitas di pesantren.

Subhanallah luar biasa keberanian dua keluarga ini. Menjadi pengurus pesantren di tengah hutan. Di Palembang lagi, yang dikenal murah nyawa dan banyak kriminalitas.

Menurut ustasz Agus, terkadang ada khawatir kalau berdua harus meninggalkan kampus. Tapi mau bagaimana lagi. Sehingga berharap berharap merekrut dan dikirimkan SDI yang menbantu merintis pendidikan di Hidayatullah Ogan Ilir.

Hidayatullah terus melahirkan kader yang memiliki spirit, idealisme, loyalitas dan militansi sebagaimana kader awal Hidayatullah. Salah satunya di Ogan Ilir dan banyak tempat juga banyak kader muda Hidayatullah yang luar biasa perjuangan dan pengorbanan di era sekarang ini.

Abdul Ghofar Hadi