Hikmah Ketika Suatu Malam Ustadz Haris Harus Berselimut

TIMIKA (Hidayatullah.or.id) — Mungkin tidak banyak kalangan kader muda di Hidayatullah yang mengenal Ustadz Abdul Haris Amin. Termasuk diriku sendiri di antaranya.

Beruntung sekitar tahun 2015 saya mendapat amanah untuk “turun” tugas liputan keliling Papua. Satu di antara tempat yang kemudian menjadi tujuanku setelah Jayapura dan Merauke adalah Timika.

Di Timika inilah, saya yang belum mengenal Ustadz Abdul Haris, diminta datang ke rumah beliau lepas sholat Isya’. Ditemani kolega dari BMH Timika, saya datang ke tempat beliau dan sejurus kemudian ia menyilahkan santap malam bersama.

Namun, Ustadz Abdul Haris tidak bisa makan bersama kami, karena beliau dalam keadaan sedang terserang malaria, sehingga beliau berjaket dan berselimut.

“Begini kalau kena Malaria, badan rasanya dingin, menggigil,” ucapnya sembari bertahan sekuat tenaga untuk tetap duduk mendampingi kami dengan kedua tapak tangan yang dirapatkan untuk mampu bertahan melawan rasa dingin di tubuhnya.

Karena memang beliau sedang kurang sehat, maka saya tidak bisa berlama-lama dialog bersama beliau. Padahal saya orang yang suka sekali menikmati cerita dan hikmah dari para senior lembaga. Namun spirit nyata kutangkap, walau hanya dalam beberapa untaian kalimat.

“Di lembaga ini harus punya niat yang tulus dan fokus. Jangan lihat ke kanan, ke kiri apalagi menoleh ke belakang. Keuntungan kita hanya kalau kita fokus menolong agama Allah ini. Kalau ada kemenangan, itulah kemenangan sejati, mendapat pertolongan Allah,” itu di antara kalimat yang saya ingat dari beliau.

Dan, keteladanan yang nyata kulihat, sekalipun sakit beliau tetap berjuang ikut shalat berjamaah. Maghrib, Isya’ dan Shubuh saya lihat beliau tetap datang ke masjid walau fisik boleh jadi sangat butuh istirahat. Luar biasa.

Kini sosok penuh inspirasi itu telah tunai menjalankan tugas kehidupan. Ustadz Abdul Haris Amin meninggal dunia pada usia 58 tahun di RSUD Timika, Papua Barat, pada Sabtu malam, 20 Rajab 1442 H/ 6 Maret 2021. Sebelumnya, beliau sempat sakit beberapa waktu.

Beragam ungkapan duka, kenangan akan kiprah perjuangan yang inspiratif terus membahana, baik yang diluncurkan melalui media sosial maupun yang terucap dari bibir demi bibir para kader Hidayatullah yang pernah berinteraksi bahkan tugas bersama beliau.

Selamat jalan, Ustadz Abdul Haris Amin, semoga kemuliaan Allah limpahkan bagimu di dunia dan di akhirat. Dan, semoga kami semua yang masih harus berjuang untuk istiqomah diberikan kekuatan oleh Allah Ta’ala.*

IMAM NAWAWI (Ketua Umum PP Pemuda Hidayatullah)