Tingkatkan Mutu Relawan, SAR Hidayatullah Gelar Diklat MFR

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

MALANG (Hidayatullah) – Hidayatullah sebagai organisasi massa dituntut untuk selalu ambil bagian dalam setiap permasalahan umat dan termasuk selalu sigap dalam aksi kemanusiaan.

Untuk kapasitas tersebut dalam rangka meningkatkan kualitas dan mutu relawan, melalui badan/lembaga pendukung SAR Hidayatullah mengadakan Diklat lanjutan bersama tentang Medical First Responder (MFR) and Ambulance Crew yang berkolaborasi dengan Laznas BMH dan Islamic Medical Services (IMS),

“Diklat Lanjutan Medical First Responder (MFR) And Ambulance Crew ini diharapkan akan memberikan standar pemahaman yang memadai sebelum memberikan pertolongan kepada korban di lapangan nantinya,” kata Kepala Divisi Diklat SAR Hidayatullah Pusat, Irwan Harun.

Dalam kesempatan yang sama Instruktur SAR Hidayatullah Pusat, Krisdiansyah, yang juga trainer nasional MFR, mengatakan jangan sampai, niat baik kita untuk menolong korban, ternyata malah membuat korban tambah cedera dan lebih para lagi.

“Jangan sampai korban malah mendapat cacat atas ketidaktahuan kita dalam standar menolong korban terutama pada pertolongan pertama,” kata trainer yang karib disapa Bang Kris ini.

Lebih jauh, Bang Kris yang jug apemilik enam sertifikat tingkat nasional bidang kebencanaan ini menggugah para peserta diklat untuk terus fokus selama pelatihan yang berlangsung selama empat hari ini dengan seksama.

Sebab, kata dia, selain sudah meninggalkan keluarga, mengorbankan waktu dan dana sekalian, dan lebih penting kalian merupakan utusan yang mewakili lembaga masing-masing, ujarnya mewanti-wanti peserta pelatihan.

Sementara itu Amil Prodaya Laznas BMH Jawa Timur, Ruwiyanto, menambahkan program diklat lanjutan MFR and Ambulance Crew ini sebagai bekal amil BMH, khususnya yang sehari-hari berjibaku dengan ambulance.

“Semoga setelah pelatihan ini, maintenance ambulance jauh lebih baik dalam melayani umat,” harap Ruwiyanto.

Diklat MFR And Ambulance Crew ini dibuka oleh Kepala Divisi Diklat SAR Hidayatullah Pusat, Muhammad Irwan Harun dan akan berlangsung selama empat hari yang dimulai Senin dan berakhir pada hari Kamis, (8-11/10/18) yang berlangsung di Pusdiklat Hidayatullah, Kota Batu, Malang, Jawa Timur.

Arif Lukmanul Hakim, salah satu peserta pelatihan dari Pulau Kalimantan, tepatnya Kota Samarinda, ini merasa dengan mengikuti pelatihan MFR ini mampu memberikan wawasan baru yang lebih aplilakatif karena pelatihan ini melibatkan sisi praktek peserta lebih banyak selama pelatihan berlangsung.

Pelatihan ini diikuti 39 peserta dari seluruh Indonesia dan diisi oleh enam struktur yang ekspert dibidangnya masing-masing.*/Muhammad Yusran Yauma

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.