Meraih Rejeki Dunia-Akhirat

APA yang membuat seseorang teguh dengan pendirian iman? Tidak lain karena ia sadar, hanya iman yang menjadikan seseorang memperoleh rejeki, tidak saja di dunia tetapi juga saat ia telah lama tiada.

Seorang Soekarno mungkin dikagumi banyak anak muda. Tapi seorang Soekarno ternyata mengagumi KH. Ahmad Dahlan.

Why? Tentu saja karena spirit imannya.

Rocky Gerung pernah dalam satu kesempatan mengatakan, kalau saja KH. Ahmad Dahlan berpikir turun ke politik praktis, maka tidak akan ada Universitas Muhammadiyah. Nama beliau hilang dalam perjalanan masa bangsa ini.

Tapi karena KH. Ahmad Dahlan mementingkan iman, bergerak dengan idealismenya, maka kini orang baru sadar, betapa luar biasanya sosok Kiyai itu.

Bandingkan dengan Anggota DPR RI yang dalam niat dan komitmennya berada di Senayan bukan lagi dalam rangka memperjuangkan iman.

Sosok yang menarik bagi saya adalah KH. Abdullah Said. Beliau orang yang diberi karunia oleh Allah melihat hakikat kehidupan, maka sejak belia beliau tanggalkan hal-hal yang tidak diperlukan dalam rangka menghidupkan dan memperjuangkan iman.

Mulai dari kuliah, kesempatan berkarir, dan lain sebagainya. Beliau fokus menata belantara menjadi tempat yang kini dirindukan banyak kader dan murid-muridnya, yakni Gunung Tembak.

Dalam sebuah kesempatan, mantan Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak pernah mengatakan, saat saya meniti karir di kantor Pemerintah Provinsi, Abdullah Said bersama rekan-rekannya rutin memainkan parang dan sabit, merintis belantara untuk dijadikan pesantren.

Kini, terlihat apa yang diperjuangkan selama ini. Betapa rakyat Kaltim sangat mengagumi dan membanggakannya.

Terlebih kala sang teladan memberikan jejak berupa tulisan yang bisa dinikmati generasi pelanjut, sungguh kehadirannya akan terus terasa. Lebih-lebih bukan semata tulisan yang diwariskan, wadah perjuangan juga telah disediakan. Maka siapa yang tidak kagum dan menghendaki keutamaan seperti itu.

KH. Ahmad Dahlan, KH. Abdullah Said, KH. Hasyim Asy’ari, Buya Hamka, M. Natsir, dan lain-lainnya beserta seluruh ulama dan pemuka pergerakan umat yang telah memberikan keteladanan dalam hidup ini adalah sosok yang tak pernah mati, bahkan terus menerus mendapatkan rezeki.

Jadi, hidup sejatinya soal keteladanan. Dan, keteladanan hanya bisa diraih dengan gelora menghidupkan dan memperjuangkan iman. Boleh jadi di dunia tak dipandang masyarakat banyak. Tapi kehadirannya dan kepergiaannya benar-benar memberi arti.

Mungkin tidak bagi semua orang, tetapi pasti bagi setiap yang menggunakan pikirannya unuk hidup tak sekedar senang, tapi berarti.

Dan, kala mereka terinspirasi, bergerak karena keteladanan yang dibuktikan, betapa itu akan menjadi deposito tiada henti bagi sang teladan, langsung dan kontan dari Tuhan!

Ya Rabb, mampukan kami semua. Aamiin

Jakarta, 17 Muharram 1441 H
Imam Nawawi

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.