Tetaplah Selalu Jaga Imunitas

DEPOK (Hidayatullah.or.id) — Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah KH Dr Nashirul Haq, MA, mengimbau agar tetap selalu menjaga iman dan imunitas tubuh di masa pandemi agar dakwah sebagai prioritas utama gerakan dapat terus dikuatkan. Hal ini disampaikan dia saat menutup acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Hidayatullah di Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Kota Depok, Jawa Barat, Kamis (31/12/2020).

Sistem imunitas merupakan sistem pertahanan atau kekebalan tubuh yang memiliki peran dalam mengenali dan menghancurkan benda-benda asing atau sel abnormal yang merugikan tubuh kita.

Dalam forum pamungkas itu, Nashirul mendorong segenap kader dan pengurus Hidayatullah untuk benar-benar disiplin dalam menghadapi pandemi yang berkepanjangan ini.

“Kita harus tetap menjaga dan meningkatkan iman dan imun secara seimbang. Karena kesehatan jiwa dan fisik merupakan hal yang tak terpisahkan, kala mengemban amanah sebagai Abdullah dan Khalifatullah,” katanya.

Nashirul menukil sebuah pepatah mengatakan, ‘Lebih baik mencegah daripada mengobati.’

“Kalau kita terpapar, itu prosesnya lebih berat. Syukur kalau tidak ada penyakit bawaan. Oleh karena itu kehati-hatian harus mutlak diupayakan dalam menghadapi pandemi yang berkepanjangan ini,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Nashirul pula mengingatkan pentingnya setiap kader dan pengurus Hidayatullah perihal strategisnya amanah dakwah yang diemban.

“Hendaknya kita semua, mengemban amanah kepengurusan ini dengan membangun soliditas yang kuat, team work yang solid dan mengedepankan musyawarah,” terangnya.

Nashirul pun menjelaskan perihal bagaimana Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah dalam menjalankan amanah organisasi.

“Kami di DPP, kekuatan itu ada di musyawarah, semua dimusyawarahkan di Pengurus Harian. Bahkan pada urusan yang strategis kami konsultasikan dengan Dewan Mudzakarah, lebih strategis lagi kami konsultasikan dengan Dewan Pertimbangan dan puncaknya adalah kepada Pemimpin Umum. Kekuatan musyawarah ini menjadi bekal kita,” imbuhnya.

Lebih dari itu penting juga semua kader dan pengurus memahami bahwa amanah sejatinya dipertanggungjawabkan kepada Allah Ta’ala.

“Pertanggungjawaban kita adalah kepada Allah, ini semua adalah jihad, amal sholeh. Jadi yang pertama menilai adalah Allah. Kemudian dinilai oleh Rasulullah dan pemimpin di atas kita, juga oleh seluruh kaum Muslimin. Pada ujungnya akan dinilai oleh jama’ah dan anggota kita,” pugkasnya.

Rakernas Hidayatullah yang berlangsung intensif selama 3 hari ini memberlakuan standar penyelenggaraan dan protokol kesehatan yang cukup ketat dengan mensyaratkan pemberlakuan social distancing, penggunaan masker serta pemeriksaan kesehatan metode swab antigen kepada semua. (ybh/hio)