Ulama Kharismatik Almarhum KH Abdurrasyid Abdullah Syafi’i Habiskan Umur untuk Islam

Almarhum KH Abdurrasyid Abdullah Syafi’i (Dok. HIdayatullah.or.id/ Ain)

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Umat Islam kembali berduka karena kehilangan ulama kharismatik yang istiqamah berjuang untuk agama dan bangsa. Dialah Tokoh dan ulama kharismatik Betawi, KH Abdurrasyid Abdullah Syafi’i, meninggal dunia sekitar pukul 17.38 WIB pada Sabtu, 30 Zulqa’dah 1442 H (10/7/2021) di Jakarta.

Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Ust Candra Kurnianto, mewakili keluarga besar Hidayatullah, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas meninggalnya sosok pengasuh Perguruan As-Syafi’iyah Jakarta ini.

Ust Candra yang hampir 10 tahun membersamai KH Abdurrasyid Abdullah Syafi’i dalam banyak kesempatan aktifitas dan pergerakan dakwah, melihat sosok almarhum sebagai ulama kharismatik yang menghabiskan umurnya berjuang untuk Islam.

“Beliau selalu menjadi bagian penting dan sentral dalam setiap pergerakan aktivis Islam baik terhadap isu isu yang terkait ummat di Indonesia maupun dunia,” kata Candra kepada media ini, Ahad (11/7/2021).

Kepeduliaan KH Abdurrasyid Abdullah Syafi’i terhadap isu umat Islam dalam dan luar negeri memang tidak diragukan. Ia selalu hadir terdepan bahkan hingga usianya yang ringkih. Tercatat, ia pernah menjadi anggota Dewan Pembina Dewan Dakwah Indonesia (DDII) dan juga mantan Ketua Komite Indoensia untuk Solidaritas Dunia Islam (KISDI) pada awal berdirinya dan belakangan kembali dipercaya memimpin KISDI.

Bersama Ahmad Sumargono atau Bang Gogon dan tokoh lainnya di KISDI, KH Abdurrasyid Abdullah Syafi’i lantang menyuarakan kepentingan dan pembela perjuangan umat Islam tidak saja di Indonesia, melainkan juga di berbagai belahan dunia mulai dari perjuangan Intifadhah di Palestina, Bosnia, Kashmir, Chechnya, Rohingya dan sebagainya.

“Terakhir kami bersama sama menggerakkan kepedulian terhadap bangsa Palestina. Beliau bukan hanya ceramah dan berorasi, beliau juga mengumpulkan dana untuk disumbangkan bahkan di usia senjanya itu beliau masih terlibat aksi turun ke jalan,” kata Candra.

Sebagai anak dari tokoh besar ulama yang berjuluk “Macan Betawi Kharismatik”, kebersahajaan ayahnya yang juga Ketua Umum Majelis Ulama DKI Jakarta pada periode pertama dan kedua, menurun kepadanya. KH Abdurrasyid pun hidup sederhana dan tak canggung melakukan hal apapun untuk kepentingan umat.

Ust Candra pun lantas mengisahkan keteladanan yang ditunjukkan almarhum KH Abdurrasyid saat mempersiapkan kantor untuk markas kegiatan keummatan. Almarhum turun langsung menyapu dan membersihkan.

“Beliau tanpa sungkan terlibat langsung dengan ikut menyapu, mengepel lantai dan merapikan ruangan. Kemudian kami makan siang dengan nasi bungkus sambil lesehan,” tutur Candra mengisahkan kenangan bersama almarhum yang tak terlupakan itu.

KH Abdurrasyid Abdullah Syafii juga merupakan adik dari almarhum Ustazah Hj Tuty Alawiyah, yang merupakan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan pada tahun 1998 hingga tahun 1999 pada Kabinet Kabinet Pembangunan VII dan Kabinet Reformasi Pembangunan.

Diketahui, KH Abdurrasyid Abdullah Syafi’i, merupakan anak dari KH Abdullah Syafi’i atau lebih dikenal sebagai Kiai Dulloh. KH Abdullah Syafi’i, merupakan pendiri dan pengasuh pertama dari Perguruan As-Syafi’iyah di Jakarta.

“Semoga kita yang lebih muda ini diberi bimbingan oleh Allah SWT untuk istiqomah melanjutkan perjuangan orang orang tua kita, termasuk beliau-beliau belum lama meninggalkan kita, Ustadz Abdul Mannan, Ustadz Muhammad Siddiq dan KH Abdulrasyid Abdullah Syafii. Amiin ya Rabbal alamin,” pungkas Candra.

Semoga Allah menyayangi beliau, mengampuni seluruh dosa beliau, dan mengumpulkan beliau bersama para Nabi, Rasul, Shiddiqin, Syuhada, dan Shalihin di Jannah Firdaus Tertinggi, Aaamiiin yaa Robbal ‘Aalamiin. (ybh/hio)