Rakornas Baitut Tamwil Hidayatullah Teguhkan Profesionalisme

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Baitut Tamwil Hidayatullah (BTH) 2022 meneguhkan komitmen menjadi lembaga yang amanah dan profesional yang menyelaraskan langkahnya dengan perkembangan era digital.

“Karena itu dengan memohon rahmat dan karunia Allah SWT, BTH melaksanakan rapat koordinasi nasional tahun 2022 dengan tema menerapkan standardisasi, sentralisasi dan integrasi, mewujudkan Baitut Tamwil Hidayatullah yang amanah dan profesional di era digital,” kata Ketua Departemen Keuangan DPP Hidayatullah, Saiful Anwar, ME, dalam keterangannya kepada media ini, Kamis, 18 Jumadil Akhir 1443 (20/1/2021).

Saiful menjelaskan, sebagai sebuah entitas baru disektor lembaga keuangan, Baitut Tamwil Hidayatullah yang berawal dari konsep BMT belum sepenuhnya terorganisir secara ideal. Oleh sebab itu, eksistensi dan pertumbuhannya sangat bergantung pada sumberdaya yang dimiliki oleh masing-masing BTH.

Di beberapa cabang BTH mengalami pertumbuhan pesat, namun juga terdapat beberapa BMT yang lampau mengalami tantangan yang tidak mudah baik material dan immaterial.

Tahun 2021 yang disepakati sebagai tahun standardisasi, sentralisasi dan integrasi BTH, dimulai dengan finalisasi konsep Standardisasi, Sentralisasi, dan Integrasi (SSI) dan strategi implementasinya. Dalam konsep tersebut, SSI mencakup aspek branding, operasional, keuangan, SDI dan kelembagaan.

“Dimana setiap aspek memiliki indikator yang harus dipenuhi oleh seluruh BTH yang berdiri di Hidayatullah,” imbuh Saiful seraya menambahkan selain yang bersifat kualitatif, SSI BTH juga diharap membawa dampak positif terhadap kuantitatif BTH secara nasional. Baik dalam aspek sumber daya insani maupun keuangan.

Dia menyebutkan, per 30 Desember 2021 BTH dengan jaringan di 10 kantor telah melayani 5.546 anggota. BTH membukukan asset sebesar 41 milyar, DPK 30 milyar, pendapatan 3,9 milyar, dan laba 1,29 milyar.

“Memasuki 2022, BTH diharapkan dapat mampu membangun kekuatan internal melalui konsolidasi baik dalam unsur pengurus, pengawas, dan pengelola agar dapat melakukan perencanaan bersama dalam aspek keuangan, SDI, pengembangan produk, pemasaran dan lain-lain,” harapnya.

Selain itu, Saiful mengatakan pihaknya juga akan menguatkan aspek digital yang tidak dapat dipungkiri dapat menjadi ancaman bagi semua sektor bisnis yang tidak mampu melakukan adaptasi dan penyesuaian strategi bisnis. “Termasuk di dalamnya BTH jika tidak melakukan upaya digitalisasi dalam semua konsep operasional dan layanannya baik dalam aspek funding maupun funding,” ujarnya.

Berbagai dinamika tersebut menjadi bagian yang menjadi fokus dalam pembahasan Rakor BTH untuk tahun buku 2022, dengan harapan BTH yang ada semakin siap dalam satu gerakan yang sama dalam integrasi manajemen yang terpusat.

“Juga agar program kerja tahunan BTH lebih tertata secara sistematis mulai program jangka panjang, program jangka pendek, program tahunan, program nasional dan program turunan di BTH,” tandas Saiful.

Rakornas yang berlangsung selama 2 hari ini, Rabu-Kamis, 19-20 Januari 2022, digelar di Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah Jakarta.

Rakornas yang dihadiri unsur pengurus 10 cabang BTH ini juga menghadirkan pembicara kegiatan seminar dan diklat dari DPP Hidayatullah seperti Kabid Ekonomi Wahyu Rahman, Kabid Organisasi Asih Subagyo serta Direktur PBMT Institute Kartiko Adi Wibowo dan hadir juga komisaris Bank Syariah Indonesia (BSI) Arief Rosyid Hasan. (ybh/hio)