Meneguhkan Tauhid sebagai Pondasi Utama dalam Ketaatan

BATAM (Hidayatullah.or.id) — Ketua Pembina Yayasan Pesantren Hidayatullah Batam KH Jamaluddin Nur, M.Pd, mengatakan Tauhid sebagai dasar agama Islam yang telah dipersaksikan dalam frasa “Lā ilāha illallāh” haruslah diteguhkan karena ia adalah pondasi utama dalam ketaatan kepada Allah SWT.

“Pertama menjadikan Tauhid sebagai pondasi penting dari awal perlangkahan sebagai pijakan dalam bertindak serta hal yang sangat penting dalam menjalankan ketaatan,” kata Ustadz Jamal, sapaan akrabnya, pada acara pengajian rutin yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Batam di Masjid Agung Hidayatullah Kampus 1 Batu Aji, Sabtu pagi, 4 Rajab 1443 (05/02/22).

Ustadz Jamal mengatakan, mereka yang memiliki Tauhid yang kuat selalu ada keikhlasan yang menyertainya, dan ini tidak akan lahir kecuali ada upaya yang sungguh sungguh (riyadhah) serta mengilmuinya.

“Oleh karenanya proses iqra’ harus terus digalakkan baik formal maupun non formal,” katanya.

Lebih lanjut Ustadz Jamal menjelaskan ideologi menjadi poin inti yang harus terus diasah bahwa kita hidup penuh dengan pertarungan.

Memantapkan ideologi, jelas beliau, adalah sebuah keharusan sebab ia sebagai tameng dari serangan ideologi-ideologi hari ini bahkan senjata untuk melakukan pertahanan pemikiran yang sumber inspirasinya dari Al Qur’an.

Di waktu yang sama, kata Ustadz Jamal, kekuatan spiritual juga dibutuhkan oleh mereka yang ingin menyongsong kebangkitan umat serta bisa menjadi salah satu wasilah untuk penyelesaian masalah-masalah yang dihadapi baik secara individu maupun jamaah.

Peraih penghargaan Tokoh Pendidikan Agama Islam terbaik di kota Batam dari Dewan pendidikan kota Batam (DPKB) ini mengungkapkan bahwa kesadaran ketauhidan akan mengantarkan pelakunya kepada kedewasaan dan kebijaksanaan bersikap.

“Ketika telah melewati proses tersebut dengan dibarengi spritual yang mapan sebagai salah satu wasilah upaya menghidupkan malam-malam untuk bersujud kepada Allah Ta’ala sebagaimana yang dicontohkan oleh orang-orang shalih terdahulu,” ungkapnya.

Jika sudah seperti demikian, maka kita akan merasakan kenikmatan dalam menjalankan shalat malam walaupun harus dengan posisi yang perlu disesuaikan seperti yang dirasakan oleh beliau saat ini.

Penerima Anugerah Batam Madani dari sembilan tokoh Batam pada tahun 2015 ini menambahkan bahwa jika kita telah memiliki Tauhid yang kuat, ideologi, serta spiritual yang mapan maka sebagai wujud dari keberimanan kita harus mendakwahkannya.

“Harus siap dan menyiapkan diri menjadi duta dakwah apatahlagi dengan kondisi hari ini sudah ada sarana media sosial, Hidupkan dakwah di sosial media, agar konsumsi media tersebut bisa berimbang dengan informasi-informasi kebaikan,” pesannya.

Dalam pada itu, Ustadz Jamal menambahkan, penguasaan konsep dalam pemaparan pada surat Al Fatihah menjadi sebuah konsep ideal yang ingin dituju agar visi unggul, profesional, dan sejahtera dapat kita raih.

“Kita harus berupaya unggul pada seluruh sendi kehidupan. Kader Hidayatullah adalah petarung yang kesiapan fisik dan mentalnya perlu ditopang dan disiapkan oleh masing-masing kita,” tutupnya.*/Ilman Abdullah