Dukung Dakwah Dai Pedalaman dengan Bantuan Modal pada Program Dai Berdaya

MEDAN (Hidayatullah.or.id) — Zakat dan sedekah kadang terasa sederhana. Namun, kala dikelola dengan manajemen yang baik, dana amanah itu dapat menjadi solusi bijak atas berbagai problem keummatan yang terjadi.

Di antaranya mampu mendorong sektor pengembangan bidang ekonomi, yang sejauh ini menjadi problem serius di tengah pandemi yang melanda dunia.

Dalam hal ini Baitul Maal Hidayatullah Perwakilan Sumatera Utara wujudkan dengan pemberdayaan dai melalui program dai berdaya.

“Bantuan tersebut diwujudkan dengan pemberian bantuan modal usaha pada bidang pertanian,” terang Kepala BMH Perwakilan Sumatera Utara, Lukman, Ahad (11/7/2021).

Kali ini bantuan modal usaha tersebut diberikan kepada Ustadz Muhammad Halimun (36).

Bersama istri, Ustadz Halimun sapaan akrabnya bahu membahu membina santri dan warga Muallaf di Dusun Lau Gedang, lokasi yang cukup jauh dari Kota Medan.

Ustadz Halimun telah 2 tahun lamanya berkiprah di Lau Gedang. Ayah dari tiga anak ini, istiqomah membina Muallaf sembari melakukan kegiatan bertani.

“Bertani ini menjadi pilihan, di samping potensi pertanian di sini sangat bagus juga demi menjaga Izzah martabat sebagai muslim, agar mampu berdaya, berdiri di atas kaki sendiri,” jelas Ustadz Halimun.

“Sehingga bantuan modal ini sangat kami syukuri, karena secara tidak langsung, ini menguatkan dakwah pembinaan di desa ini, juga keteladanan bahwa sebagai insan beriman kita harus memiliki kemandirian ekonomi,” tambahnya lagi.

Dijelaskannya lagi, modal tersebut akan digunakan untuk menanam jagung.

“Bantuan modal ini bisa mencakup luasan 7 rante atau kurang lebih 1 Ha. Dengan masa tanam 5 bulan, insya Allah sudah bisa dipanen,” tuturnya di sela sela kebun Tomat miliknya sesaat setelah menerima bantuan.

Dai Berdaya merupakan program untuk mendukung dan menguatkan kiprah dai dalam bertugas, terutama dai yang bertugas di daerah pedalaman dan minoritas.

Melalui program ini, BMH menjadikan zakat dan sedekah sebagai unsur penting dalam meretas problem sosial ekonomi keumatan, di antaranya dengan mendorong dai mampu berdaya dan mandiri.

“Dampak perubahan yang bisa dicapai dari program ini, baik secara langsung maupun tidak langsung juga memberi daya dukung terhadap pembinaan warga di pedalaman dan minoritas,” tutup Lukman.*/Herim