Jelang Idul Adha, BMH Gelar Event Virtual Edukasi Qurban

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) –– Guna memberikan layanan dakwah dan edukasi, terutama kepada kaum Muslimin, terkhusus generasi milenial yang menjadi panitia kurban, BMH menghadirkan virtual event pelatihan pemotongan hewan kurban sesuai dengan syariah, Ahad (18/7/2021).

Event virtual edukatif itu dilakukan melalui tiga media sosial, yakni Youtube BMH TV, Fanspage Baitul Maal Hidayatullah dan Instagram @official.bmh.

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut, ulama muda Pesantren Hidayatullah Depok, Ustadz Rasfiuddin, SSy, MIRK.

Jebolan magister syariah IIUM Malaysia ini menjelaskan bahwa dalam penyembelihan hal pertama yang harus diperhatikan ialah adab.

“Islam memberikan aturan dalam hal menyembelih. Ada orang menyembelih semaunya dia. Padahal (Islam) itu ada aturannya, ada tatacaranya. Mulai dari pisau,” katanya.

Ustadz Rasfiuddin menjelaskan, pisau atau parang sembeleh yang dipakai itu bukan sembarang pisau. “Usahakn pisau yang memang benar-benar disiapkan, sehingga hewan mudah kala disembelih,” ulasnya.

Dia mengatakan, Rasulullah SAW juga sudah memberikan panduan mengenai hal ini.

“Barangsiapa yang ingin membunuh (dalam bentuk qishas) harus benar-benar baik dalam pelaksanaannya. Dan, juga ketika ingin menyembelih hewan, maka harus berbuat baik dalam menyembelih hewan itu,” imbuh Ustadz Rasfi menjelaskan keterangan dari Nabi SAW.

Selain itu, juga dalam penyembelihan hewan hendaknya dijauhkan dari hewan yang masih hidup dan menunggu giliran untuk disembelih.

“Bahkan lebih dari itu, kala hendak menggiring hewan kurban ke tempat penyembelihan, hendaknya dengan tidak disertai kekerasan. Pernah Umar bin Khathab marah kepada seorang yang menggiring hewan kurban ke tempat penyembelihan dengan cara dicambuk. Itu tidak boleh,” tegas Ustadz Rasfi.

Menurutnya, apabila adab ini dimengerti dan dijalankan, hewan kurban akan tenang.

“Nah, kalau tidak diterapkan, inilah kenapa hewan itu ada yang lompat. Karena kala diambil tidak diambil dengan kelembutan, tapi malah diambil paksa. Kalau jenis sapi atau kerbau, diambil paksa malah akan ngamuk,” urainya.

Virtual event ini juga menghadirkan praktik penyembelihan hewan kurban sesuai syariah yang langsung dicontohkan oleh Ustadz Rasfiuddin.

Beliau menerangkan, dalam menyembelih usahakan hewan tenang, posisikan senyaman mungkin. Kemudian lokasi yang ditempatkan pisau pada lehernya tepat dua jari di bagian leher. Dengan begitu, langsung bisa memutus dua saluran sekaligus, yakni saluran nafas dan pencernaan, sehingga hewan qurban bisa mati dengan segera.

“Kemudian, apabila telah disembelih, tunggu sampai hewan benar-benar mati, barulah kemudian dilanjutkan proses selanjutnya,” paparnya.

Seorang netizen sangat antusias dengan gelaran virtual event ini. Di akun Instagram BMH, ia langsung bertanya.

“Kak, nanti kambing yang kita amanahkan di BMH akan dapat dokumentasi seperti ini kan? Saya sudah kurban Kak (ke BMH) melalui market place,” katanya.

Hal itu menunjukkan bahwa edukasi dan dakwah dalam hal yang sebenarnya sudah umum ini tetap dibutuhkan oleh masyarakat.

Mereka yang tidak tahu akan menjadi sangat senang dengan ibadah kurban. Mereka yang menjadi panitia akan lebih punya persiapan, bukan saja sisi teknis, tetapi juga aturan dalam syariah.*/Herim