BMH Jatim Salurkan 3.718 Hewan Kurban ke daerah Krisis Air Bersih

LUMAJANG (Hidayatullah.or.id) – Sebanyak 4.854 orang telah ikut berkurban tahun ini. Dalam hal ini, ada sebanyak 3.178 hewan kurban telah disalurkan. Itulah raihan yang berhasil dicatatkan Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (BMH) Perwakilan Jawa Timur dalam momentum Idul Adha 1442.

Pencapaian tersebut terbilang progresif. Bahkan BMH Jawa Timur sukses menyalurkan hewan kurban tersebut berbarengan dalam program Qurban Plus Sedekah Jariyah Sumur Bor. Rinciannya adalah 164 ekor sapi dan 3.014 ekor kambing.

Divisi Program dan Pendayagunaan BMH Perwakilan Jawa Timur, Imam Muslim, mengatakan para pekurban (mudhohi) telah mengamanahkan dan memepercayakan ibadah kurbannya melalui Laznas BMH Perwakilan Jawa Timur.

“Meski saat ini kita dalam masa sulit karena pandemi ini, Alhamdulillah rasa ingin berbagi masyarakat sangat tinggi. Para donatur dan dermawan itu memilih program Qurban Laznas BMH,” kata Imam Muslim.

Muslim menjelaskan, sebanyak 89.425 jiwa telah menerima manfaat daging kurban dari Laznas BMH. Mereka tersebar di 38 kabupaten/kota, 65 desa krisis air bersih, 83 pesantren dan panti asuhan, serta 33 Rumah Quran di Jawa Timur.

“Semoga dengan adanya program penyaluran daging kurban ini, bisa meringankan beban warga terutama karena pandemi,” ujar Muslim.

Sepenarian dengan itu, kurban tersebut juga didistribusikan ke titik pemukiman muallaf yang menjadi binaan para dai yang bertugas di sejumlah titik seperti di Tengger.

“Kami sangat senang bisa mendapatkan distribusi kurban untuk mualaf Tengger di sini. Semoga bermanfaat bagi yang membutuhkan,” ungkap Ustadz Bukhori, dai Laznas BMH yang bertugas mengabdi di Lereng Tengger, Senduro, Lumajang.

Dalam melaksanakan kegiatan kurban kali ini, tim panitia BMH menerapkan protokol kesehatan dengan sangat ketat. Prosesi pemotongan hewan dilaksanakan secara tertutup, dengan hanya dihadiri petugas.

Selain itu, untuk menghindari penyebaran pandemi dan aktifitas yang melibatkan massa yang besar, distribusi juga dilakukan dari rumah ke rumah demi menghindari kerumunan warga.*