Sambut Ramadhan BMH Gelar Publik Expose Berbagi Kebaikan dengan Zakat

DEPOK (Hidayatullah.or.id) – Sambut bulan suci Ramadhan 1443, Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH) meggelar Public Expose sekaligus peluncuran program Ramadhan tahun yang mengangkat tajuk “Berbagi Kebaikan dengan Zakat” di Kampus Hidayatullah Kalimulya, Kota Depok, Jawa Barat, Kamis, 21 Sya’ban 1443 (24/3/2022).

Direktur Utama Laznas BMH, Supendi, mengatakan 3 tahun terakhir penduduk berbagai belahan bumi termasuk Indonesia mengadapi dinamika yang sama sekali berbeda dimana kita bersinggungan dengan pandemi. Kondisi ini kemudian melahirkan istilah new normal atau normal baru untuk adaptasi baru.

Pandemi ini tidak saja berdampak pada cara orang berinteraksi melainkan juga menyebabkan tidak sedikit kematian dan atau setidaknya kehilangan mata pencaharian.

“Banyak, ribuan bahkan jutaan keluarga yang kehilangan mata pencahariannya, setidaknya berkurang pendapatannya. Ada anak anak yang kehilangan orangtuanya, ayah, ibunya, atau kedua duanya yang mereka adalah tumpuan dan harapan bagi keluarga dan masa depan anak itu,” kata Supendi.

Akan tetapi, lanjutnya, ada yang menggembirakan dikala pandemi covid-19 sedang melanda dimana kedermawanan dan solidaritas masyarakat untuk berbagi ternyata sangat tinggi.

Hal itu terbukti, misalnya, dalam sebuah lingkungan jika ada yang terdampak, maka sesama masyarakat berlomba lomba mengulurkan tangan untuk meringankan beban saudara saudaranya.

“Termasuk lembaga amil zakat, dalam masa pandemik justru mengalami penghimpunan yang signifikan amanah kebaikan dari umat untuk disalurkan kepada yang berhak menerimanya,” katanya.

Disisi lain, terang Supendi, dari waktu waktu kesadaran masyarakat untuk berzakat pun semakin hari makin meningkat yang seiring dengan pertumbuhan ekonomi kelas menengah (middle class) yang notabene mereka adalah anak muda milenial yang pendapatannya bisa dikatakan tidak kecil.

“Kesadaran mereka berzakat luar biasa. Kalau dulu zakat hanya dimaknai zakat fitrah (saja), tapi saat ini wawasan mereka akan zakat luar biasa bukan saja zakat fitrah, termasuk juga zakat lain seperti zakat maal, zakat perniagaan, zakat pfofesi, zakat peternakan, zakat pertanian dan lain sebagainya,” katanya.

Berangkat dari fenomena tersebut, Supendi menjelaskan, BMH kemudian terus menggelindingkan spirit kedermawaan tersebut dengan mengangkat tema Ramadhan 1443 kali ini dengan tagline berbagai kebaikan dengan zakat.

Dia menjelaskan, tema yang menjadi jargon program Ramadhan BMH tahun ini tersebut mengandung 2 pesan utama yaitu, pertama, kebaikan, dan, yang kedua, pesan zakat.

“Berbicara kebaikan tidak lepas dari yang namanya kepedulian, kedermawanan, yang olehnya kebaikan adalah sesuatu yang sifatnya inklusif dimana semua orang bisa melakukannya tanpa batas suku, ras, dan agama,” kata Supendi.

Kemudian, jelasnya, ada muatan pesan zakat. Menurut Supendi, zakat adalah sesuatu yang sifatnya eksklusif yang hanya berlaku bagi muslim yang memenuhi kriteria kewajiban berzakat.

“Oleh karena itu, pada bulan Ramadhan 1443, tema yang diangkat BMH adalah berbagi kebaikan dengan zakat. Kami mengajak kepada semua elemen masyarakat tidak dibatasi isu sekat, mari bersama sama BMH menebarkan kebaikan penjuru nusantara,” katanya.

Supendi menyebukan, ada 4 rumusan dari program Berbagi Kebaikan dengan Zakat ini yaitu meluaskan syiar dakwah hingga pelosok negeri, meringankan beban keterbatasan masyarakat miskin di bulan Ramadhan, meningkatkan kualitas hidup dan ibadah masyarakat yang berada dalam kekurangan dan membuka peluang kepada masyarakat untuk berbagi baik melalui sedekah maupun kewajiban menunaikan ibadah zakat.

Pimpinan Badan Amil Zakat (Baznas) KH Achmad Sudrajat, Lc, MA, dalam kesempatan yang sama mengapresiasi kiprah nyata BMH untuk negeri dalam bingkai semangat keberkahan dan kebersamaan.

Sudrajat mengatakan, peran serta BMH sudah tidak diragukan lagi karena setiap tahun selalu mendapat award atau penghargaan dengan penilaian yang dilakukan sangat panjang dan ketat leh Baznas selama setahun. Terakhir, BMH mendapatkan award sebagai terbaik dalam pendistribusian zakat di seluruh Indonesia.

“Jadi para muzakki bisa melihat dari sini, bahwa semua harta yang dikirim kepada BMH sudah teruji, karena dalam pendistribusiannya kita (Baznas) punya parameter dan ini selalu disampaikan dengan baik,” kata Sudrajat.

Sudrajat juga mengapresiasi BMH yang secara berturut turut mampu meneguhkan konsistensinya menjaga amanah umat dengan raihan award sebagai Laznas dengan Laporan Tahunan ZIS Terbaik.

“Peran peran lapangan BMH sudah teruji dan terbukti sukses memberikan khidmat kepada bangsa dan negara serta masyarakat,” tambahnya.

Senada itu, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Dr. Tarmizi Tohor mendorong laznas untuk melakukan syiar pemahaman tentang zakat serta terus melahirkan inovasi dan terobosan yang memiliki nilai maslahat yang berkesinambungan baik untuk muzakki maupun mustahik.

“Selamat kepada BMH dan terus kembangkan edukasi seperti ini. Kita harus bekerja keras dalam rangka untuk meningkatkan pengumpulan dan memantapkan pendistribusian dalam rangka untuk perbaikan ekonomi umat kita,” katanya berpesan.

Dalam kegiatan ini BMH menghadirkan salah seorang Dai Tangguh, Ust Karding, yang mengabdi di pedalaman Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, yang dalam kiprahnya berhasil menyulap kandang sapi menjadi mushalla untuk pondok pesantren yang dibangunnya.

Selain itu, hadir juga memberi penguatan dalam format taushiah dan testimoni yaitu tokoh literasi yang juga seniman pendakwah Habiburrahman El Shirazy atau jarib disapa Kang Abik dan Muhammad Syalabi yang mewakili unsur media cetak dan elektronik sebagai bagian dari mitra strategis lembaga filantropi.

Dalam kesempatan public expose yang dipandu pembawa acara Irwan Abdullah tersebut BMH juga memaparkan program dan berbagai capaian yang telah berhasil diraih setidaknya dalam 1 tahun terkahir yang disampaikan Ketua Pengurus BMH Firman Zainal Abidin.*/Ain