Gubernur Jawa Barat Salut Kiprah Nasional Hidayatullah

Gubernur Jabar Aher di Ponpes Hidayatullah Depok4 Gubernur Jabar Aher di Ponpes Hidayatullah Depok3 Gubernur Jabar Aher di Ponpes Hidayatullah Depok2 Gubernur Jabar Aher di Ponpes Hidayatullah DepokHidayatullah.or.id — Gubernur Jawa Barat (Jawa Barat) dua periode hingga 2018 Ahmad Heryawan mengaku salut dengan kiprah-kiprah kontributif Hidayatullah dalam pembangunan bangsa.

Gubernur Jabar yang karib disapa Aher ini mengaku cukup mengenal sosok pendiri Hidayatullah, almarhum Abdullah Said, melalui gagasan-gagasan inspiratifnya yang terangkum dalam beberapa medium buku cetak.

“Pendiri Hidayatullah adalah figur inspiratif, beliau menginspirasi saya. Abdullah Said adalah sosok ideolog yang bisa memberikan perubahan yang lebih besar. Pesantren ini pun berkemang dari pemikiran besar Abdullah Said,” kata Kang Aher saat bertandang ke Pesantren Hidayatullah Depo, Jawa Barat, Selasa (03//11/2015) kemarin.

Kata Kang Aher, mendiang Abdullah Said adalah seorang idelog inspiratif sehingga bukan saja menyelesaikan dirinya tetapi juga juga orang lain. Bahkan, kata Aher, kemudian pesantren ini berdiri seluruh indonesia ini berkat dari insipirasi dan kerja keras beliau.

Dalam bincang-bincang dengan pengurus, Aher mengaku sangat tertarik dengan Hidayatullah utamanya pesantrennya yang beliau istilahkannya dengan pesantren curah. Pesantren curah, maksudnya, Hidayatullah ada dimana mana yang kemudian memiliki koordinasi yang baik terhadap semua.

Di hadapan depan para pengurus, warga, dan para murid/santri, Gubernur Aher menyampaikan wejangan pentingnya keselarasan praktik dalam rangka mewujudkan kehidupan yang haromnis berdasarkan pada semangat peradaban Islami.

Beliau menjelaskan, untuk terwujudnya peradaban Islam maka harus terpenuhi dua syarat, yaitu penguasaan al-Uluum atau seperangkat ilmu yang bersumber dari Al Quran dan Hadist. Dan, kedua, al Funuun. Yakni sseperangkat ilmu yang bersumber dari ayat-ayat qauniyyah.

“Atau, harus terpenuhinya IMTAQ (iman takwa) dan IPTEK (ilmu pengetahuan teknologi/ terapan) sebagaimana istilah Bapak Habibi. Inilah pendidikan ideal. Dan, inilah yang telah dilakukan oleh ulama-ulama kita dahulu,” pesan Gubernur Aher.
Pada kesempatan tersebut, Gubernut Aher juga memberikan motivasi kepada santri untuk selalu berfikit dan berjiwa besar. Seorang santri, tegas Aher, harus berani bermimpi besar untuk melahirkan pemikiran besar, serta melahirkan karya besar.

“Itulah yang telah dicontohkan oleh pendiri Pesantren Hidayatullah ini, Ustadz Abdullah said. Beliau adalah seorang idiolog yang visioner. Saat ini kita bisa menyaksikan Hidayatullah eksis di seluruh nusantara, adalah hasil ide-ide besar beliau,” ujar Aher.

Aher mengutarakan, bahwasanya dalam hal perpolitikan ummat Islam harus memiliki peran. Salah satu sarana penting untuk mewujudkan kesejahteraan ummat adalah jika ummat Islam dapat memimpin.

Gubernur Aher memberikan contoh sederhana, kala dirinya menjadi ketua sebuah yayasan, dulu, Aher mengaku bisa menggratiskan pendidikan untuk 150-200 anak. Saat menjadi gubernur ia menggratiskan 7,6 juta jiwa.

“Saat menjadi pengurus yayasan, barangkali bisa membangun 2 ruang kelas baru. Sekarang kita bisa mewujudkan 6000 ruang kelas baru dalam setahun. Alhamdulillah,” sebut Aher.

Di penghujung sambutannya, Gubernur Jawa Barat dua periode ini memberikan bantuan ruang kelas baru (RKB) 6 kelas untuk gedung Sekolah Pemimpin Hidayatullah Depok dan menghadiahkan 1 buah kendaraan roda empat untuk operasional dakwah Pesantren Hidayatullah Depok.

Penutupan kunjungan Gubernur Jawa Barat ini ditandai dengan penyematan sorban untuk Ahmad Heryawan oleh Pembina Yayasan Hidayatullah Depok Ustadz Ir. Abu A’la Abdullah, M.H.I . Acara diakhiri dengan sholat berjamaah yang di imami oleh pak Gubernur dari Partai Keadilan sejahtera (PKS) ini. (ybh/hio)

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.