HUT Bhayangkara ke-73, Polda Kaltim Bakti Religi di Ponpes Hidayatullah

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) — Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-73, Polda Kaltim menggelar sejumlah kegiatan sosial, salah satu diantaranya adalah berbagi kebaikan bertajuk Bakti Religi di Pondok Pesantren Hidayatullah, Gunung Tembak, Balikpapan.

Kamis pagi (20/06/2019) itu Karo Ops Polda Kaltim, Kasat Brimob dan Diresnarkoba Polda Kaltim menyambangi Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak Balikpapan untuk silahturahmi bersama para tokoh agama sekaligus menyerahkan bantuan berupa sembako kepada pengurus Pondok Pesantren.

Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol. Ade Yaya Suryana menerangkan selain menyambut HUT Bhayangkara ke-73, kegiatan ini juga merupakan suatu bentuk kepedulian Polri sebagai pengayom dan pelindung masyarakat. Di mana, Polisi dituntut untuk selalu dekat dan menunjukkan sikap peduli kepada masyarakat.

Ade juga berharap kegiatan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat sembari mengharapkan kepada anggotanya agar tidak lupa untuk terus meningkatkan sisi religius di dalam diri.

“Menyambut Hari Bhayangkara ke 73 ini tentunya kita berharap Polri semakin Promoter untuk mengabdi pada masyarakat, bangsa dan negara,” tutur Ade.

Ketua Yayasan Hidayatullah Balikpapan Ust Hamzah Akbar yang didampingi sejumlah jajaran dan pembina menyambut hangat kunjungan anjangsana rombongan Polda Kaltim yang kesekian kalinya ini di Kantor Utama Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak Balikpapan.

Ust Hamzah menyambut bahagia kegiatan HUT Bhayangkara ke-73 ini dan mengharapkan sinergi ini terus terjalin dengan baik serta mendoakan di usianya yang ke-73 ini, Polri semakin penuh barokah dan terdepan dengan mottonya Profesional, Modern dan Terpercaya (Promoter).

“Sinergi dan harmoni antar elemen masyarakat adalah diantara kunci kemajuan bangsa Indonesia yang kita cintai ini. Kalau dalam bahasa Al Qur’an, wa’ tashimû bi hablillâh jamî’an walâ tafarraqû. Berpegang teguh kepada tali Allah secara menyeluruh dan tidak terpecah-belah,” ujar Hamzah dalam keteranganya diterima redaksi.

Dia berpesan, masyarakat perlu bersama-sama memikul tanggungjawab untuk selalu menjaga persatuan dan menghindari perpecahan. Perbedaan yang ada sebagaimana dalam jargon kebhinnekaan Indonesia, kata dia, mestilah disikapi dengan sikap adil dan bijaksana.

“Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh,” pungkasnya mengingatkan seraya mengutip adagium populer. (ybh/hio)

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.