IAIN Sultan Amai Gorontalo Minati Metode Grand MBA

GORONTALO (Hidayatullah.or.id) — Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo mengikuti pelatihan Grand MBA (Gerakan Dakwah Nasional Mengajar-Belajar Al-Qur’an) yang digelar di Kampus II IAIN Gorontalo pada Sabtu (19/10/2019).

Ketua Jurusan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Dr. Razak H. Umar, MPd yang memberikan sambutan dalam acara ini berpesan bahwa calon guru harus membekali ilmu dengan berbagai macam metode pengajaran khususnya dalam baca tulis Al-Quran.

Acara yang diselenggarakan oleh Fakultas Tarbiyah dan Keguruan IAIN Gorontalo ini mengangkat tema “Pelatihan Cara Cepat & Mudah Baca Tulis Al-Quran dengan Metode Grand MBA”.

Dr. Razak mengatakan, tujuan diadakannya kegiatan tersebut agar para mahasiswa bisa mengajarkan Al-Quran dengan menggunakan metode yang cepat dan mudah bagi mad’u.

“Hal ini dituntut kepada para mahasiswa karena mengingat mereka adalah mahasiswa jurusan Pendidikan Agama Islam, tentunya mereka akan menjadi calon-calon guru agama kelak,” ucapnya.

Sebagai pemateri pelatihan ini, Ustadz Saiful mengatakan, pelatihan ini disambut baik oleh 200 orang mahasiswa yang hadir dalam pelatihan tersebut.

“Alhamdulillah, senang rasanya materi Grand MBA ini mendapatkan perhatian yang serius dari para mahasiswa yang hadir. Mereka menganggap metode ini mudah dan menarik untuk dipelajari, ” ujar ustadz muda sekaligus ketua PosDai Gorontalo itu.

Grand MBA atau Gerakan Dakwah Nasional Mengajar-Belajar Al-Qur’an adalah salah satu program PosDai secara nasional, yang bertujuan untuk mengakrabkan masyarakat dengan Al-Qur’an. Lewat gerakan ini masyarakat diantarkan untuk dapat membaca, menerjemahkan, menghafal dan mengamalkan al-Qur’an dengan standar yang baik.

Koordinator Grand MBA Posdai Pusat, Ustadz Agung Tranajaya, Lc, M.Psi, mengatakan program pembelajaran Al Qur’an metode Grand MBA ditawarkan kepada masyarakat semata-mata ingin memberikan support dan menemani masyarakat belajar Al Qur’an secara tuntas sesuai dengan tahapan-tahapannya mulai dari terbata-bata tidak bisa sama sekali sampai pada tahapan tartil.

Dia menjelaskan, secara sederhana tahapan belajar Qur’an itu adalah memulai dengan terbata-bata atau mutata’ti’, mempelajari makhraj dan shifat, mengetahui kaidah tajwid, memahami tata bahasa, memahami dan merasakan balaghah, dan terakhir hakikat tartil.

Setelah sampai pada tahapan terakhir yaitu tartil, peserta akan dibina dalam halaqah atau majelis-majelis taklim yang dibangun Grand MBA bekerjasama dengan masjid-masjid yang intinya mempelajari 5 T yaitu tilawah atau membaca dengan tartil, tahfidz (menghafal sebanyak mungkin), tafaqquh (memahami dengan benar), tathbiq (mempraktikkan dalam kehidupan), dan tabligh (menyampaikan kepada orang lain).

Dalam tahapan belajar metode Grand MBA, untuk tahap pertama yaitu mengenal makhrajul huruf dan shifat sampai kaidah tajwid menggunakan buku Grand MBA Jilid I dan II dalam paket Bimbingan Tajwid dan Tahsin Al Qur’an. Sementara untuk pelajaran tata bahasa dan maknanya di buku paket Terampil Menerjemah Al Qur’an dengan isi 6 jilid.

Grand MBA juga punya metode cepat belajar Al Qur’a dengan judul buku paket Grand MBA: Cara Cepat Belajar Membaca Al Qur’an dengan metode 8 jam dengan durasi 1 jam setiap pertemuan.

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.