Popes Hidayatullah Surabaya Raih Prestasi Pada Mathematics Competition 2020

SURABAYA (Hidayatullah.or.id) — Pandemi Covid-19 mempengaruhi hampir semua tatanan kehidupan. Tak terkecuali bidang perlombaan, kompetisi, dan kejuaraan. Deretan ajang lomba olimpiade baik nasional maupun internasional mengalami penundaan hingga pembatalan akibat kekhawatiran penularan virus Corona.

Pandemi tak berarti surut prestasi. Di tengah ketidakpastian bukan menjadi alasan untuk berkarya asal-asalan. Semua harus dikerjakan secara maksimal untuk meraih hasil yang membanggakan.

Di masa pandemi ini, Sekolah Integral Luqman Al Hakim (Siluqim) Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya tetap mengukir prestasi. Kali ini dalam ajang International Kangaroo Mathematics Contest (IKMC) 2020. Pelaksanaan lomba dilakukan secara online, ahad (21/06/2020) lalu.

Hasil akhir IKMC diumumkan pada, sabtu (11/07/2020) kemarin. Tim Olimpiade Siluqim berhasil memenangkan 22 medali. Dengan rincian 3 medali emas, 10 medali perak, dan 9 medali perunggu.

Perolehan medali selengkapnya bisa di lihat pada tabel berikut:

IKMC merupakan sebuah Kompetisi matematika Internasional yang telah dilaksanakan sejak tahun 1991 oleh Association Kangourou Sans Frontières. Diikuti oleh peserta dari hampir seluruh dunia. Tahun ini tercatat sebanyak 82 negara ikut berpartisipasi.

Negara-negara yang berpartisipasi dalam IKMC edisi 2020 diantaranya mulai dari Albania, Austria, Belgium, Brazil, Canada, Czech Republic, Denmark, Finland, France, Germany, Indonesia, Iran, Italy, Malaysia, Mexico, Netherlands, Nigeria, Norway, Poland, Portugal, Russian Federation, Singapore, South Korea, Spain, Turkey, United Kingdom, hingga United States.

Level lomba dalam IKMC 2020 dibagi menjadi beberapa kategori. Yakni Kelas 1 dan 2 level PreEcolier, Kelas 3 dan 4 level Ecolier, Kelas 5 dan 6 level Benjamin, Kelas 7 dan 8 level Cadet, Kelas 9 dan 10 level Junior, dan Kelas 11 dan 12 level Student. Pada tahun ini, Klinik Pendidikan MIPA menjadi partner sekaligus penyelenggara tunggal IKMC di Indonesia.

Adi Purwanto, M.Pd penanggung jawab Tim Olimpiade Siluqim menjelaskan bahwa di tengah pandemi-covid 19 ini, program pembinaan dan perlombaan olimpiade terus berjalan. Metode pembinaan beralih dari tatap muka ke daring atau online.

“Pandemi Covid-19 ini tidak membuat kami berhenti melakukan pembinaan. Justru mendorong kami untuk istiqomah dan terus berkarya dalam dunia pendidikan. Situasi ini juga mengajarkan kami untuk bekerja keras demi meraih hasil yang terbaik.” ujar Adi Purwanto.

Teruslah berkarya dan berprestasi. Jadikan pandemi sebagai pelecut semangat dan bersungguh-sungguh untuk terus berprestasi. Bagi kami prestasi adalah sarana dakwah untuk terus meninggikan kalimat-Nya. *Cakrud/humassilh

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.