Kader Dai Hidayatullah Harus Tebar Rahmat ke Penjuru Dunia

MEDAN (Hidayatullah.or.id) — Anggota Dewan Pertimbangan Hidayatullah Ust Hamim Thohari mengatakan kader dai Hidayatullah jangan hanya menikmati keindahan dan kenikmatan berislam sendirian atau dinikmati komunitasnya saja di mana dia berada. Kader Hidayatullah justru harus keluar menyebarkan rahmat Islam bahkan ke seluruh dunia.

“Keberadaan organisasi kita Hidayatullah sebagai wadah untuk menebarkan risalah Islam yang agung. Harus kita wujudkan ,kita menangkan dan kita perjuangkan. Kampus Hidayatullah harus banyak melahirkan kader yang bisa disebar ke seluruh daerah dan ke seluruh wilayah Nusantara bahkan ke seluruh dunia,” katanya.

Hal itu disampaikan beliau dalam taushiyah shubuh di Masjid Al Akbar Pondok Pesantren Hidayatullah Medan disela sela Musyawarah Wilayah (Muswil) Hidayatullah Sumatera Utara (Sumut) yang digelar 5-6 Desember 2020.

Dia mengatakan, diselenggarakannya Musyawarah Wilayah Hidayatullah Sumut diharapkan akan terbangun jaringan dakwah yang lebih lengkap dan lebih cepat, terorganisir, terstruktur dan massif sedemikian rupa.

Menurut beliau, kegiatan kegiatan yang bersifat koordinatif seperti Musyawara Wilayah penting untuk terus memantapkan langkah ke depan dalam rangka berkhidmat untuk agama, bangsa dan segenap alam semesta.

Termasuk rangkaian acara yang berpusat di masjid seperti taushiah, halaqah Al Qur’an dan kegiatan laporan perjalanan dakwah langsung di hadapan jamaah merupakan bentuk sosialisasi yang sangat luar biasa.

“Dari acara ini santri akan melihat para orangtuanya, para gurunya, para seniornya berkumpul, berdiskusi, bermusyawarah membicarakan kemajuan Islam. Kemudian mereka akan meniru dan tumbuh keinginan menjadi dai seperti para orangtua dan para seniornya yang sudah berkiprah berbagai wilayah dan daerah di Nusantara ini. Ini adalah ajang sosialisasi sekaligus kaderisasi,” katanya.

Beliau mengimbuhkan, hal yang tak kalah penting dan tidak boleh dilupakan adalah bahwah kegiatan taushiyah selepas shalat berjamaah di masjid seperti ini menjadikan anak-anak dan para santri bisa menyaksikan para orangtua dan para seniornya berkumpul bersama.

“Makan bersama, bercanda bersama, berdiskusi dan bersilaturrahmi, merencanakan langkah dan strategi perlangkahan dakwah kedepan,” tukasnya. (cam/ybh)