Sulawesi Tenggara Awali Rapat Kerja dengan Dua Ayat

KENDARI (Hidayatullah.or.id) — Ketua Dewan Murobbi Wilayah Hidayatullah Sulawesi Tenggara (Sultra), Ahmad MS, mengawali sambutannya dalam Rapat Kerja Wilayah Hidayatullah Sulawesi Tenggara pada 9/1 di Kampus Madya Hidayatullah Kendari, dengan dua ayat al-Qur’an. Ayat pertama adalah Shaff [61] ayat 4, dan kedua surat al-Hujarat [49] ayat 12.

Kedua ayat ini disampaikan Ahmad MS ketika memberikan sambutan setelah sebelumnya acara rakerwil secara resmi dibuka oleh Sekretris Jenderal DPP Hidayatullah, Candra Kurnianto.

Ayat pertama berbunyi, “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, mereka seakan-akan seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.”
(As-Saff [61]: 4).

Ayat ini, menurut Ahmad, mengharuskan seluruh kader dan anggota Hidayatullah, khususnya di Sulawesi Tenggara, menyusun barisan yang rapi. Caranya dengan bersungguh-sungguh melaksanakan program sentralisasi dan standarisasi yang diamanahkan oleh Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah.

Adapun ayat kedua berbunyi, “Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah Maha Penerima Tobat, Maha Penyayang,” (Al-Hujurat [49]: 12).

Ayat kedua ini, kata Ahmad, memberi pesan agar seluruh kader dan anggota Hidayatullah selalu membangun soliditas. Caranya, jauhi prasangka. “Jangan sampai ada yang bilang ini begini dan itu begitu. Prasangka seperti ini akan melemahkan kita,” jelas mantan ketua DPW Sumatera Selatan ini.

Jika soliditas sudah luntur maka sebaik apa pun program yang disusun, hasilnya tak akan maksimal. Sebaliknya, kata Ahmad, jika DPW solid, amal-amal usaha solid, kader solid, maka akan terbangun shaf yang rapi di Hidayatullah. “Jika shaf kita rapi maka Allah akan mencintai jamaah ini, dan Allah akan menurunkan pertolongan-Nya kepada kita,” jelas Ahmad.

Karena itu Ahmad mengimbau agar musyawarah-musyawarah di antara pengurus harus digalakkan. Begitu juga program taaruf antar kader perlu dilakukan.

Dewan Murobbi Wilayah Sultra sendiri, kata Ahmad, dalam waktu dekat akan mengunjungi seluruh dewan pengurus daerah di seluruh Sulawesi Tenggara. “Termsuk DPD yang sangat terpencil dan katanya hanya ada kader satu orang di sana, akan saya kunjungi,” kata Ahmad lagi. */Mahladi