Mahasantri Hidayatullah Medan Mengabdi di Lereng Gunung Sinabung

MEDAN (Hidayatullah.or.id) — Ma’had Aly Pondok Pesantren Hidayatullah Tanjung Morawa, Medan, Sumatera Utara, mengirim mahasantri pengabdian pada masyarakat di lereng Gunung Sinabung. Pengugasan pengabdian dakwah ini mulai tanggal 19 Desember 2020 hingga tanggal 16 Januari 2021.

Pengabdian di lereng Gunung Sinabung menjadi pengalaman menarik bagi segenap mahasantri ini. “Ini pengalaman pertama bisa mengabdi di lereng gunung Sinabung, bertemu langsung dengan masyarakat,” kata Annisa, salah satu mahasantri.

Gunung Sinabung adalah gunung api di Dataran Tinggi Karo, Kabupaten Karo. Gunung ini bersama Gunung Sibayak di dekatnya adalah dua gunung berapi aktif di Sumatra Utara dan menjadi puncak tertinggi ke 2 di provinsi itu.

Ketua Yayasan Pondok Pondok Pesantren Hidayatullah Medan, Ust Khairul Anam, mengatakan penugasan pengabdian dakwah ini merupakan salah satu rangkaian dari proses pendidikan Ma’had Aly sebelum mahasantri diwisudah dan dikirimkan ke berbagai wilayah di Indonesia.

“Penugasan dakwah untuk pengabdian masyarakat ini sekaligus dalam rangka membangun kecakapan mahasantri untuk menempa diri secara langsung dengan masyarakat baik tentang bagaimana bersosialisasi berinteraksi dan bekerjasama ,” kata Ust Anam kepada meda ini, Selasa (12/1/2021).

Anam mengatakan, dakwah adalah tugas yang multi-dimensional menyangkut berbagai sisi yang bersinggungan langsung dengan kehidupan masyarakat. Dai atau daiyah tidak saja mengajarkan Islam tetapi juga diharapkan bisa menggerakkan sektor riil di masyarakat termasuk dalam ekonomi dan pemberdayaan.

“Karena itu, tugas dai dan daiyah yang berat ini perlu mendapat dukungan maksimal guna menguatkan peran tabligh dan informal leader dimanapun mereka berada. Disinilah, saya kira, pemerintah juga terbantu dalam memanggul amanat Undang-undang Dasar, mencerdaskah kehidupan bangsa,” tambah Anam.

Ia menyebutkan, mahasantri yang mengabdi di lereng gunung yang berketinggian 2.451 meter ini selain membuka pendidikan taman Al Qur’an untuk anak-anak, mereka juga melakukan pembinaan muallaf, majelis taklim ibu ibu dan training motivasi Super Live Revolution (SLR).

Tidak hanya itu. Bekerjasama dengan petani pembudidaya setempat, mahasantri juga mengikuti kegiatan pelatihan budi daya jamur dan materi holtikultura lainnya yang dipandu langsung oleh ahlinya.

“Tujuan kegiatan ini selain dalam rangka mengisi liburan semester dengan aktifitas yang edukatif, juga menjadi episentrum dalam latihan sosialisasi, belajar langsung dari masyarakat, latihan ketahanan mental dan fisik, menumbuhkan rasa tanggung jawab keummatan dan dakwah,” pungkas Anam.

Ma’had Aly Pondok Pesantren Hidayatullah Tanjung Morawa, Medan, Sumatera Utara, sendiri terselenggara sejak 4 tahun lalu dan telah melahirkan ratusan alumni yang disebar ke berbagai wilayah terutama kawasan dakwah di Sumatera Utara.

Peserta Ma’had Aly Pondok Pesantren Hidayatullah Tanjung Morawa adalah lulusan sekolah menengah atau sederajat dan bersedia menjalani karantina dalam rangka pemantapan program penguasaan bahasa Arab, hafalan Al Qur’an dan bekal skil profesional. (ybh/hio)