Tri Winarno: Amal Terbaik Adalah yang Direncanakan

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Bendahara Umum Pengurus Pusat Pemuda Hidayatullah Tri Winarno mengatakan, pemuda apalagi sebagai seorang muslim amat perlu mengatur agenda agar memiliki perencanaan yang baik dalam setiap aktifitasnya. Perencanaan yang baik akan menghasilkan kebaikan. Karena itu, bagi dia, amal terbaik adalah yang direncanakan.

“Amal terbaik itu adalah yang direncanakan. Kita dalam menjalankan roda organisasi ini adalah dalam rangka ibadah untuk mendapatkan pahala, karena itulah ibadah ini harus direncanakan,” kata Winarno dalam sesi brainstorming Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Pemuda Hidayatullah DKI Jakarta di Pendapa 4th Floor Media Center, Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah, Selasa (26/1/2021).

Winarno menjelaskan, ibadah atau kebaikan yang dilakukan harus direncanakan dengan baik agar betul betul mendapatkan hasil terbaik. Itulah sebabnya, agenda organisasi yang muatannya merupakan kebaikan harus direncanakan dalam bentuk program kerja.

Pemuda juga perlu untuk selalu melakukan inovasi dengan menawarkan ide guna meretas permasalahan yang ada di masyarakat. Namun, dia mengingatkan, ide tidak melulu harus besar. Walaupun program kecil dan dianggap sederhana, jika dijalankan dengan konsisten Insya Allah membuahkan kebaikan.

“Banyak ide program kerja itu penting namun harus diukur dengan goal atau tujuan. Program boleh kecil tapi terukur dan berbasis waktu, ini yang menarik,” kata Winarno.

Winarno mengajak peserta Rakerwil untuk tidak saja berupaya melahirkan inovasi tetapi juga harus selalu melakukan evaluasi atas berbagai program amal yang telah dicanangkan.

“Sudah sejauh manakah program yang kita jalankan. Kecil jika dilakukan secara terencana, terstruktur, sistematis dan masif, maka bisa menjadi gelombang besar yang menggulung,” katanya.

Dia mengungkapkan, kepemimpinan yang baik adalah terbangun dari kesepakatan atau mentradisikan musyawarah. Dalam hal ini, Winarno mengingatkan bahwa basis gerakan dan program Pemuda Hidayatullah adalah Al Qur’an yang mendorong umatnya untuk berfikir besar.

“Sebuah pemikiran besar, jernih dan baik, maka Allah SWT akan mendatangkan pertolongan. Mungkin tidak tercapai di masa kita, tapi kita yakini bahwa ide besar itu selalu bergulir dan akan menemukan jalannya sendiri,” kata Winarno.

Winarno mengutarakan bahwa seringkali kita mendapati tantangan yang oleh pikiran akal sehat kita bahkan hal itu sukar dihadapi. Namun, setelah dijalani dengan keyakinan dan pengharapan akan pertolongan Allah, ternyata bisa dilalui.

“Sebuah cita cita yang besar dan kita ikhlas mengerjakan, kita jalankan. Pejam mata, kita jalankan. Keberanian untuk melakukan langkah pertama sangat menentukan,” katanya.

Dia pula berpesan kepada peserta Rakerwil DKI Jakarta menderivasikan program kerja yang telah dicanangkan dalam Rakernas dengan menggulirkan program meng-Al Qur’an-kan DKI Jakarta dengan bagaimana pemuda bisa mengisi posisi terbaik di berbagai posisi.

“Kita jangan sampai salah posisi. Pemuda itu melaju dengan kencang dan orang tua yang mengerem. Jangan sampai terbalik, orangtua berlari kencang sementara yang muda tetap di tempatnya,” pungkasnya.(ybh/hio)