Canangkan 500 Rumah Quran untuk Tekan Buta Aksara

KEPRI (Hidayatullah.or.id) — Dalam rangka memberantas buta aksara khususnya aksara Arab agar masyarakat muslim lebih dekat dengan Al Quran, DPW Hidayatullah Kepulauan Riau bersama BMH mencanangkan bangun 500 rumah Quran di kawasan itu.

Ketua DPW Hidayatullah Kepri, Ust Darmansyah menuturkan, al Quran yang dipelajari dan diajarkan akan membentuk karakter para guru dan santri sebagaiamana disebutkan dalam surah al Qalam Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: “Dan sesungguhnya engkau benar-benar, berbudi pekerti yang luhur.” (QS. Al-Qalam 68:4).

“Karakter yang terbentuk adalah kesantunan dan akhlak yang mulia,” kata Darmansyah saat menutup pelatihan Upgrading Guru Quran se Kepulauan Riau di aula Kampus Utama Hidayatullah Batam, Sabtu, 26 Muharam 1443 (4/9/2021).

Darmansyah mengajak mendoakan BMH semakin maju dan sukses untuk terus berkiprah dalam mendukung pembangunan masyarakat.

Di penghujung acara, panitia membagikan sertifikat kepada seluruh peserta. Beberapa peserta menyampaikan kesan atas penyelenggaraan pelatihan ini, misalnya Ustadz Sabri dari Kojong yang merasa sangat bahagia atas kegiatan ini, karena, menurutnya, betul-betul memberikan manfaat yang luar biasa dan menambah wawasan sebagai tenaga pengajar yang setiap hari membimbing warga dan anak-anak muallaf.

Demikian juga dengan Mak Ros dari rumah Quran Pulau Panjang Timur.

“Emak merasa kembali memiliki semangat seperti orang muda, emak udah puluhan tahun ngajar ngaji baru kali ini ada kesempatan sekolah walaupun cuma tiga hari tapi emak senang sekali. Metodenya juga sangat berbeda. Emak udah gak sabar segera mempraktekkan ke murid-murid di pulau,” tuturnya Mak Ros semringah.

Kepala Kantor Perwakilan BMH Kepri, Abdul Aziz, mengatakan keberadaan BMH baik secara nasional maupun regional adalah sebagai supporting finansial untuk berbagai program keummatan termasuk program tarbiyah dan dakwah.

Dalam sambutannya, Aziz menyampaikan BMH Kepri akan senantiasa hadir untuk memberikan solusi terhadap problematika yang dihadapi masyarakat dengan mengoptimalkan dana dari ummat.

“Dana ummat yg dihimpun baik berupa zakat, infaq, sedekah dan jenis dana lainnya harus maksimal kembali untuk ummat, tidak hanya bersifat konsumtif tetapi juga disalurkan untuk program yang dapat dirasakan manfaatnya secara luas seperti rumah Quran. Alhamdulillah saat ini di Kepri sudah eksis 35 Rumah Quran, targetnya insya Allah 500 Rumah Quran,” kata Abdul Aziz.

Upgrading guru Quran dengan metode Ummi yang berlangsung selama tiga hari dipandu oleh instruktur yang telah tersertifikasi yaitu Ustadzah Nurmeni Wilandari, S.Sos, Ustadzah Reni Susanti, SIQ, M.Pd.I, Ustadzah Enik Nurfaizah MM dan Ustadzah Nurhayati, M.Pd.

Selain materi mengajar al Quran, para peserta yang datang dari berbagai pulau termasuk dari kampung muallaf di Selat Kongki, pulau Kojong, Lingga dan Pulau Caros, Batam, dibekali juga kiat-kita menjadi guru yang dicintai oleh murid serta metode menangani murid sesuai tingkatan usianya, bekal berharga bagi para guru Quran sebagai panduan dalam mengajar para santri di rumah Quran masing-masing.

BMH Kepri juga telah merencanakan road show para instruktur insya Allah ke pulau-pulau untuk melakukan supervisi terhadap proses pembelajaran sebagai bagian dari evaluasi pelaksanaan upgrading yang diikuti oleh 35 rumah Quran yang tersebar di kawasan Kepri.*/Mujahid M. Salbu