25 Anggota SAR Hidayatullah Peserta Bimtek Basarnas

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) — Sebanyak 25 anggota SAR Hidayatullah perwakilan dari berbagai daerah di Kaltim menjadi peserta Bimbingan Teknis (Bimtek) Operasi Penanggulangan Bencana yang diadakan oleh Basarnas Kaltim selama 3 hari yang dibuka pada Rabu, 6 Rabiul Awal 1443 (13/10/2021).

Acara yang digelar di Kantor Basarnas Balikpapan itu dibuka oleh Anggota Komisi V DPR RI Irwan Fecho. Irwan mengharapkan, pelatihan SAR tersebut dapat memunculkan kader khususnya para milenial dan santri dalam melakukan pertolongan pertama akan suatu kejadian bencana alam.

Dia menyebutkan, ini adalah pertama kali (bimtek SAR) di Kaltim, Badan Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memberikan bimtek SAR untuk santri dan milenial.

“Saya mendorong kedepannya pelatihan SAR ini dapat terus menjadi agenda rutin Basarnas dengan persetujuan DPR khususnya Komisi V DPR RI,” ujar Irwan.

Irwan melanjutkan, partisipasi aktif masyarakat dalam pencarian dan pertolongan adalah kunci keberhasilan SAR.

Untuk itu, Irwan terus mendorong pelatihan potensi SAR kepada organisasi yang memiliki tenaga rescuer eksisting selama ini yang perlu ditingkatkan kompetensi dan kemampuannya.

Sehingga, pada saat ada musibah atau bencana sudah mempunyai kemampuan di daerah untuk pencarian, pertolongan serta penyelamatan.

“Sebagai salah satu mitra strategis Komisi V DPR RI, tahun depan kita terus akan tingkatkan baik jumlah kegiatan maupun anggaran untuk pelatihan berikut perlengkapan kantor SAR di Kaltim,” pungkas Legislator dapil Kaltim ini.

Dalam pembukaan tersebut juga dihadiri Marsekal Pertama Arif Widianto selaku Direktur Bina Tenaga Basarnas. Tak hanya itu, turut mendampingi Kepala Kantor SAR Balikpapan Melky.

Salah seorang anggota SAR Hidayatullah yang menjadi peserta bimtek ini, Fathi Fadhlullah, mengatakan kegiatan ini kian menambah bekal pengetahuan dan praktik dalam pengelolaan operasi pencarian dan pertolongan.

“Semoga bimtek SAR seperti ini bisa digelar secara berkelanjutan terutama bagi potensi relawan SAR di Kaltim. Alhamdulillah, kegiatan ini sangat bermanfaat utamanya bagi saya pribadi,” kata Fathi.

Kendatipun Kaltim tidak termasuk daerah rawan bencana geologi, namun, menurut Fathi, bencana meteorologi seperti banjir, longsor dan lainnya tetap harus diantisipasi. “Salah satunya melalui bimtek ini,” ujarnya.

Diketahui, Kaltim merupakan kawasan yang secara geografis memiliki struktur sesar sumber gempa, yakni Sesar Maratua, Sesar Mangkalihat, dan Sesar Paternostes. Sesar Maratua dan Sesar Mangkalihat yang terletak di Kabupaten Berau dan Kabupaten Kutai Timur masih menunjukkan tanda-tanda keaktifan. (ybh/hio)