DPW Hidayatullah Jawa Tengah Gelar Daurah Marhala Wustho

SEMARANG (Hidayatullah.or.id) — Para kader Hidayatullah Jawa Tengah kembali dikumpulkan dalam sebuah event pelatihan organisasi. Kali ini Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Jawa Tengah bekerja sama dengan Muslimat Hidayatullah Jawa Tengah memfasilitasi terselenggaranya kegiatan Daurah Marhalah Wustha.

Pada pembukaan acara, Ust Akhmad Ali Subur sebagai Ketua Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Jawa Tengah menekankan pentingnya proses pembekalan bagi para da’i.

“Upgrading ini adalah proses menyambung jembatan penghubung antara zaman kenabian, sekarang hingga akhir zaman. Proses pengkaderan melanjutkan risalah kenabian harus terus terjaga dan direkayasa,” jelas beliau.

Dia menjelaskan, daurah ini adalah sebuah training yang dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi dan pemahaman bagi para kader marhalah ula guna meningkatkan kapasitasnya dalam berhidmat untuk umat, agama, bangsa dan negara.

Dengan dilaksanakannya daurah ini diharapkan para kader akan semakin terantarkan menjadi da’i dan da’iyah yang memahami betul kondisi ummat saat ini, sekaligus menjadi problem solver berbagai permasalahan yang dialami umat dan bangsa tercinta.

Dalam acara daurah ini hadir instruktur-instruktur dari Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah, Dewan Murabbi Pusat Hidayatullah, serta Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah.

Lebih lanjut, Ust. Sunoto Ahmad selaku Ketua Dewan Murobbi Wilayah Jawa Tengah juga menyoroti akan pentingnya pembekalan kepada kader-kader pelanjut.

“Program daurah ini bagian rekayasa organisasi agar para dai-daiyah bisa semakin mengenal pola gerakan dakwah dewasa ini,” kata Sunoto.

Menurutnya, perkembangan lembaga dakwah di daerah akan semakin melejit jika para dai-daiyahnya selaku penggerak dakwah sudah memahami pentingnya untuk menyadarkan umat, hingga akhirnya umat dengan sukarela kembali memahami ajaran Islam ini dengan penuh keyakinan.

Daurah ini dibuka secara resmi oleh Ketua Departemen Pengkaderan Hidayatullah Pusat, Ust. Muhammad Sholeh Usman.

Dalam sambutannya, beliau menekannya akan pentingnya memahami manhaj dakwah sebagai bagian dari urgensi dakwah sehingga diterima umat dengan baik.

“Manhaj Nabawi ini adalah konsep Maha Benar, sehingga mampu melahirkan manusia-manusia ‘ajaib,'” imbuh Sholeh.

Menurut Sholeh, hingga saat ini para dai-daiyah semakin dibutuhkan untuk mengawal aqidah umat, ditengah hiruk pikuknya beragam informasi yang datang bagai air bah karena perkembangan zaman digital saat ini.

Acara ini berlangsung selama 4 hari, yakni dari tanggal 1-4 Desember 2021 di Gedung SLB Negeri Semarang. Diikuti setidaknya 60 peserta dari seluruh Jawa Tengah baik putra maupun putri.

Sebanyak 61 peserta daurah yang terdiri 36 orang dai dan 25 daiyah akan diupgrade pengetahuan dakwahnya untuk merespon berbagai perubahan masyarakat di era serba instan ini.*/Yusran Yauma, Eviq